Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Bukan Dokter Lagi


__ADS_3

" Kata tante Katarina, aku terpaksa berhenti menjadi dokter karena efek dari racun yang diberikan oleh wanita itu," ucap Jessica


" Sekarang aku menjadi orang biasa bukan dokter lagi, jadi jika seandainya mommy dan daddy tidak setuju jika kami menikah Jessica mengerti dan tidak marah ataupun dendam. Jessica hanya bisa mendoakan semoga mommy, daddy dan anak - anak mommy dan daddy selalu bahagia begitu pula dengan kak Jimmy," sambung Jessica sambil tersenyum walau hatinya terluka karena Jessica sudah mulai menyukai Jimmy.


" JImmy," panggil mommy Maya dan daddy Nathan tanpa menjawab ucapan Jessica


" Iya dad, mom." jawab Jimmy


" Apakah kamu mencintai Jessica baik kelebihan dan kekurangan?" tanya daddy Nathan


" Jimmy sangat mencintai Jessica baik kelebihan maupun kekurangan dan aku sebagai seorang kakak mengucapkan terima kasih karena berkatmu adik kesayanganku Sela sampai sekarang masih hidup," ucap Jimmy


" Memang Sela kenapa Jim?" Tanya Delon yang belum tahu kejadian di rumah sakit.


" Memang Sela kenapa kak?" tanya Sela dan Seli bersamaan.


" Beberapa hari yang lalu ada wanita yang memakai pakaian seragam dokter ingin menyuntikan racun ke dalam botol infus Sela namun ketahuan oleh Jessica dan Jessica berusaha merebutnya dan akhirnya wanita itu menyuntikan racun ke dalam tubuh Jessica," jawab daddy Nathan.


" Maafkan Sela ya kak, gara - gara Sela kakak tidak bisa menjadi dokter lagi," ucap Sela merasa bersalah


" Tidak apa - apa yang penting kamu baik - baik saja," ucap Jessica sambil tersenyum.


" Kak Jessica cinta sama kak Jimmy kan?" tanya Seli tiba - tiba


" Tentu saja suka tapi cinta itu tidak harus saling memiliki terlebih Jessica bukan lagi dokter," Jawab Jessica sambil masih tersenyum.


" Putraku sangat mencintaimu dan kami sebagai orang tuanya menyetujui hubungan kalian dan mulai besok keluarga besar kami akan datang ke rumahmu untuk melamar mu," ucap mommy Maya


" Kami tidak perduli kamu tidak lagi menjadi dokter karena sebagai seorang istri mengurus rumah tangga, adik kembarku yang dulu juga seorang dokter tapi setelah menikah dan mempunyai anak - anak berhenti berkerja," sambung daddy Nathan


" Terima kasih mommy dan daddy yang telah merestui hubungan kami," ucap Jessica sambil tersenyum bahagia karena mendapatkan restu dari ke dua calon mertuanya.


" Sama - sama," jawab mommy Maya dan daddy Nathan


" Sekarang Jessica dan Jimmy pergilah ke toko perhiasan dan yang lainnya untuk acara lamaran Jessica," ucap mommy Maya.

__ADS_1


" Baik mom," jawab Jimmy dan Jessica serempak


Jimmy dan Jessica serempak turun dari Sofa kemudian mencium punggung mommy Maya, daddy Nathan dan Delon secara bergantian kemudian mereka pergi meninggalkan ruangan tersebut.


" Mommy ngantuk dad mau istirahat," ucap mommy Maya sambil turun dari sofa kemudian berdiri.


" Daddy ikut temani mommy," ucap daddy Nathan sambil ikut turun dari sofa kemudian berdiri.


" Oh ya untuk Seli dan Albert, kalian berdua pergilah ke rumah orang tua Albert untuk membicarakan tentang pernikahan kalian mau diadakan kapan," ucap mommy Maya.


" Baik mom," jawab Seli dan Presdir Albert serempak


Seli dan Presdir Albert serempak turun dari sofa kemudian mencium punggung mommy Maya, daddy Nathan dan Delon secara bergantian kemudian mereka pergi meninggalkan ruangan tersebut.


