Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Aku Sangat Puas


__ADS_3

Merekapun makan dalam diam tanpa bicara sedikitpun. Nathan tersenyum bahagia melihat istrinya makan dengan lahap hingga makanan habis tanpa sisa.


" Sayang masakanmu sangat enak." Puji Maya


" Kamu tahu sayang hanya keluargaku dan kamu yang merasakan masakan buatanku." Ucap Nathan.


grep


cup


Maya langsung berdiri dan memeluk suaminya kemudian mengecup pipi suaminya.


" Terima kasih banyak sayang aku sangat bahagia suamiku mau memasakkan untukku." Ucap Maya.


" Aku juga bahagia menikah denganmu." Ucap Nathan sambil membalas pelukan istrinya.


Maya hanya tersenyum dan melepaskan pelukannya. Maya mengangkat piring kotor namun Nathan melarangnya.


" Biar kakak saja yang mencuci piring, sayangku istirahat saja di kamar." Ucap Nathan


" Tapi kak..." Ucapan Maya terpotong oleh Nathan.


" Tidak terima penolakan." Ucap Nathan dengan nada tegas.


Maya hanya menganggukkan kepalanya kemudian berjalan menaiki anak tangga menuju ke arah kamar mereka sedangkan Nathan mulai membersihkan meja makan dan mencuci piring dan gelas yang kotor.


Lima belas menit kemudian Nathan sudah selesai melakukan pekerjaan rumah dan langsung berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamarnya sambil membayangkan istrinya melakukan seperti apa yang dikatakan oleh Mbah google.


" Rasanya seperti apa ya? Karena aku belum pernah merasakannya." Ucap Nathan.


ceklek


Nathan membuka pintu kamar dan melihat istrinya sedang duduk di sofa dengan wajah serius menatap ponselnya. Nathan berjalan ke arah istrinya sedangkan Maya sama sekali tidak mendengar suara langkah kaki Nathan karena Maya menggunakan handset.


" Sayang." Panggil Nathan


hening


Nathan menyentuh tangan Maya membuat Maya terkejut dan menatap wajah tampan suaminya.


" Astoge sayang, senang banget ngagetin istrimu." Ucap Maya hingga ponselnya terjatuh dan berhasil di tangkap oleh suaminya.


Nathan tersenyum melihat Maya mengusap dadanya berulang-ulang.

__ADS_1


" Lihat apa sih." Ucap Nathan penasaran sambil melihat ponsel milik istrinya.


" Jangan." Ucap Maya panik sambil berdiri.


Maya berusaha mengambil ponsel miliknya yang di pegang oleh Nathan tapi Nathan yang tahu ponsel milik istrinya akan di rebut langsung mengangkatnya dengan tinggi membuat Maya tidak bisa mengambil karena tubuh Nathan lebih tinggi dari istrinya yang selisih dua puluh satu inchi.


" Sayang, kembalikan ponselnya." Pinta Maya.


" Ambil saja kalau bisa." Goda Nathan


Maya langsung terdiam sambil berfikir hingga dirinya mempunyai ide.


" Aduh perutku." Ucap Maya sambil memegangi perutnya dengan wajah menahan sakit.


" Sayang, perutmu kenapa?" Tanya Nathan panik sambil meletakkan ponselnya di meja kemudian menyentuh perut istrinya.


" Tidak tahu sayang kok perutku terasa..." Ucap Maya menggantungkan kalimatnya sambil berjalan ke arah ponselnya yang dekat dengan Nathan.


" Terasa apa sayang?" Tanya Nathan masih panik


" Terasa... Kenyang.. hehehe." Ucap Maya dengan men jeda kalimatnya sambil tertawa terkekeh-kekeh dan mengambil ponselnya.


" Auch sakit sayang." Ucap Maya ketika Nathan menarik hidung istrinya kemudian melepaskannya.


" Biarin, salah siapa kak Nathan ingin tahu apa yang aku baca." Jawab Maya sambil mematikan ponsel miliknya.


" Biar suamiku tidak tahu apa yang aku baca dan aku tonton." Ucap Maya keceplosan.


" Memang sayangku baca dan nonton apa sampai suamimu tidak boleh menonton?" Tanya Nathan penasaran.


" Ada deh, aku mau ke kamar mandi." Ucap Maya sambil meletakkan ponselnya ke meja meninggalkan suaminya sendirian.


