
Ceklek
Daddy Nathan membuka pintu kamar perawatan dengan wajah sendu dalam hatinya sangat terharu dengan ucapan istri dan anak - anak kembarnya membuat mommy Maya, Delon, Lemos dan Seli langsung berjalan ke arah daddy Nathan kemudian memeluknya.
"Kami sangat sayang daddy, jadi kami minta jangan pernah mengatakan untuk meninggalkan kami," ucap mommy Maya dan tidak berapa air matanya keluar.
"Jangan pernah tinggalkan kami dad," ucap mereka serempak.
"Terima kasih daddy sangat bahagia mendengarnya dan daddy berjanji untuk melindungi kalian semuanya," ucap daddy Nathan.
"Kami pun juga akan melindungi daddy dan mommy," ucap Delon.
"Betul sekali," jawab mereka serempak.
Daddy Nathan melepaskan pelukannya begitu pula dengan yang lainnya kemudian daddy Nathan berjalan ke arah Sela yang berbaring di ranjang sambil menatap sendu ke arah putrinya.
"Apakah masih ada yang sakit?" tanya daddy Nathan.
"Kepalaku masih pusing dad," jawab Sela.
"Mommy dan daddy bolehkah kak Axel pergi dari ruangan sini," pinta Sela yang enggan di sentuh oleh suaminya.
"Memangnya kenapa?" tanya daddy Nathan dan mommy Maya serempak.
"Karena Sela masih kesal dengan kak Axel," jawab Sela.
"Sayang, aku minta maaf," mohon Presdir Axel.
"Pergilah saat ini aku tidak ingin melhatmu," ucap Sela sambil memeluk perutnya yang mulai terasa kram.
"Sela kenapa dengan perutmu?" tanya mommy Maya.
"Perutku sakit mom," jawab Sela.
"Apa mungkin karena kak Sela lagi hamil makanya perutnya kram?" tanya Seli tiba - tiba.
"Apa?? Sela hamil?" tanya daddy Nathan, mommy Maya dan mami Kelly serempak.
"Kata dokter kak Sela hamil," ucap Seli.
"Aku hamil?" tanya Sela tidak percaya sambil tersenyum dan membelai perutnya yang masih datar.
"Iya kak," jawab Seli.
"Mommy sangat bahagia kandungannya kuat walau Sela jatuh dari tangga," ucap mommy Maya.
"Itu semua berkat kak Soraya yang menjadikan tubuhnya sebagai tamengnya jika tidak mungkin Sela sudah tiada bersama bayiku," ucap Sela dan tidak berapa lama air matanya keluar.
"Soraya, gadis yang sangat baik kita berhutang nyawa padanya tapi sayang nyawanya tidak dapat tertolong," sambung mommy Maya.
__ADS_1
"Maaf mom, dad, Lemos ingin keluar sebentar," ucap Lemos yang hatinya terasa sangat sakit dan bertambah bersalah terhadap Soraya.
"Aku temani," ucap Delon.
"Tidak usah kak, Lemos ingin sendiri," ucap Lemos sambil mengecup punggung mommy Maya, daddy Nathan dan mami Kelly secara bergantian kemudian membalikkan badannya meninggalkan ruangan tersebut.
"Delon, temani Lemos karena mommy sangat kuatir jika Lemos melakukan yang aneh - aneh," perintah mommy Maya.
"Baik mom, Delon pamit," ucap Delon patuh sambil mengecup punggung mommy Maya, daddy Nathan dan mami Kelly secara bergantian kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Lemos merasa sangat bersalah karena telah melukai Soraya," ucap daddy Nathan sambil memeluk mommy Maya dari arah samping.
"Benar sekali dad, kasihan Soraya seandainya Soraya masih hidup mommy akan memintanya untuk menjadikan menantu mommy," ucap mommy Maya sambil membalas pelukan suaminya.
"Kak Axel, pergilah," usir Sela kembali.
"Tapi ..." ucapan Presdir Axel terpotong oleh Sela.
"Jika tidak pergi juga maka aku yang akan pergi," ucap Sela sambil memegang infus untuk menariknya.
"Baik, aku akan pergi," ucap Presdir Axel pasrah.
"Oh ya ini ponsel milikmu," sambung Presdir Axel.
Presdir Axel memberikan ponsel ke Sela dan Sela langsung menerimanya tanpa mengeluarkan suara sedikitpun kemudian Sela memalingkan wajahnya ke arah samping seakan enggan menatap suaminya membuat Presdir Axel sangat sedih.
"Lebih baik kamu susul Delon dan Lemos," ucap mommy Maya.
"Sela, kamu tidak boleh begitu dengan Axel, Axel sangat menyesali atas kesalahan waktu itu," ucap mommy Maya.
