
" Kenapa wajahmu menjadi bingung begitu? apakah kamu sudah menikah dan mempunyai seorang putri?" tanya presdir Axel mengulangi perkataannya.
" Dari mana presdir tahu kalau aku sudah menikah dan mempunyai seorang putri?" tanya Sela tanpa menjawab pertanyaan presdir Axel.
" Dari mana aku tahu? Bukannya kemarin kita bertemu dan presdir Albert mengatakan kalau kalian berdua sudah menikah," ucap presdir Axel sambil menaikkan salah satu alisnya.
Sela terdiam sebentar sambil berfikir kemudian dirinya teringat dengan ucapan adik kembarnya membuat Sela tertawa lepas membuat Presdir Axel menaikkan salah satu alisnya.
" Apakah ada yang lucu?" tanya Presdir Axel sambil menatap tajam ke arah Sela sambil berjalan ke arah Sela.
" Pfttttt..... Hahahaha..." tawa lepas Sela kembali sambil memegangi perutnya tanpa takut sama sekali dengan Presdir Axel
" Tawa lagi, aku cium bibirmu!" ancam Presdir Axel.
Sela langsung menghentikan tawanya sambil menutup mulutnya dengan menggunakan ke dua tangannya.
" Apakah kamu sudah menikah dan mempunyai anak perempuan?" tanya ulang Presdir Axel.
__ADS_1
" Ya aku sudah menikah dengan presdir Albert jadi Presdir Axel jangan pernah lagi memelukku apa lagi mencium ku," ucap Sela berbohong.
Duarr Duarr
Bagai petir di siang hari itu yang dirasakan oleh Presdir Axel membuat Presdir Axel memejamkan matanya membuat Sela berjalan ke arah Presdir Axel dan berdiri saling berhadapan.
" Presdir Axel, ada apa?" tanya Sela polos
( ' Maaf aku terpaksa bohong karena aku tidak mau di peluk apalagi di cium cukup kejadian kemarin," ucap Sela dalam hati ).
( ' Kenapa hatiku sangat sakit ketika mengetahui kalau Sela sudah menikah dan mempunyai anak?' tanya Presdir Axel dalam hati ).
" Ok," jawab Sela singkat.
" Kenapa kamu masih berkerja? dan kenapa tidak berkerja dengan suamimu?" tanya presdir Axel berusaha untuk menerima kenyataan kalau wanita yang mulai masuk ke hatinya kini harus dilupakan karena dirinya tidak ingin jadi orang ke tiga.
" Aku ingin cari suasana baru," jawab Sela
__ADS_1
Presdir Axel hanya terdiam kemudian mereka berdua berjalan ke arah pintu dan dengan langkah cepat Sela membuka pintu ruangan milik CEO, mereka berjalan belok ke arah kanan di mana ruangan meeting itu berada. Sela membuka pintu ruangan tersebut dan membukanya dengan lebar agar Presdir Axel masuk ke dalam ruangan meeting di susul oleh Sela.
Presdir Axel duduk di kursi kebesarannya dan di sampingnya Sela saling berhadapan dengan pemilik salah satu perusahaan dari negara Tiongkok untuk melakukan kerja sama.
Mereka saling mengenalkan diri tepatnya Presdir Axel dengan pemilik salah satu perusahaan dari negara Tiongkok karena Presdir Axel tahu kalau Sela tidak mengerti bahasa Tiongkok.
Hingga pemilik perusahaan Tiongkok memberikan kontrak kerja sama dan diberikan ke Sela tapi langsung di ambil alih oleh Presdir Axel membuat Sela menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
( ' Aduh tulisannya beberapa bagian bisa aku baca, bagaimana ini? Biasanya Rey yang mengerti bahasa Tiongkok,' ucap Presdir Axel dalam hati ).
Sela melirik sekilas membuat Sela tersenyum devil kemudian membisikkan sesuatu ke telinga Presdir Axel.
" Maaf Presdir Axel biar aku yang baca," bisik Sela sambil mengambil dokumen tersebut.
Presdir Axel hanya diam dan membiarkan Sela membacanya walau dalam hatinya ingin marah karena dirinya sangat yakin kalau Sela tidak mengerti hingga lima belas menit kemudian Sela berbicara dengan pemilik perusahaan Tiongkok tersebut dengan menggunakan bahasa Tiongkok membuat Presdir Axel bengong.
" Presdir Axel, di dalam kontrak kerja sama ini tertulis keuntungan Presdir Axel empat puluh persen dan pemilik perusahaan Tiongkok enam puluh persen. Saya keberatan karena semua bahan material dari kita sedangkan tanah dari pemilik perusahaan karena yang saya tahu tanah dari kota xxxxxxx terkenal dengan tanah murah dan angker," bisik Sela.
__ADS_1