" Aku tadi sempat melihat sekilas wanita itu memainkan adik kecil milik pria itu dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Membuat aku tidak sabar ingin merasakannya seperti apa." Ucap Nathan sambil berjalan ke arah ranjang dan bersandar di kepala ranjang.


ceklek


Maya membuka pintu kamar mandi dan melihat suaminya sedang memejamkan matanya. Maya berjalan ke arah suaminya kemudian duduk di sampingnya bersamaan Nathan membuka matanya.


" Sayang tidak sikat gigi?" Tanya Maya


" Nanti saja sayang, aku mengantuk ingin tidur sebentar." Jawab Nathan berbohong.


" Sayang, mandi dulu baru tidur." Ucap Maya.

__ADS_1


" Baiklah aku akan ke kamar mandi dulu." Ucap Nathan sambil bangun dari ranjangnya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


" Haruskah aku melakukannya? Tapi kalau bau bagaimana? Bisa-bisa aku mual mencium baunya dan yang ada suamiku akan sedih jika berhenti melakukannya tapi suamiku sangat baik padaku dan aku tahu suamiku hari ini sedang ma*i - ma*an menahan hasratnya karena aku tahu pasti sangat sulit untuk menahan hasrat yang tinggi sebab sehari bisa berkali-kali melakukan hubungan suami istri." Ucap Maya sambil berfikir melakukan atau tidak.


ceklek


Nathan membuka pintu kamar mandi dengan menggunakan jubah handuk dan berjalan ke arah Maya sedangkan jantung Maya berdetak kencang.


( " Kenapa jantungku berdetak kencang, seperti pengantin baru saja padahal kami kan juga sudah menikah dan sering melihat suamiku yang paling tampan." Ucap Maya dalam hati )


" Sayang, kenapa wajahmu memerah, sayangku sakit?" Tanya Nathan sambil telapak tangannya diarahkan ke kening istrinya.


grep


" Tidak sayang, aku ingin tidur badanku lelah." Ucap Maya sambil menahan tangan suaminya.


Nathan hanya menganggukkan kepalanya sedangkan Maya berbaring di ranjang.


" Sayang, tidak pakai baju?" Tanya Maya


" Tidak aku ingin tidur pakai jubah handuk." Jawab Nathan sambil berbaring di ranjang.


Maya memiringkan tubuhnya agar menatap suaminya sedangkan suaminya pura-pura memejamkan matanya. Maya menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian bangun dari ranjang dan duduk di ranjang sambil menatap suaminya yang memejamkan matanya.


Dengan tangan gemetar tangan kanan Maya menarik tali jubah handuk dan terlihat dengan jelas junior milik suaminya yang sudah mulai agak menegang.


" Astoge, suamiku tidak memakai celana dal*m." Gumam Maya sambil menggelengkan kepalanya.


Nathan yang pura - pura memejamkan mata hanya bisa menahan tawa yang mendengar gumaman Maya karena dirinya ingin tahu apa yang akan dilakukan istrinya selanjutnya.


Maya menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil memandangi junior milik suaminya.


" Bayangin ngemut lolipop, semangat Maya." Ucap Maya menyemangati dirinya.


Nathan yang mendengar itu berusaha mat*i - ma*ian untuk tidak tertawa dan masih memejamkan matanya sedangkan tangan kanan Maya diarahkan ke junior suaminya dan mulai memainkannya sambil wajah Maya mendekati junior milik suaminya yang lumayan berukuran besar.


Nathan mencengkram ke dua tangannya ketika juniornya dimainkannya namun dirinya sudah tidak kuat untuk tidak mengeluarkan lenguhan ketika juniornya masuk ke dalam mulut Maya walau tidak semuanya. Maya yang mendengar lenguhan suaminya membuatnya semangat hingga setengah jam kemudian juniornya mengeluarkan laharnya.


" Uhuk uhuk uhuk uhuk." Maya terbatuk-batuk ketika lahar milik suaminya masuk ke dalam suaminya.


Maya langsung turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan mulutnya sedangkan suaminya membuka matanya sambil menatap istrinya ke arah kamar mandi.


" Enak banget ternyata." Ucap Nathan sambil membersihkan sisa laharnya kemudian turun dari untuk membersihkan juniornya.

__ADS_1


cup


" Terima kasih banyak sayang, aku sangat puas." Ucap Nathan ketika istrinya keluar dari kamar mandi kemudian mengecup keningnya dengan lembut.


__ADS_2