"Tunggu, apakah Sela sudah mengingat kejadian waktu itu mom?" tanya daddy Nathan.
"Sudah dad," jawab mommy Maya
"Tapi Sela masih merasa sakit hati mom terlebih ketika mengetahui kalau kak Axel berniat ingin mencelakai keluarga kita," ucap Sela keceplosan.
"Kamu juga tahu?" tanya mommy Maya terkejut.
"Tahu mom," jawab Sela.
"Kenapa tidak cerita sama mommy?" tanya mommy Maya.
"Waktu itu Sela berfikir bisa membuat kak Axel tidak melanjutkan balas dendamnya tapi ternyata ..." ucap Sela menggantungkan kalimatnya.
"Sebenarnya Axel di fitnah oleh ayah kandungnya dan ibu tirinya kalau Ibu kandungnya di bu nuh oleh salah satu anggota keluarga kita padahal merekalah pelakunya,' ucap mommy Maya yang tidak menyebutkan siapa yang di fitnahnya.
"Axel sangat menyesali atas perbuatannya karena dirinya bersalah karena itu daddy dan mommy minta berikan kesempatan ke dua untuk Axel," sambung daddy Nathan.
"Sebelum kecelakaan itu terjadi, Sela ingin mengajukan cerai karena Sela sangat kecewa dengan kak Axel," ucap Sela.
__ADS_1
"Apa kamu tidak kasihan dengan anak yang kamu kandung? Dia sangat membutuhkan orang tua yang lengkap," ucap mommy Maya.
"Jangan turuti ego mu, lupakan masa lalu dan berikan kesempatan ke dua untuk suamimu," sambung daddy Nathan.
"Hidup Axel sangat menderita kurangnya kasih sayang dari Ayah kandungnya karena lebih menyayangi adik tirinya di tambah Ibu kandungnya meninggal waktu Axel masih kecil." ucap mommy Maya.
"Mommy dan daddy tahu dari mana?" tanya Sela.
"Dari rekaman cctv jadi mommy tahu semuanya," jawab daddy Nathan dan mommy Maya serempak.
Sela menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil memejamkan matanya sedangkan ke dua orang tuanya sangat berharap Sela mau memaafkan kesalahan Presdir Axel.
"Baiklah mom, Sela akan memberikan kesempatan ke dua untuk kak Axel," ucap Sela akhirnya.
"Sekarang kirim pesan ke Axel dan bilang jangan banyak pikiran," pinta mommy Maya.
"Baik mom," jawab Sela.
Sela mengambil ponselnya yang berada di sebelah ranjangnya kemudian mengetik pesan untuk suaminya : Aku berikan kesempatan ke dua dan aku minta tolong jaga kakak kembarku.
Selesai mengetik Sela mengirim pesan tersebut sedangkan mommy Maya mengambil mangkok berisi bubur untuk menyuapi Sela hingga lima menit kemudian Sela sudah makan bubur dan minum.
"Sekarang istirahat dan jangan banyak pikiran," ucap mommy Maya sambil membenarkan selimutnya.
"Iya mom,' jawab Sela patuh.
Sela memejamkan matanya dan tidak berapa lama Sela tidur dengan pulas nya, mommy Kelly menanyakan suaminya ke daddy Nathan setelah tahu mami Kelly pergi dari ruangan tersebut.
Daddy Nathan dan mommy Maya duduk di sofa sedangkan Seli dan Presdir Albert keluar dari ruang perawatan menuju ke arah kantin.
****
"Bagaimana keadaannya dok?" tanya seorang wanita paruh baya dengan nada kuatir.
"Kondisi pasien semakin kritis kita berdoa saja semoga ada keajaiban," ucap dokter tersebut.
"Maaf nyonya besar dan tuan besar, saya ingin mengecek pasien lainnya," pamit dokter tersebut.
"Daddy, putri kita," ucap wanita paruh baya dengan wajah sangat sedih sambil memeluk suaminya dari arah samping.
"Kita berdoa saja mom," ucap suaminya sambil membalas pelukan istrinya.
"Apa orang daddy tidak bisa melacak siapa yang melakukan terhadap putri kesayangan kita?" tanya istrinya.
"Tidak bisa mom, semua rekaman video cctv terhapus baik yang hari ini maupun yang kemarin," jawab suaminya.
"Seandainya mommy tahu siapa yang melakukannya mommy akan memberikan hukuman yang tidak pernah mereka bayangkan," ucap istrinya sambil menahan amarahnya.
"Ssttt.. Sudah mom lebih baik saat ini kita fokus dengan putri kita, semoga ada keajaiban untuk putri kita," ucap suaminya.
__ADS_1
"Benar kata daddy," ucap istrinya sambil berharap ada keajaiban.