Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Tumben kamu perduli?


__ADS_3

" Tumben kamu perduli?" tanya paman Fico dengan nada terkejut begitu pula dengan Aska karena mereka tahu Lemos tidak pernah perduli dengan orang lain kecuali keluarganya.


" Aku tidak tahu paman kenapa aku perduli karena itu tolong putar balik paman," pinta Lemos mengulangi perkataannya.


" Baiklah," jawab Fico singkat sambil memutar balik arah dan untunglah tempat tersebut sepi.


Fico menghentikan mobilnya kemudian mereka bertiga turun dan berjalan ke arah mereka, ke tiga pria tampan tersebut langsung membantu ke tiga gadis tersebut.


Bantuan ke tiga pria tampan tersebut sangat berarti untuk ke tiga gadis tersebut hingga akhirnya tidakĀ  membutuhkan waktu lama para penjahat babak belur tergeletak di jalan raya tidak berdaya.


" Terima kasih tuan - tuan," ucap salah satu gadis tersebut.


" Hmmmm...." jawab ke tiga pria tampan tersebut berupa deheman kemudian membalikkan badannya meninggalkan ke tiga gadis tersebut.


" Kami sangat berhutang budi pada tuan - tuan dan suatu saat nanti aku akan membalas kebaikan tuan - tuan," ucap gadis itu lagi dengan setengah berteriak karena ke tiga pria tampan tersebut berjalan agak menjauh.


" Sombong sekali," ucap ke dua gadis tersebut dengan suara angkuh.


" Jangan begitu, mereka bertiga sudah menolong kita jadi sudah selayaknya kita mengucapkan terima kasih," jawab gadis tersebut dengan nada masih lembut.


" Tanpa pertolongan mereka kita juga bisa melawan mereka," ucap gadis ke dua.


" Betul sekali, tapi ngomong - ngomong mereka sangat tampan, hatiku jadi meleleh," ucap gadis ke tiga


" Dasar kecentilan," ucap gadis ke dua


" Biarin, yang satu masih muda sepertinya selisih dengan umur kita 1 atau 2 tahun dan yang dua lagi sepertinya selisih dengan umur kita delapan belas atau sembilan belas tahun tapi kayaknya lebih hot daripada yang masih muda." celetuk gadis ke tiga.


" Dasar ge lo," ucap gadis pertama dan ke dua sambil berjalan ke arah mobil begitu pula dengan gadis ke tiga.


Tanpa sepengetahuan mereka kalau Lemos, Fico dan Aska mendengar percakapan mereka walau jaraknya agak jauh tapi pendengaran mereka sangat tajam sekali mereka membuka pintu mobil dan masuk ke dalam meninggalkan tempat tersebut menuju ke rumah sakit.


" Paman, apa maksud perkataan gadis tadi kalau ke dua paman lebih hot dari pada aku?" tanya Lemos polos

__ADS_1


Peletak


" Maksudnya begini kalau .... Aduh,'' ucapan Aska terpotong karena mendapatkan jitak kan dari Fico dengan menggunakan tangan kirinya karena tangan kanannya digunakan untuk memegang kemudi.


" Lemos masih polos kamu jangan ngajarin yang tidak benar," ucap Fico


" Kan Lemos bertanya dan sebagai paman yang baik aku hanya ngasih tahu," protes Aska


" Aku akan bilang ke Kasandra kalau suaminya mengajari ponakannya yang tidak benar," ancam Fico sambil masih mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


" Aish... Menyebalkan," gerutu Aska.


Fico tidak memperdulikannya sedangkan Lemos yang melihat ke dua pamannya bertengkar hanya diam sambil memejamkan matanya dan entah kenapa bayangan gadis yang tersenyum padanya tiba - tiba hadir membuat Lemos membuka matanya dan menatap jalan raya yang hanya dilalui beberapa mobil dari balik jendela mobil.


" Sepertinya ada yang kamu pikirkan?" tanya Aska melihat sikap Lemos yang tidak seperti biasanya.


" Aku memikirkan mommy, daddy dan adik kembarku Sela," jawab Lemos yang tiba - tiba teringat dengan orang - orang yang sangat disayanginya.


