
Sela tidak merasakan sakit sedikitpun membuat Sela membuka matanya dan melihat Presdir Axel hanya memandangi dirinya dengan pandangan yang sangat sulit diartikan membuat Sela berjalan mendekati dirinya.
" Jangan mendekat!!!" perintah Presdir Axel
Sela tetap berjalan hingga tinggal selangkah lagi membuat Presdir Axel mengarahkan pistolnya ke arah Sela membuat Sela merentangkan ke dua tangannya sambil matanya menatap ke arah Presdir Axel.
Grep
" Aku tahu kak Axel tidak mungkin melukaiku," ucap Sela sambil memeluk Presdir Axel
Tubuh Presdir Axel gemetar sambil membalas pelukan Sela membuat Sela menepuk - nepuk punggung Presdir Axel hingga terdengar suara isakkan.
" Aku bingung ingin membalaskan dendam ku tapi ketika melihatmu merawat makam mommy ku membuatku tidak bisa membalaskan dendam ku," ucap Presdir Axel.
" Bisakah kak Axel melupakan balas dendam?" tanya Sela
" Tidak," jawab Presdir Axel singkat dan tegas sambil melepaskan pelukannya.
" Jika aku tidak bisa membalaskan dendam ku padamu aku bisa menembak keluargamu dan pertama - tama adikmu yang bernama Seli," sambung Presdir Axel.
" Jika kak Axel benar - benar melakukan itu aku akan sangat membenci kak Axel," ucap Sela sambil membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan Presdir Axel dengan perasaan kecewa.
" Daerah ini sangat sepi dan banyak penjahat, apakah kamu tidak takut ma ti?" tanya Presdir Axel yang tidak memperdulikan ucapan Sela.
" Mungkin itu lebih baik jika aku ma ti di tangan mereka dari pada aku melihat orang yang aku cintai ingin mem bu nuh keluargaku," jawab Sela sambil tetap berjalan.
Presdir Axel ikut melangkahkan ke dua kakinya mengejar Sela kemudian menariknya menuju ke arah mobil membuat Sela memberontak tapi tenaganya kalah jauh membuat Sela pasrah dan mengikuti langkah kaki Presdir Axel.
Presdir Axel membuka pintu samping pengemudi dan mendorong Sela agar masuk ke dalam mobil dan menutupnya. Presdir Axel memutari mobilnya dan membuka pintu pengemudi lalu naik ke dalam mobil.
Brak
Presdir Axel menutup pintu dengan keras membuat Sela terkejut sambil menatap Presdir Axel yang sedang menahan amarahnya membuat Sela diam. Presdir Axel menyalakan mobil kemudian mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi membuat Sela menatap Presdir Axel.
" Kak Axel, aku mohon kurangi kecepatan mobilnya," mohon Sela
Presdir Axel tidak memperdulikan ucapan Sela malah dengan sengaja menambah kecepatan mobilnya hal itu membuat Sela melepaskan seal belt nya kemudian memegang pintu mobil.
__ADS_1
" Kurangi kecepatan mobilnya atau aku akan lompat dari mobil," ancam Sela
Cittttttttttttttt
Presdir Axel tidak memperdulikannya membuat Sela membuka pintu mobil dan bersiap untuk melompat membuat Presdir Axel mengerem mobilnya secara mendadak sambil tangan kirinya menahan tubuh Sela agar tidak terbentur dasboard mobil.
" Apakah kamu tidak berfikir jika kamu lompat bisa saja kamu ma ti," ucap Presdir Axel sambil menatap tajam ke arah Sela.
" Bukankah sama saja?" tanya Sela sambil membalas tatapan tajam.
" Maksudmu?" tanya Presdir Axel
" Mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi bisa saja mengalami kecelakaan jadi apa bedanya dengan melompat dari mobil?" tanya Sela.
Presdir Axel hanya diam kemudian menarik pintu mobil yang berada di sebelah Sela dan menutupnya. Presdir Axel mengendarai mobil dengan kecepatan sedang dan sepanjang jalan mereka saling diam tanpa ada yang bicara hingga tiga puluh lima menit kemudian mereka sudah sampai di mansion milik daddy Nathan.
Mereka masuk ke dalam mansion menuju ke ruang keluarga dan melihat daddy Nathan, mommy Maya duduk di sofa sambil menatap mereka.
" Kalian mandilah dulu setelah itu baru ke sini ada yang ingin daddy katakan pada kalian berdua," ucap daddy Nathan.