" Delon dan Lemos kapan kalian bawa kekasih?" tanya daddy Nathan


" Belum ada yang bikin jantung Delon berdebar dad," ucap Delon


" Kalau Lemos ada yang bikin jantung Lemos berdebar tapi Lemos tidak tahu apakah itu cinta atau bukan," jawab Lemos


" Siapa nama gadis itu nanti mommy dan daddy akan menemuinya," ucap mommy Maya


" Kalau memang jodoh pasti tidak akan kemana," ucap daddy Nathan


" Betul kata daddy," jawab mommy Maya


" Oh ya Axel dan Sela kalian berdua istirahatlah apalagi Sela baru pulang dari rumah sakit," ucap daddy Nathan sambil memeluk istrinya dari samping dan berjalan meninggalkan mereka.


" Iya dad," jawab Presdir Axel dan Seli serempak.


Presdir Axel dan Seli ikut turun dari sofa dan berjalan ke arah tangga menuju ke arah kamar mereka begitu pula dengan Delon dan Lemos berjalan menuju ke kamarnya masing - masing.


Ceklek


Presdir Axel membuka pintu kamarnya dengan lebar kemudian Sela dengan gugup masuk ke dalam kamar mereka dan melihat sekeliling ruangan dan melihat foto pernikahannya dengan Presdir Axel membuat Sela berjalan ke arah foto yang berukuran besar.

__ADS_1


" Itu foto pernikahan kita dan saat itu kamu bilang ingin memasang foto itu di kamar kita," ucap Presdir Axel


Sela menatap dengan serius foto pernikahannya hingga Sela memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit ketika melihat bayangan hitam melangsungkan acara pernikahan membuat Sela berteriak kesakitan.


Grep


" Ssttttt... jangan di paksa pelan - pelan saja," ucap Presdir Axel sambil memeluk Sela


" Maaf," ucap Sela sambil berusaha melepaskan pelukan Presdir Axel.


Tidak apa - apa," jawab Presdir Axel sambil tersenyum dan berharap istrinya ingat akan dirinya.


" Aku ingin tidur," ucap Sela sambil berjalan ke arah ranjang.


" Kakak juga ingin tidur," ucap Presdir Axel sambil ikut berjalan ke arah ranjang.


Sela berbaring di ranjang sedangkan Presdir Axel melepaskan dasi, jas dan kemeja namun baru membuka dua kancing kemeja Sela protes.


" Kak Axel mau ngapain?" tanya Sela sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.


" Mau tidur, memangnya kenapa?" tanya Presdir Axel sambil membuka kancing ke tiga.


" Kenapa kak Axel membuka kemeja?" tanya Sela


" Selama ini kak Axel tidur selalu menggunakan boxer," jawab Presdir Axel sambil membuka kancing kemeja terakhir dan membuangnya secara asal.


" Tapi Sela tidak terbiasa tidur sama pria apalagi hanya menggunakan boxer." ucap Sela sambil memberikan guling sebagai pembatas kemudian membelakangi Presdir Axel.


" Sekarang biasakan tidur karena setiap kita tidak tidur maka kakak akan seperti ini," ucap Presdir Axel sambil membuka pengait celana.


" Terserah kak Axel yang penting Sela sudah memberikan pembatas dan jangan pernah melanggar pembatas jika di langgar maka kita tidur di kamar terpisah," ancam Sela.


" Ok," jawab Presdir Axel singkat sambil membuang celana panjang hitam secara asal kemudian berbaring di ranjang di samping Sela.


Tidak berapa lama Sela sudah tertidur dengan pulas sedangkan Presdir Axel hanya bisa menatap punggung Sela karena Sela masih membelakangi dirinya hingga beberapa saat Presdir Axel ikut memejamkan matanya namun belum ada dua menit tubuhnya di peluk layaknya guling dan dirinya tahu siapa pelakunya.

__ADS_1


Presdir Axel membuka matanya dan melihat wajah Sela sangat dekat dengan wajahnya dan bibir mereka nyaris bersentuhan membuat Presdir Axel dengan perlahan mendekatkan bibirnya ke bibir Sela kemudian mengecupnya singkat kemudian kembali memejamkan matanya dan membalas pelukan Sela.


( " Aku ingin me lu mat bibirmu tapi aku harus bisa menahan diriku untuk tidak melakukannya karena aku tidak ingin kita tidur terpisah, semoga kamu segera sadar dan kita bisa bersama kembali," ucap Presdir Axel dalam hati ).


__ADS_2