
" Kalau kak Quenby?" Tanya Yohanes.
" Seminggu yang lalu perusahaan yang aku pimpin memenangkan tender dan saat sudah selesai siapa yang memenangkan tender salah satu pemilik perusahaan mendekatiku dan berbisik tunggu saja . Apa maksudnya tunggu saja? Apakah ada hubungannya dengan hal ini? " Tanya Quenby.
" Perusahaan apa?" Tanya Aleandro tanpa menjawab pertanyaan Quenby.
" Perusahaan ABCD." Jawab Quenby.
" Tiga hari yang lalu aku juga memenangkan tender dan mengalahkan rival bisnisku perusahaan ABCD." Sambung Robert.
" Hmmm... Aku jadi ingat beberapa hari yang lalu istriku selesai melakukan operasi namun sayang operasinya gagal dan pasiennya meninggal dunia dan pasiennya adalah seorang kakek pemilik perusahaan ABCD. Waktu itu Kasandra sudah berusaha semaksimal mungkin tapi nyawanya tidak tertolong, Kasandra sempat di maki dan di pukul oleh anak dan cucu kakek itu, aku yang berada di situ langsung menahan tangan mereka dan mendorongnya." Ucap Aska menjelaskan.
" Kemungkinan besar keluarga kita menjadi target oleh mereka." Ucap Aleandro.
" Oh ya hari ini keluarga Alvonso akan mengajari kita program IT nanti kita bantuan untuk meretas perusahaan ABCD." Ucap Maximus.
" Aku mau belajar program IT." Ucap Quenby yang sangat suka belajar.
" Kak Quenby apa ngga bosan belajar terus?" Tanya Cantika.
" Tidak, aku sangat suka belajar dan belajar apa lagi belajar tentang hal baru." Ucap Quenby.
" Kamu jangan heran di antara kita bertujuh hanya kak Nathan dan kak Quenby yang paling suka belajar hal baru." Ucap Yohanes.
" Yup betul, hanya kita berlima paling hanya empat atau 5 mata pelajaran yang paling di sukai sedangkan Quenby dan Nathan hampir semua pelajaran di sukai semuanya." Sambung Maximus.
" Tidak juga." Jawab Quenby dan Nathan serempak.
" Salah satunya dokter, aku tidak berminat untuk belajar." Sambung Quenby.
" Iya sama kak, aku juga tidak berminat untuk menjadi dokter." Sambung Nathan.
Tidak berapa lama ponsel milik Aleandro berdering membuat Aleandro melihat siapa yang menghubungi dirinya dan ternyata anak buahnya membuat Aleandro menekan heand seat yang menempel di telinganya .
" Maaf tuan." Ucap anak buahnya.
" Ya ada ada?" Tanya Aleandro tanpa basa basi.
" Maaf tuan, mobil box yang menampung para musuh di tabrak oleh truk tronton hingga terjadi ledakan besar dan semua yang berada di dalam box termasuk anak buah tuan tidak bisa diselamatkan lagi." Ucap anak buahnya.
" Si*l, kamu urus ke dua jasad teman kalian dan berikan kompensasi pada keluarganya masing - masing dua milyar." ucap Aleandro sambil menahan amarahnya.
" Baik tuan." Jawab anak buahnya.
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung terputus secara sepihak kemudian Aleandro menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya.
__ADS_1
" Ada apa kak?" Tanya mereka serempak.
" Dua anak buah kita yang membawa mobil box di tabrak oleh tronton dan semuanya tidak bisa diselamatkan." Ucap Aleandro menjelaskan secara singkat.
" Apa??" Pekik mereka serempak.
" Max dan yang lainnya, semua kerja sama dengan perusahaan ABCD kita batalkan semuanya, biar saja kita membayar penalti ke mereka dan buat perusahaan ABCD menjadi bangkrut." Ucap Aleandro dengan nada dingin.
" Tapi kak, kan belum tentu kalau perusahaan ABCD pelakunya." Ucap Quenby.
" Benar kata kak Quenby, belum tentu mereka pelakunya." Ucap Cantika.
" Dari pada menduga - duga lebih baik kita minta bantuan tante Laras." Usul Quenby sambil mengambil ponselnya yang di simpan di dalam tasnya.
Quenby mencari nomer kontak tante Laras setelah ketemu Quenby menekan tombol panggil dan sambungan pertama langsung di angkat oleh mommy Laras.
" Hallo Quenby, ada apa?" Tanya mommy Laras.
