
"Tidak perlu, ke tiga gadis ular itu sudah di tangkap oleh daddy dan papi Alvonso," ucap mommy Maya tiba - tiba datang bersama mami Kelly Ibu nya Presdir Albert.
"Mommy, mami," panggil mereka dengan serempak kemudian mencium punggung tangan mommy Maya dan mami Kelly secara bergantian.
Plak
Ketika Lemos hendak mencium punggung mommy Maya tiba - tiba mommy Maya menampar pipi Lemos untuk pertama kalinya sedangkan Lemos hanya diam tanpa membalas tamparan untuk pertama kalinya yang di terima nya dari mommy Maya.
Sedangkan yang lainnya hanya diam tidak bicara sedikitpun dan tidak berapa lama air mata mommy Maya keluar dari ke dua mata mommy Maya sambil menatap Lemos dengan tatapan penuh kecewa.
"Lemos, selama ini mommy mengajarkanmu untuk menghargai seorang wanita karena mommy juga seorang wanita," ucap mommy Maya kemudian menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk mengatur emosinya.
"Sejahat apapun orang itu terlebih seorang wanita jangan menyiksanya secara sa dis apalagi wanita itu sudah rela mengorbankan kehormatannya," sambung mommy Maya.
"Lemos, mommy tahu kalau kamu tidak bisa menahan emosi ketika salah satu anggota keluarga kita di sakiti tapi mommy minta mulai sekarang dan seterusnya tahan emosimu untuk tidak menyakiti orang lain dan mommy harap dengan kejadian ini bisa memberimu pelajaran untuk bisa menahan emosimu," sambung mommy Maya.
__ADS_1
"Iya mom, Lemos sangat menyesal karena telah melukai Soraya terlalu dalam," ucap Lemos dengan wajah penuh penyesalan.
Mommy Maya kembali menghembuskan nafasnya dengan perlahan, perasaan kesal dan kecewa bercampur jadi satu membuat mommy Maya berusaha untuk menyadarkan putranya.
Dirinya tidak mungkin menghukumnya dengan berat karena bagaimanapun Lemos putranya tapi dalam hatinya berjanji untuk menasehati Lemos selain itu dirinya juga akan menasehati ke empat anak lainnya.
Tidak berapa lama ponsel milik mami Kelly berdering tanda ada panggilan masuk membuat mami Kelly mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menghubungi dirinya.
"Paman Louis," ucap mami Kelly memberitahukan ke mereka.
"Maaf mami, tolong di loud speaker," mohon Lemos dengan wajah penuh harap.
("Ada apa Kak Louis?" tanya mami Kelly tanpa basa basi).
("Soraya di rawat di rumah sakit xxxx hanya sebentar karena ..." ucap Louis menggantungkan kalimatnya sambil menghembuskan nafasnya dengan berat).
__ADS_1
("Karena apa?" tanya mami Kelly penasaran begitu pula dengan yang lainnya).
("Ke dua tangan dan ke dua kakinya patah di tambah luka benturan di kepalanya membuat Soraya tidak bisa untuk bertahan dan nyawanya tidak bisa diselamatkan," ucap Louis dengan suara tercekat).
Duar Duar Duar
Bruk
Bagai petir di siang hari itu yang dirasakan oleh Lemos ketika mendengar ucapan Louis membuat Lemos kembali jatuh berlutut sambil memukul dadanya yang terasa sesak. Penyesalan teramat sangat karena menyakiti wanita sebaik Soraya membuat mommy Maya ikut berlutut dan memeluk Lemos.
Mommy Maya tahu kalau putranya sangat menyesali atas perbuatannya dan mommy Maya berharap ini pelajaran buat Lemos untuk bisa menahan emosinya.
"Hiks ... Hiks ... Hiks ... Seandainya waktu bisa di putar, Lemos akan langsung bertanggung jawab untuk menikahi Soraya dan tidak menghinanya kejadian ini tidak mungkin terjadi," ucap Lemos sambil terisak untuk pertama kalinya dirinya menangis sambil membalas pelukan mommy Maya.
"Sayangnya waktu tidak bisa di putar hanya saja ini pelajaran buatmu untuk bisa mengendalikan emosimu," ucap mommy Maya.
__ADS_1
"Lemos berjanji untuk menahan emosi Lemos, Mom," ucap Lemos yang tidak berhenti keluar.
"Sekarang Soraya berada di mana?" tanya mami Kelly.