Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Ide


__ADS_3

Aleandro dan dokter Kasandra yang merasa namanya di panggil memaksakan membuka matanya dan langsung meloncat dari tempat tidur membuat Cantika istri Aleandro, Aska, Katarina dan Mikael terkejut dan ikut memaksakan membuka matanya. Aleandro berjalan dengan langkah cepat menuju ke daddy Thomas sedangkan dokter Kasandra menuju ke mommy Gloria.


" Mommy sudah sadar? mana yang sakit mom?" tanya dokter Kasandra dan tidak berapa lama air matanya keluar karena dirinya sangat bahagia mommy Gloria sudah sadar.


" Daddy sudah sadar? mana yang sakit dad?" tanya dokter Kasandra dan tidak berapa lama air matanya keluar karena dirinya sangat bahagia daddy Thomas sudah sadar.


" Mommy baik - baik saja," ucap mommy Gloria.


" Daddy baik - baik saja," ucap daddy Thomas bersamaan.


" Haus," jawab mommy Gloria dan daddy Thomas bersamaan.


Aleandro dan dokter Kasandra mengambil gelas berisi air mineral yang sudah ada sedotannya, mereka berdua meminumnya hingga habis tanpa sisa kemudian Aleandro dan dokter Kasandra meletakkan kembali gelas tersebut di meja dekat ranjang mommy Gloria dan daddy Thomas.


" Oma dan opa kalian kemana?" tanya daddy Thomas sambil melihat sekeliling ruangan.


" Oma dan opa sudah meninggal dad," ucap Aleandro


Duar


Duar


Bagai petir di siang bolong mommy Gloria dan daddy Thomas sangat terkejut mendapatkan berita tersebut membuat daddy Thomas sangat sedih kehilangan ke dua orang tuanya sekaligus marah terhadap orang yang telah menabrak mobil mereka secara bersamaan.


" Kamu tidak bercanda kan Aleandro?" tanya daddy Thomas untuk lebih menyakinkan dirinya kalau apa yang didengarnya itu bohong atau hanya sebuah mimpi.


" Aleandro serius dad," ucap Aleandro sambil menggenggam tangan daddy Thomas.


" Ceritakan apa yang sebenarnya terjadi," pinta daddy Thomas


Aleandro pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi ketika kemudian berlanjut ke dokter Kasandra sedangkan daddy Thomas dan mommy Gloria dengan setia mendengarkan semua cerita ke dua anak kembarnya bersamaan pintu ruangan tersebut di buka. Maximus, Fico, Yonathan, Yohanes dan Cantika bersama suaminya yang bernama Aska menuju ke arah daddy Thomas dan mommy Gloria.


" Siapa pelakunya?" tanya daddy Thomas sambil menahan amarahnya.


" Alex Maximus,' jawab Maximus.

__ADS_1


" Apa? Alex Maximus?" tanya daddy Thomas dan mommy Gloria dengan nada terkejut.


" Ceritakan yang lebih rinci," pinta daddy Thomas


Maximus menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi sedangkan daddy Thomas menggenggam ke dua tangannya dengan erat menahan amarahnya sedangkan mommy Gloria sangat kaget apa yang diceritakan oleh putra ke duanya hingga Maximus selesai menceritakan semuanya.


" Kurang aj*r Alex, daddy akan membunuhnya karena telah membuat ke dua orang tuaku meninggal dunia." ucap daddy Thomas sambil duduk dan ingin melepaskan semua selang yang menempel di tubuhnya.


" Daddy, jangan." ucap mereka serempak sambil mereka menahan tangan daddy Thomas


" Lepaskan daddy, daddy ingin memberikan perhitungan sama Alex," ucap daddy Thomas sambil menahan amarahnya.


" Maaf dad, Kasandra mau mengecek kondisi daddy dulu." pinta dokter Kasandra sambil berjalan ke arah daddy Thomas.


Daddy Thomas hanya diam dan dokter Kasandra mengecek kondisi daddy Thomas setelah lima menit kemudian dokter Kasandra melepaskan satu persatu selang yang menempel di tubuh daddy Thomas termasuk selang infus.


