Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Tujuh Bulan Kemudian


__ADS_3

Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya kehidupan keluarga daddy Thomas selalu harmonis dan tidak ada musuh yang menyerang mereka.


Perut Maya sudah besar dan tinggal menunggu dua bulan lagi Maya akan melahirkan membuat Maya, Nathan dan keluarga besarnya tidak sabar menunggu anggota baru.


Seperti biasa semua berkumpul untuk mengobrol bersama di ruang keluarga setelah mereka selesai makan dan minum. Daddy Thomas dan mommy Laras tidak membeda - bedakan para menantunya karena semuanya di sayang seperti anak - anak mereka.


" Aurora wajahmu pucat? kamu sakit?" tanya mommy Gloria.


" Iya mom perutku dari tadi mual makanya makan hanya sedikit," ucap Aurora sambil  menyenderkan kepalanya di dada bidang suaminya.


" Biar aku periksa kak," ucap dokter Kasandra sambil berdiri.


" Benar kata Kasandra, sayangku cek siapa tahu masuk angin." ucap Yohanes dengan nada kuatir sambil membelai rambut Aurora.


" Baiklah," jawab Aurora sambil turun dari kursi.


Namun baru saja berdiri kepala Aurora terasa seperti berputar - putar membuat tubuh Aurora sempoyongan, Yohanes yang melihat istrinya sempoyongan langsung ikut turun dari kursi kemudian memeluk istrinya agar tidak ambruk ke lantai.


Grep


" Sayang kamu kenapa?" tanya Yohanes dengan nada kuatir.


" Kepalaku pusing sayang." ucap Aurora sambil kepalanya bersandar di dada bidang suaminya.


Setelah selesai berbicara tiba - tiba Aurora tidak sadarkan diri.

__ADS_1


" Sayang... Sayang..." panggil Yohanes yang merasakan tubuh Aurora berat kemudian menggendongnya ala bridal style.


" Ke ruang khusus perawatan saja yang lebih dekat," usul mommy Gloria mengingat kamar Yohanes dan Aurora berada di lantai tiga atas permintaan Aurora.


" Baik mom," jawab Yohanes.


Yohanes membawanya ke ruang perawatan yang tersedia di mansion milik ke dua orang tuanya dengan diikuti oleh dokter Kasandra dan mommy Gloria sedangkan yang lainnya masih melanjutkan obrolan mereka.


Dokter Kasandra mengecek kondisi Aurora dan setelah selesai dokter Kasandra memberikan minyak angin agar Aurora segera sadar.


" Kakak selamat ya," ucap dokter Kasandra setelah melihat kakak iparnya perlahan membuka matanya sambil mengulurkan tangannya ke arah Yohanes.


" Istriku sakit kok dikatakan selamat," ucap Yohanes dengan nada kesal.


" Istri kakak pingsan karena istri kakak lagi hamil," jawab dokter Kasandra dengan nada ikut kesal.


" Apa hamil??" tanya Yohanes tidak percaya apa yang di dengarnya.


" Iya hamil dan untuk memastikan usia kandungannya bisa di periksa di dokter kandungan," ucap dokter Kasandra.


Grep


" Kamu memang adikku yang terbaik," ucap Yohanes sambil memeluk dokter Kasandra


" Aduh sakit," Ucap Yohanes tiba - tiba ketika telinganya di jewer oleh Aska kemudian melepaskan pelukannya sambil memegangi telinganya.

__ADS_1


" Jangan meluk istriku, peluk istri kakak saja," pekik Aska sambil memeluk istrinya secara posesif.


" Sayang, Kak Yohanes itu kakak kembarku," protes dokter Kasandra sambil matanya mendelik ke arah suaminya.


Cup


" Aku tahu sayang tapi masalahnya aku cemburu sayang." ucap Aska kemudian mengecup pucuk kepala istrinya.


" Aish ngga kak Nathan dan Aska sama saja," Gerutu Yohanes sambil membantu istrinya duduk di kepala ranjang.


" Memang kenapa dengan kak Nathan?" tanya dokter kasandra.


" Kenapa namaku di sebut?" tanya Nathan tiba - tiba datang sambil memeluk istrinya.


" Waktu kak Maya pingsan di kantor aku memeluk kak Maya dan kak Nathan marah, kalau aku tahu kak Nathan marah mendingan aku biarkan saja kak Maya pingsan di lantai," ucap Yohanes dengan wajah di tekuk.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


🌹


Terima kasih sudah mampir di ceritaku.


Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :


__ADS_1


__ADS_2