Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Sela dan tuan Axel 2


__ADS_3

" Memang benar, lalu memangnya kenapa?" tanya tuan Axel dengan nada santai.


" Apakah selama ini banyak yang di pecat?" tanya Sela tanpa menjawab pertanyaan tuan Axel.


" Tentu saja banyak, memangnya kenapa?" tanya tuan Axel dengan nada yang masih santai.


" Kalau begitu anggap saja saya melakukan kesalahan tiga kali," jawab Sela sambil berdiri.


" Maksudmu kamu ingin berhenti berkerja?" tanya tuan Axel dengan wajah terkejut karena banyak orang yang berlomba - lomba untuk bisa berkerja di perusahaan tapi Sela malah sebaliknya.


" Benar, sekali," jawab Sela sambil membalikkan badannya dan melangkahkan kakinya ke arah pintu.


" Biasanya orang banyak berlomba - lomba berkerja di perusahaan ku tapi kenapa kamu tidak?" tanya tuan Axel dengan wajah seakan tidak percaya apa yang didengarnya.

__ADS_1


" Tidak semua orang itu sama karena bagiku jika aku mempunyai seorang atasan dan atasanku berbuat semena - mena terhadap para anak buahnya lebih baik aku mengundurkan diri," jawab Sela tanpa ada rasa takut sedikitpun sambil membalikkan badannya menatap tuan Axel dengan penuh rasa kecewa.


" Sela!!!" bentak tuan Axel sambil berdiri dan menatap nyalang ke arah Sela.


Tuan Axel sangat marah karena baru kali ini ada orang yang berani mengatakan dirinya melakukan perbuatan semena - mena terhadap para anak buahnya.


" Apa karena tuan seorang penguasa maka bisa semena - mena terhadap orang yang lebih rendah? Ingat tuan di atas langit masih ada langit," ucap Sela dengan nada naik setengah oktaf.


" Sela!!! Baru kali ini ada wanita yang berani sama aku, apa kamu tidak takut jika seandainya aku menghancurkan dirimu dengan cara kamu tidak berkerja di mana pun kamu akan melamar pekerjaan baik di perusahaan besar maupun di perusahaan kecil," ancam tuan Axel.


" Apakah kamu sudah membaca peraturan perusahaan jika seandainya belum berkerja selama satu tahun maka akan dikenakan penalti sebanyak satu milyar?" tanya tuan Axel sambil menahan amarahnya.


Sela langsung berjalan ke arah meja tuan Axel untuk mengambil dokumen tersebut dan membacanya lebih teliti hingga dirinya melihat poin terakhir yang belum sempat di bacanya karena dirinya sangat kesal mengenai masalah Surat Peringatan. Sela mengangkat kepalanya kemudian menatap tuan Axel dengan tatapan tajam begitu pula sebaliknya.

__ADS_1


" Aku akan membayar biaya penalti satu milyar," jawab Sela.


" Apakah dengan menjual tubuhmu?" hina tuan Axel


Sela memejamkan matanya sambil menahan amarahnya yang hampir ke ubun - ubun karena perkataan tuan Axel menginjak - injak harga dirinya setelah amarahnya mulai berkurang Sela menatap tuan Axel dengan tatapan tajam.


" Tuan hebat sekali bisa tahu kalau saya akan menjual tubuhku, apakah tuan sering membeli para wanita untuk memuaskan ha srat tuan?" tanya Sela dengan nada merendahkan tuan Axel.


Tuan Axel yang tidak bisa menahan amarahnya ketika mendengar perkataan Sela membuat tuan Axel berjalan ke arah Sela membuat Sela bersiap - siap karena dirinya merasa yakin kalau dirinya akan di serang.


Sesuai perkiraan Sela kalau tuan Axel mengangkat tangannya ingin menampar Sela membuat Sela menangkap tangan tuan Axel sebelum mendarat di pipinya hingga mereka pun berkelahi saling menghindar dan saling memukul .


Hingga tiga menit kemudian Sela yang sedang menghindar dari pukulan tuan Axel tiba - tiba kehilangan keseimbangan karena Sela menggunakan sepatu hak tinggi hal itu membuat Sela menarik tangan tuan Axel agar dirinya tidak jatuh ke belakang sedangkan tuan Axel yang tangannya di tarik sangat terkejut dan belum ada persiapan akhirnya juga ikut kehilangan keseimbangan.

__ADS_1


Bruk                                      Bruk


" Akhhhhhhhhhhh..." teriak Sela kesakitan.


__ADS_2