Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Maya sayang, kamu di mana?


__ADS_3

" Kakak jangan bicara seperti itu, kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di masa depan." ucap Yohanes sambil menepuk bahu Nathan dengan pelan.


" Maya sayang, kamu di mana?" gumam Nathan sambil menutup wajahnya dengan ke dua tangannya namun suara Nathan masih terdengar oleh Yohanes dan Aurora.


" Lebih baik kita cari kak Maya," ucap Yohanes.


" Cari di mana?" tanya Nathan


Yohanes langsung terdiam dirinya juga bingung mencari Maya di mana dan tidak berapa lama ponsel milik Nathan berdering membuat Nathan mengambil ponselnya yang di simpannya di kemejanya dan melihat tante Laras menghubungi dirinya membuat Nathan tersenyum bahagia.


( ' Nathan, datang ke tempat gedung tua Maya di sekap di gedung itu,' ).


( ' Baik tante, terima kasih banyak, ).


( ' Sama - sama, tante akan menghubungi kakakmu Aleandro untuk menyusulmu,' )

__ADS_1


( ' Baik tante, sekali lagi terima kasih,' )


( ' Sama - sama,' )


Tut                     Tut                           Tut


Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian Nathan langsung berdiri di ikuti oleh Yohanes dan Aurora menuju ke arah mobil.


" Tadi siapa yang menelepon kak?" tanya Yohanes penasaran.


" Apa???" pekik Yohanes dan Aurora serempak


" Kak Nathan biar aku saja yang mengendarai mobil," pinta Yohanes


Tanpa banyak bicara Nathan memberikan kunci mobil tersebut, Nathan duduk di kursi belakang sedangkan Yohanes duduk di kursi pengemudi dan di sampingnya Aurora.

__ADS_1


Yohanes mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi agar mereka cepat sampai di gedung tua sedangkan di tempat yang berbeda Maya perlahan membuka matanya dan melihat ke sekeliling ruangan yang terasa sangat asing baginya hingga dirinya mencium bau dupa dan melihat adik sepupunya yang menatapnya dengan penuh kebencian sambil menggunakan masker.


" Mila!!" pekik Maya sambil berusaha bangun namun tidak bisa karena ke dua tangan dan ke dua kakinya di ikat dengan tali hal itu membuat Maya hanya bisa duduk di lantai.


" Apa kabar kakakku sayang," ucap Mila sambil tersenyum devil.


" Apa yang kamu lakukan pada kakak? Apa salah kakak padamu?" tanya Maya


" Salahmu adalah kamu hidup dengan penuh kelimpahan materi dan kasih sayang yang sangat banyak dari orang tuamu selain itu kamu menikah dengan suami yang sangat tampan dan kaya raya sedangkan aku? hidupku selalu menderita dan apa yang aku inginkan tidak sesuai dengan apa yang aku impikan padahal aku tidak kalah cantik denganmu," ucap Mila sambil menatap Maya dengan penuh kebencian.


" Kalau ingin sepertiku seharusnya berusaha dan banyak berdoa bukan dengan iri hati. Karena rasa iri hati paman, tante dan kamu yang menutup mata hati kalian membuat Tuhan tidak mengabulkan keinginanmu. Selama ini keluargaku selalu memberikan bantuan ke orang tuamu bahkan orang tuaku menyekolahkan dirimu sampai ke luar negri bahkan memberikan mansion untuk tempat tinggal kalian. Apakah ini balasan yang aku terima?" tanya Maya dengan nada penuh kecewa.


" Aku yakin nasibku sial seperti ini pasti doamu, benar bukan?" tanya Mila yang tidak memperdulikan ucapan Maya.


" Aku tidak pernah berdoa jelek karena jika aku berdoa jelek maka doanya akan kembali padaku, sikap berprasangka buruk mu membuatmu jadi gelap mata," jawab Maya.

__ADS_1


" Aku tidak perduli dengan perkataan kakak karena yang pasti aku sangat membencimu ," jawab Mila dengan nada ketus.


__ADS_2