" Kondisi daddy mulai membaik ini berkat pengobatan Katarina." ucap dokter Kasandra sambil menarik tangan Katarina.


" Baguslah, daddy akan membalas dendam ke Alex dan untuk Katarina terima kasih sudah menolong kami berdua," ucap daddy Thomas.


" Opa kalau ingin membalas dendam Katarina akan bantu opa bersama suamiku," ucap Katarina.


" Daddy, Katarina ini sangat pintar menggunakan kartu domino sebagai senjata menyerang musuh," puji Aleandro.


" Benar apa yang dikatakan kak Aleandro," jawab Maximus, Fico, Nathan, Yohanes, dokter Kasandra, Aska dan Robert serempak.


" Jangan memuji Katarina nanti Katarina terbang," ucap Mikael


" Hallo opa, saya Mikael suami Katarina apa yang dikatakan istriku kami akan membantu opa untuk membalaskan dendam terlebih penyerangan yang kemarin tidak terulang kembali," ucap Mikael.


" Benar kata Mikael, kita harus memberikan perhitungan pada Alex," ucap Aleandro sambil menahan amarahnya karena opa dan oma yang sangat disayanginya meninggal akibat ulah keji Alex Maximus.


" Kami juga akan membalaskan dendam karena telah membuat oma dan opa yang kami sayangi meninggal," ucap mereka serempak.


" Aku akan memberikan obat terakhir agar kondisi oma dan opa semakin membaik," ucap Katarina sambil mengeluarkan botol yang berisi obat dari tas miliknya.

__ADS_1


Katarina memberikan ke daddy Thomas sedangkan dokter Kasandra mengecek kondisi mommy Gloria kemudian melepaskan semua selang yang menempel di tubuhnya. Singkat cerita kini Katarina sudah memberikan obat tersebut ke daddy Thomas dan mommy Gloria.


" Kalau ingin menyerang markas Alex kita retas cctv terlebih dahulu baru bisa menyerang mereka," ucap daddy Alvonso mendekati mereka.


" Alvonso, terima kasih sudah menolong dan membantu keluarga besarku, kami sangat berhutang budi padamu," ucap daddy Thomas tanpa menjawab ucapan daddy Alvonso.


" Sesama manusia harus saling tolong menolong jadi kamu santai saja," ucap daddy Alvonso sambil memukul bahu daddy Thomas pelan.


" Kalian sangat baik pada keluarga besar kami dan kami akan membantu kalian jika membutuhkan tenaga kami," ucap daddy Thomas.


" Santai saja," jawab daddy Alvonso.


" Kamu dan istrimu terluka?" tanya daddy Thomas


" Iya kami terkena luka tembak tapi kami sudah membaik berkat Katarina." ucap daddy Alvonso


" Maafkan kami gara - gara membantu kami kalian berdua terluka," ucap daddy Thomas.


" Santai saja, lebih baik sekarang mandi dan berkumpul di ruang keluarga untuk merencanakan penyerangan ke markas Alex karena lebih cepat lebih baik," ucap daddy Alvonso.


" Benar katamu, kalian mandilah," perintah daddy Thomas pada anak - anak kembarnya dan juga para menantunya.


" Baik dad," jawab mereka serempak.


Mereka pun keluar dari ruangan tersebut menuju ke arah kamar mereka masing - masing untuk membersihkan diri hingga dua puluh menit kemudian mereka semua sudah berkumpul di ruang keluarga. Max dan Louis mengutak atik laptopnya sedangkan yang lainnya menunggu Max dan Louis dengan sabar hingga dua puluh menit kemudian max dan Louis sudah selesai mengutak atik laptopnya.


" Alex masih berada di markasnya dan merencanakan untuk menyerang mansion ini dan kini Alex sedang menunggu penembak jitu datang dari luar negri," ucap Max.


" Alex benar - benar," ucap daddy Thomas sambil menahan amarahnya.


" Aku ada ide," ucap mommy Laras.


" Ide apa mom?" jawab ke enam anak kembar dan ke enam menantunya serempak.


" Ide apa tante?" tanya anak - anak daddy Thomas dengan mommy Gloria serempak.

__ADS_1


__ADS_2