" Oh ya pas tadi kamu mandi, tante mu memberikan kabar kalau tadi Sela sempat dinyatakan meninggal...." ucapan Aska terpotong oleh Lemos


" Mommy dan daddy mu masuk ke ruang ICU sedangkan Sela yang sempat dikatakan meninggal dan dokter ingin mencabut selang pernafasan di larang oleh Axel karena Axel menganggap kalau Sela masih hidup dan syukurlah ada keajaiban Sela masih hidup sekarang dipindahkan ke ruang ICU dijadikan satu dengan ke dua orang tuamu," jawab Aska menjelaskan.


" Syukurlah kalau Sela baik - baik saja karena kalau terjadi sesuatu dengan Sela aku akan mem bu nuh Axel dan aku tidak perduli jika keluargaku melarang ku," jawab Lemos sambil menggenggam ke dua tangannya dengan erat.


" Oh ya satu lagi sebelum kejadian itu terjadi Sela mengatakan agar kalian rukun dengan Axel dan menjadikan Axel sebagai pengganti dirinya," ucap Aska


" Aku tidak perduli paman karena mereka berdua bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi," ucap Lemos


" Lemos, kecelakaan yang menimpa ke dua orang tuamu dan Sela adalah perbuatan Dita sedangkan Axel hanya korban dari kebohongan ayahnya," jawab Aska berusaha menasehati ponakannya.


" Tapi paman..." ucapan Lemos terpotong oleh Fico yang sejak tadi hanya mendengarkan percakapan antara Aska dengan Lemos.


" Apa yang dikatakan paman Aska benar tidak semuanya salah Axel karena Axel tidak tahu kalau yang mem bu nuh ibunya adalah ayah kandungnya dengan di bantu ibu tirinya sekaligus adik tiri ibunya," ucap Fico

__ADS_1


Walau Fico dan Aska seorang psychophat tapi mereka berdua tahu mana orang yang pantas di bela dan mana yang tidak pantas untuk di bela seperti Sela yang baru saja menemui ajalnya. Lemos yang mendengarkan ucapan ke dua pamannya hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian diam begitu pula dengan ke dua pamannya.


Singkat cerita kini mereka sudah sampai di rumah sakit dan berada di ruang ICU di mana masih ada Aleandro, Delon, Jimmy, Seli dan Presdir Axel yang masih setia menggenggam tangan Sela sambil mengecup punggung tangan istrinya.


" Kalian sudah datang," ucap Aleandro


" Iya kak, lebih baik kak Aleandro pulang sekalian antar Seli karena aku melihat Seli sangat lelah," ucap Fico


Aleandro menatap ke arah Seli dan memang benar wajah ponakannya terlihat sangat lelah karena belum istirahat seharian berada di rumah sakit bersama keluarga besarnya dan kekasihnya Presdir yang bernama Albert dan kini Presdir Albert sudah pulang bersama keluarganya.


" Baiklah kakak akan pulang bersama Sela," ucap Aleandro


" Delon dan Jimmy kalian juga pulang biarkan kami yang berjaga di sini," ucap Aska


" Tapi paman, Delon masih ingin menemani mommy, daddy dan Sela," ucap Delon.


" Jimmy juga masih ingin di sini paman," sambung Jimmy.


" Besok pagi kalian ke sini menggantikan kami," ucap Fico dengan nada tegas karena dirinya tidak ingin ponakannya sakit.


" Benar yang di katakan oleh paman Fico lebih baik kalian ikut paman pulang," ucap Aleandro.


" Baik paman," jawab Delon dan Jimmy serempak.


" Axel, kami pulang dulu apakah kamu juga ingin pulang?" tanya Aleandro


" Tidak paman, Axel masih ingin menemani Sela," jawab Presdir Axel


" Paman Aleandro, kak Delon, kak Jimmy dan Seli hati - hati di jalan," sambung Presdir Axel.


" Ok," jawab Aleandro singkat


Aleandro, Delon, Jimmy dan Seli berpamitan kemudian keluar dari ruangan ICU hingga mereka melihat seorang dokter cantik bersama ke dua perawat mendorong brangkar di mana tergeletak seorang pria terluka yang tubuhnya mengeluarkan darah segar kemungkinan besar mengalami kecelakaan.

__ADS_1


" Maaf tuan," ucap dokter cantik tersebut dengan ramah sambil tersenyum ke arah Aleandro, Delon, Jimmy dan Seli.


__ADS_2