Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Apa Kevin!!!


__ADS_3

Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan daddy Thomas melihat ada seorang pria yang menatapnya dengan penuh kebencian terhadap Aleandro, Maximus dan Yohanes membuat daddy Thomas menggeser kan laptop milik Max.


" Kenapa pria itu menatap Aleandro, Maximus dan Yohanes dengan penuh kebencian?" Tanya daddy Thomas.


Max mengutak atik kembali laptopnya untuk mencari identitas pria tersebut sedangkan dokter Hendrik yang masih belum percaya kalau dokter Toni adalah seorang pengkhianat karena dokter Hendrik adalah sahabatnya dan selama ini hubungan mereka baik-baik saja.


" Leo, tadi kamu bilang kalau putrinya di tangkap oleh anggota mafia karena itulah dokter Toni terpaksa melakukan itu." Ucap dokter Hendrik mengulangi perkataan Leo.


" Benar paman, putrinya di tangkap karena itulah dokter Toni terpaksa melakukan itu." Jawab Leo.


" Kenapa mereka menangkap putrinya dokter Toni? Apa hubungannya dengan Maya dan Nathan?" Tanya daddy Thomas.


" Mereka orang suruhan Kevin." Jawab Leo


" Apa??? Bagaimana bisa? Setahu paman Kevin tidak di terima berkerja bagaimana dia mempunyai uang?Apa Kevin membunuh ketua mafia? Baru Kevin menjadi pengganti ketua mafia?" Tanya daddy Thomas beruntun.


" Karena Kevin..." Ucapan Leo terpotong oleh Alvonso.


" Paman, tolong perintahkan anggota mafia paman untuk mengawal Aleandro dan Maximus mobilnya dibuntuti oleh anggota mafia di jalan menuju ke markas milik paman." Ucap Alvonso.


" Baik." Jawab daddy Thomas yang masih bingung dengan apa yang di dengarnya karena dirinya baru menyadari ternyata musuhnya tidak bisa di anggap mudah sesuai yang dipikirkannya tapi berusaha bersikap tenang.


Daddy Thomas langsung menghubungi Robert untuk pergi bersama anak buahnya menuju ke tempat markas setelah selesai menghubungi daddy Thomas menghubungi Aleandro agar berhati-hati karena ada mobil yang mengikutinya setelah selesai Daddy Thomas menyimpan kembali ponselnya ke saku jasnya.


Alvonso terpaksa memotong ucapan Leo karena keadaan genting, Alvonso mengambil ponselnya di saku jasnya dan menghubungi iparnya yang bernama Arlan sambungan pertama langsung di angkat oleh Arlan.


" Hallo Arlan, kamu datang ke jalan xxxx bersama ke enam anak kalian juga ajak Baron, Charli dan Alex." Ucap Alvonso.


" Ok." Jawab Arlan singkat


Tut                  Tut                         Tut


Sambungan komunikasi langsung terputus dan Alvonso menyimpan kembali ponselnya di saku jasnya kemudian melanjutkan mengutak atik laptopnya.


" Kenapa anak - anaknya di ajak?" Tanya daddy Thomas tidak mengerti.

__ADS_1


" Semua anak - anak Arlan ahli dalam meretas cctv dan ahli dalam strategi karena itu Arlan membutuhkannya agar tahu apa yang terjadi dan apa yang harus dilakukannya." Ucap Alvonso menjelaskan.


" Aku sangat salut dengan keluargamu hampir semuanya bisa program it." Ucap daddy Thomas memuji keluarga besar daddy Alvonso.


" Terima kasih paman, kalau paman ingin anak-anak paman belajar kami boleh kok." Ucap Alvonso.


" Benarkah?" Tanya daddy Thomas dengan wajah berbinar-binar.


" Benar paman, pintu kami terbuka untuk siapa saja yang mau belajar." Ucap Alvonso.


" Baik, nanti paman akan tanya ke anak-anak paman siapa tahu ada yang tertarik dengan program IT." Ucap daddy Thomas.


" Ok." Jawab Alvonso dengan nada singkat dan padat.


