
("Ada apa Lemos?" tanya daddy Nathan tanpa basa basi).
("Daddy, mobil kami di ikuti dan kami tidak tahu ada berapa mobil yang mengikuti kami," jawab Lemos).
("Apa?? Baik daddy akan pergi membantu kalian," ucap daddy Nathan).
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian berlanjut ke Presdir Axel untuk menghubungi papi Alvonso dan sambungan pertama langsung di angkat oleh papi Alvonso.
("Ada apa Axel?" tanya papi Alvonso tanpa basa basi).
("Kak tolong lacak gps ku dan retas cctv jalan raya," pinta Presdir Axel).
("Pasti mobil kalian di ikuti?" tebak papi Alvonso sambil meminta istrinya yang bernama mami Kelly untuk membuka laptop nya dan menyalakannya lewat kode tangannya).
("Benar kak dan kami tidak tahu apakah hanya satu mobil atau lebih," ucap Presdir Axel).
("Tekan tombol jam agar keluarga besar Alvonso dan keluarga besar Thomas bisa mengetahui posisi kalian!!!" perintah papi Alvonso).
__ADS_1
("Baik kak," jawab Presdir Axel patuh).
Tut Tut Tut
Tanpa membuang waktu Presdir Axel menekan tombol jam dan serempak keluarga besar Alvonso dan keluarga besar Thomas berbunyi nyaring begitu pula dengan jam tangan milik Delon, Lemos dan Presdir Axel.
"Kenapa kita selalu lupa kalau kita punya jam tangan untuk panggilan darurat ya?" tanya Delon pada dirinya sendiri.
"Iya benar, kenapa kita bisa lupa?" tanya Lemos pada dirinya sendiri.
"Mungkin kita panik dan takut jadi lupa," jawab Presdir Axel secara asal.
"Eh tunggu, sejak kapan mafia dan psikopat panik dan takut?" tanya Delon dan Lemos baru tersadar.
"Pfftttt..."
"Jangan tertawa," ucap Delon dan Lemos serempak lagi sambil menatap Presdir Axel dengan tatapan horor.
Glek
__ADS_1
Presdir Axel menelan salivanya dengan kasar karena mendapatkan tatapan horor dari ke dua kakak iparnya membuat Delon dan Lemos tertawa bersama dan tidak berapa lama Presdir Axel ikut tertawa. Tidak berapa lama mereka berhenti tertawa dan berubah menjadi serius dengan berfikir mencari cara untuk mengecoh para musuhnya.
"Ada tiga mobil hitam yang mengikuti kita," ucap Lemos sambil menengok ke arah belakang.
"Kita tidak tahu di dalam mobil ada berapa orang kalau seandainya satu mobil ada enam di kali tiga mobil berarti kemungkinan besar ada delapan belas orang," ucap Presdir Axel.
"Suara alarm jam tanda bahaya berhenti kemungkinan salah satu keluarga besar kita atau keluarga besar Alvonso dekat dengan kita dan tahu posisi kita," ucap Delon.
"Bisa jadi, terus apa yang kita lakukan?" tanya Presdir Axel sambil mengeluarkan pistolnya begitu pula dengan Lemos.
"Saat ini aku ingin bersenang - senang jadi lebih baik kita berhenti di jalan yang sepi," ucap Lemos yang mendadak matanya berubah menjadi merah tanda kalau jiwa psikopatnya sudah bangun.
"Lemos, kakak tidak ingin kesedihanmu kamu lampiaskan ke mereka," ucap Delon dengan nada kuatir.
"Benar kata kak Delon, lebih baik jangan karena bisa saja membuat kak Lemos terluka," sambung Presdir Axel.
Delon dan Presdir Axel tahu jika Lemos melampiaskan kesedihan ke mereka bisa saja Lemos ada titik kelemahannya yaitu di mana jika Lemos melawan para musuh dengan penuh semangat sedangkan musuh sangat banyak dan di saat itu pulalah Lemos mengalami rasa lelah.
Di saat itu jugalah Lemos mempunyai titik kelemahan di mana musuh bisa membaca kelemahan Lemos.
__ADS_1
"Hidupku sudah tidak berarti lagi jadi buat apa aku hidup," ucap Lemos kemudian menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk mengurangi rasa sesak nya.