" Ini tante, tadi kami di serang oleh musuh dan berhasil menangkap mereka namun dalam perjalanan mobil yang mengangkut mereka di tabrak oleh mobil tronton." Ucap Quenby.
" Di mana kecelakaan itu terjadi?" Tanya mommy Laras
" Sebentar tante.... Kak Aleandro di mana kecelakaannya?" Tanya Quenby.
" Kakak lupa menanyakannya." Ucap Aleandro.
" Maaf tante, kami tidak tahu." Jawab Quenby.
" Di jalan Sela Costa." Jawab Quenby.
" Baik, tante akan meretas cctv. Apa ada yang lainnya?" Tanya mommy Laras.
" Itu tante tolong retas perusahaan PT. ABCD kemungkinan ini ada hubungannya dengan mereka." Ucap Quenby.
" Ok." Jawab mommy Laras singkat.
" Terima kasih banyak tante." Ucap Quenby.
" Sama - sama sayang." Jawab mommy Laras.
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian Quenby menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas miliknya.
" Kita tunggu kabar dari tante Laras kalau memang terbukti lakukan apa yang kakak - kakak dan adik - adikku lakukan terhadap PT ABCD." Ucap Quenby.
" Ok." Jawab mereka serempak.
__ADS_1
Tidak terasa mereka sudah sampai di mansion dan mereka satu persatu keluar dari mobil dan berjalan ke arah ruang keluarga. Mommy Gloria dan daddy Thomas sedang duduk menunggu mereka membuat Nathan mendekati ke dua orang tuanya.
" Mommy, Maya sama siapa di rumah sakit? Nathan pergi dulu menemani Maya di rumah sakit." Ucap Nathan.
" Maya ada di kamar." Jawab mommy Gloria.
" Kok sudah pulang mom?" Tanya Nathan
" Maya tidak betah di rumah sakit dan kondisi kesehatannya juga membaik." Ucap mommy Gloria.
" Kalau begitu Nathan ingin menemui Maya dulu." Ucap Nathan.
" Ok." Jawab mommy Gloria singkat.
" Quenby juga ingin istirahat mom." Ucap Quenby.
" Ok." Jawab mommy Gloria singkat lagi.
Nathan berjalan ke arah anak tangga satu demi satu Nathan melangkahkan kakinya menaiki anak tangga menuju ke arah kamarnya begitu pula dengan Quenby dirinya ingin istirahat karena tenaganya terkuras habis untuk bertarung.
" Badanku pegel banget." Ucap Cantika sambil memijat lengannya.
" Aku pijatin ya." Ucap Robert.
" Bantu pijat pasti larinya kemana - mana." Ucap Cantika cemberut.
" Hehehe... Sekali - kali menyelam minum air." Ucap Robert sambil terkekeh geli melihat wajah istrinya yang cemberut sangat menggemaskan kemudian berdiri dan menarik tangan istrinya dengan lembut.
" Mommy, Kasandra masih di rumah sakit atau sudah berada di mansion?" Tanya Aska.
" Ada di kamarnya, katanya kepalanya pusing ingin istirahat, tadi pulang bersama kami." Ucap mommy Gloria.
" Kalau begitu Aska mau melihat istriku." Ucap Aska sambil berjalan menaiki anak tangga.
" Kami juga mau istirahat dulu mom." Ucap Robert.
" Istirahatlah." Ucap mommy Gloria.
Tuan Robert bersama istrinya Cantika dan Aska berjalan ke arah anak tangga menuju ke kamar mereka masing - masing sedangkan mommy Gloria, daddy Thomas, Aleandro, Maximus dan Yohanes masih duduk di ruang keluarga.
" Daddy mendengar mobil box milik kita di tabrak oleh truk tronton dan ke dua anak buah kita bersama para penjahat meninggal di tempat." Ucap daddy Thomas.
" Iya dad." Jawab Aleandro.
" Mommy mengira kejadian kemarin sudah berakhir tapi ternyata perkiraan mommy salah." Ucap mommy Gloria sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
Grep
__ADS_1
" Maafkan daddy yang belum bisa menjaga mommy dan anak - anak kita." Ucap daddy Thomas sambil memeluk istrinya dari arah samping dengan perasaan bersalah.
Kesedihan daddy Thomas melihat istrinya bersedih membuat daddy Thomas merasa gagal menjadi seorang kepala rumah tangga yang seharusnya melindungi keluarganya dari marabahaya.