" Oh ya tadi paman bertanya, bagaimana bisa? Setahu paman Kevin tidak di terima berkerja bagaimana dia mempunyai uang?Apa dia membunuh ketua mafia? Baru Kevin menjadi pengganti ketua mafia?" Tanya daddy Thomas beruntun mengulangi perkataanya.


"  Kevin dapat melakukan itu semua karena awalnya Kevin adalah seorang gigolo. " Ucap Leo menjelaskan.


" Apa gigolo?" Tanya daddy Thomas, dokter Hendrik dan Markus serempak dengan nada terkejut seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Leo.


Daddy Thomas, Markus dan dokter Hendrik hanya diam dan saling menatap betapa menjijikkan menjadi seorang gigolo.


" Lalu selanjutnya apa yang terjadi?" Tanya daddy Thomas penasaran.


" Hingga suatu ketika dirinya menyelamatkan seorang wanita dari kejaran musuh dan ternyata wanita itu adalah anak mafia yang terkenal dengan program it saingan keluarga kami dan selalu berusaha menjatuhkan tapi program kami kuat dan tidak bisa di tembus olehnya." Ucap Leo


" Wanita itu jatuh cinta pada Kevin dan memberikan apapun yang dimintanya. Kevin yang mendengarnya memanfaatkannya dan menerima cintanya merekapun akhirnya menikah, mereka resmi menjadi pasangan suami istri." Sambung Leo.


" Oh iya tadi putraku berhasil menembak Kevin tapi ternyata Kevin palsu yang menggunakan topeng, mafia itu ternyata ahli memalsukan wajah orang." Ucap daddy Thomas.


" Iya benar, dulu keluarga kami juga sempat terkecoh karena mereka menyamar menjadi salah satu anggota keluarga kami. Kamu juga mencari markas mafianya namun sayang mereka cepat mengetahuinya dan pergi dari markas tersebut." Ucap Leo.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Cerita tentang keluarga besar daddy Alvonso dapat di baca di novelku Cinta Satu Malam Bersama Mafia.

__ADS_1


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


" Mereka sangat licik rupanya pantas saja semua anggota mafia mencari Kevin sangat sulit." Ucap daddy Thomas.


" Memang benar paman, oh ya paman aku sudah membetulkan kamera cctv di rumah sakit ini." Ucap Alvonso sambil menggeser laptopnya ke arah daddy Thomas.


Daddy Thomas, dokter Hendrik dan Markus menonton kamera cctv tersebut. Mereka melihat seseorang yang wajahnya tertutup masker berbicara dengan dua orang seorang dokter dan seorang perawat.


xxxx Kamera CCTV On xxxx


" Aku ingin kalian menyulik Maya dan sebelum melakukan kamu berikan obat tidur ini dan berikan ke suaminya yang bernama tuan Nathan." Ucap pria bermasker tersebut sambil memberikan obat tersebut ke perawat.


" Baiklah aku akan melakukannya." Jawab perawat itu sambil menerima obat tersebut.


" Kalau begitu kami permisi dulu tuan." Jawab dokter dan perawat tersebut karena mereka takut ketahuan.


" Tunggu dulu aku ingin tuan Nathan ma*i." Ucap pria bermasker tersebut.


" Maaf tuan kami tidak bisa kalau membunuh." Tolak mereka berdua.


" Tidak masalah, aku akan menyuruh Fico untuk melakukan perintahku jika Fico sudah selesai melakukannya kalian culik lah Maya." Ucap pria bermasker tersebut.


" Baik tuan." Jawab ke duanya serempak.


" Kalian pergilah." Ucap pria tersebut.


" Baik tuan." Jawab ke duanya serempak lagi.


Dokter dan perawat itupun pergi meninggalkan pria bermasker tersebut setelah kepergian mereka pria bermasker tersebut membuka maskernya sambil tersenyum menyeringai kemudian memakaikan kembali maskernya dan pergi ke arah pintu lift.


xxxx Kamera CCTV Off xxxx


" Siapa pria itu?" Tanya daddy Thomas penasaran.


" Kevin." Jawab Leo singkat

__ADS_1


" Apa Kevin!!!" Pekik daddy Thomas, Markus dan dokter Hendrik serempak dengan wajah terkejut.


__ADS_2