Deg
( ' Apa daddy Nathan tahu apa yang aku lakukan pada putrinya? Jika itu benar aku akan jadikan Sela sebagai tameng ku agar aku tidak di tembak dan ma ti konyol di tempat ini karena aku belum membalaskan dendam ku dan menguasai hartanya," ucap Presdir Axel dalam hati ).
" Baik dad," jawab Sela dan Presdir Axel serempak.
" Axel, pakaianmu ada di dalam kamar," ucap mommy Maya.
" Iya mom," jawab Presdir Axel
Merekapun menaiki anak tangga satu demi satu menuju ke kamarnya masing - masing hingga dua puluh menit kemudian Sela dan Presdir Axel sudah duduk di sofa berhadapan dengan mommy Maya dan daddy Nathan dengan hanya dibatasi oleh meja.
" Karena sebentar lagi kalian menikah, daddy ingin kamu menandatangani ini," ucap daddy Nathan sambil memberikan map berwarna biru.
" Apa ini dad?" tanya Presdir Axel sambil menerima map tersebut.
" Baca dan kalau kurang setuju katakan pada kami," ucap daddy Nathan
__ADS_1
Presdir Axel membuka map tersebut dan membaca dokumen tersebut dengan teliti hingga matanya membulat sempurna ketika mengetahui isi dokumen tersebut.
" Ini..." ucap Presdir Axel menggantungkan kalimatnya.
" Daddy membagikan semua harta kami ke enam anak kami termasuk Dita sebagai anak angkat kami. Masing - masing sebuah perusahaan, properti dan beberapa aset berharga lainnya." ucap daddy Nathan.
" Tapi kenapa atas namaku? Kenapa bukan nama Sela?" tanya Presdir Axel dengan wajah terkejut dirinya tidak percaya kalau daddy Nathan memberikan semua aset milik Sela diberikan atas nama dirinya.
" Waktu itu Sela dan Seli mengatakan pada daddy kalau Sela dan Seli tidak tertarik dengan semua itu dan meminta daddy untuk memberikan ke suaminya kelak." ucap daddy Nathan menjelaskan.
" Sela dan Seli mirip dengan mommynya yang tidak haus akan harta berlimpah karena itu tidak pernah mau menerima semuanya," sambung daddy Nathan.
" Apakah Sela tidak takut dengan berjalannya waktu ternyata aku menyukai wanita lain sedangkan semua aset berharganya atas namaku?" tanya Presdir Axel sambil meletakkan dokumen tersebut tanpa menandatanganinya.
" Kenapa mesti takut, aku masih bisa bekerja di tempat lain karena bagiku harta hanya berupa titipan dan tidak bisa di bawa ma ti jadi jika seandainya itu terjadi aku akan melepaskan kak Axel asalkan kak Axel bahagia menikah dengan wanita yang lebih baik dariku," jawab Sela sambil tersenyum menatap mata Presdir Axel.
Deg
Jantung Presdir Axel berdetak kencang kembali mendengar jawaban Sela, wajahnya seakan tertampar dengan sangat kerasnya karena ternyata Sela tidak seperti dirinya dan juga bukan wanita seperti di luaran sana yang sangat suka dengan kekayaan dan sangat suka menghambur - hambur kan uang.
Grep
Tanpa sadar Presdir Axel memeluk Sela, dirinya sangat menyesal karena telah menyakiti perasaan Sela dan dirinya berusaha untuk bisa berdamai dengan masa lalu walau sangat sulit.
Dirinya sangat bersyukur bisa bertemu dengan orang sebaik Sela namun tanpa sepengetahuan mereka sepasang matanya menatap kebencian terlebih pada Sela karena tidak kuat melihatnya membuat orang tersebut pergi meninggalkan ruangan tersebut.
" Kapan keluargamu datang menemui kami?" tanya daddy Nathan ketika mereka berdua melepaskan pelukannya masing - masing.
" Di hari pernikahan kami akan datang dad karena daddy sekarang ini berada di negara A," jawab Presdir Axel
" Ok," jawab daddy Nathan singkat.
" Maaf dad, Axel mau berangkat kerja karena jam 2 siang ada meeting," ucap Presdir Axel.
" Ok, hati - hati di jalan," jawab daddy Nathan dan mommy Maya serempak.
Presdir Axel mengecup punggung mommy Maya kemudian berlanjut ke daddy Nathan sedangkan dengan Sela, Presdir Axel mengecup keningnya kemudian pergi meninggalkan mansion tersebut menuju ke arah perusahaannya.
__ADS_1