Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Kalau aku kangen bagaimana?


__ADS_3

Nathan membaringkan istrinya di ranjang dengan perlahan kemudian melepaskan satu persatu pakaian miliknya hingga polos tanpa sehelai benangpun membuat Maya tidak berhenti menatap tubuh atletis suaminya tanpa berkedip terlebih melihat tombak sakti milik suaminya yang sudah tegak dengan sempurna.


" Pandanglah sepuasnya karena tubuhku ini adalah milikmu." Ucap Nathan sambil duduk di ranjang dan melepaskan satu persatu kancing kemeja milik istrinya yang sangat dicintainya.


" Sayang, tolong lepas infusnya ya." Pinta Maya


" Kenapa?" Tanya Nathan sambil melepaskan pakaian Maya.


" Biar lebih enak mainnya." Ucap Maya sambil tersenyum malu.


" Semakin lama kamu semakin nakal." Ucap Nathan sambil mencolek hidung mancung Maya.


" Nakal sama suami, bolehkan?" Goda Maya sambil mengedipkan matanya.


" Harus sama aku nakalnya karena aku tidak ijinkan istriku menggoda pria lain selain suamimu yang tampan ini." Ucap Nathan narcis sambil membuka resleting celana Maya.


" Sejak kapan suamiku yang tampan ini bisa senarcis ini?" Tanya Maya sambil mengangkat bokongnya agar suaminya menarik celana panjangnya.


" Sejak kenal dengan dirimu." Jawab Nathan sambil melepaskan perlahan jarum infus membuat Maya meringis menahan rasa sakit ketika jarum itu ditarik perlahan.


Setelah selesai Nathan menaiki tubuh Maya kemudian mencium bibir Maya sambil memainkan salah satu pucuk himalaya setelah hampir sepuluh menit pemanasan Nathan mulai menancapkan tombak saktinya ke bagian privasi Maya membuat Maya mengalungkan ke dua tangannya ke leher suaminya.


" Sayang, enak banget punyamu." Bisik Maya


" Punyamu juga enak sayang." Bisik Nathan sambil menggoyangkan pinggulnya secara berulang - ulang.


Maya merasakan nikmat yang luar biasa hingga mengalami orgas*e yang pertama, Nathan yang teringat di dalam perut istrinya ada anak mereka membuat dirinya tidak ingin berlama - lama melakukan hubungan sumi istri hingga setengah jam kemudian tombak sakti miliknya mengeluarkan cairan kental berwarna putih dan dimasukkan ke dalam rahim istrinya.


Cup


" Terima kasih sayang." Ucap Nathan kemudian mengecup bibir istrinya.


" Sama - sama sayang." Jawab Maya.


Nathan hanya tersenyum manis kemudian menggulingkan tubuhnya ke samping ranjang istrinya dan memeluk tubuh polos istrinya, seperti biasa Maya membaringkan kepalanya di dada bidang polos suaminya .


" Sebenarnya aku ingin lebih lama bermain denganmu tapi aku tidak ingin menyakiti anak kita." Ucap Nathan sambil membelai punggung polos istrinya dengan lembut.


" Terima kasih sayang, aku semakin mencintaimu." Ucap Maya sambil memejamkan matanya.


Tidak berapa lama merekapun tertidur dengan pulas saling berpelukan dan memberikan kehangatan hingga malam berganti pagi semua penghuni mansion seperti biasa bangun lebih pagi begitu pula dengan Quenby yang membuka matanya dan melihat wajah tampan Fico seperti bayi tanpa dosa.


" Sudah puas memandangi wajah tampanku?" Tanya Fico sambil membuka matanya dan menatap wajah cantik Quenby.

__ADS_1


"  Kekasihku memang sangat tampan." Ucap Quenby tanpa sadar sambil tangannya diarahkan ke wajah Fico.


Fico memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut Quenby dari mata, hidung, pipi dan bibir hingga Quenby mendekatkan wajahnya ke wajah Fico


Cup


" I Love You." Bisik Quenby


" I Love You Too." Bisik Fico


Cup


Fico membalas ciuman Quenby kemudian meluma*nya sambil salah satu tangannya dimasukkan ke dalam pakaian Quenby dan memainkannya membuat Quenby memejamkan matanya menikmati sentuhan Fico.


Hingga tiba - tiba terdengar suara pintu terbuka terbuka membuat mereka berdua langsung melepaskan ciumannya terlebih dengan Fico, Fico langsung menarik tangannya yang berada di dalam pakaian Quenby kemudian turun dari ranjang namun daddy Thomas sudah melihatnya kalau Fico turun dari ranjang Quenby selebihnya dirinya tidak tahu.


" Bagus ya kalian berdua." Ucap daddy Thomas sambil menatap tajam ke arah mereka berdua.


" Maaf dad." Ucap mereka berdua dengan serempak.


" Fico, paman tunggu di ruang keluarga." Perintah daddy Thomas sambil membalikkan badannya meninggalkan mereka berdua.


" Baik paman." Jawab Fico patuh


" Kurang tahu, kamu tenang saja aku akan tanggung jawab dan jika orang tuamu meminta kita menikah maka aku bersedia menikah denganmu." Ucap Fico dengan nada yakin.


" Kak Fico tolong lepaskan selang infus ku." Pinta Quenby.


" Kenapa?" Tanya Fico dengan nada bingung.


" Aku akan menemani kak Fico menghadap daddy." Ucap Quenby dengan nada kuatir.


" Tapi.." Ucapan Fico terpotong oleh Quenby.


" Aku mohon." Ucap Quenby


Fico yang tidak tega mendengar permohonan Quenby dengan hati - hati mencabut selang infusnya membuat Quenby meringis menahan rasa sakit ketika jarum berukuran agak besar di cabut.


" Sudah selesai." Ucap Fico


" Kita sikat gigi dan cuci muka kebetulan kamar mandi ada sikat gigi masih baru." Ucap Quenby sambil turun dari ranjang.


Fico hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka berdua berjalan ke arah kamar mandi untuk menyikat gigi dan membersihkan wajahnya agar terlihat segar. Setelah selesai mereka keluar dari ruangan tersebut menuju ke ruang keluarga dan di sana sudah duduk daddy Thomas, mommy Gloria dan tuan Saverio sedang menatap mereka berdua.

__ADS_1


" Duduklah." Ucap mommy Gloria.


Fico dan Quenby duduk berdampingan sambil menundukkan kepalanya karena mereka menyadari akan kesalahannya.


" Fico, paman tanya sama kamu dan paman harap kamu berkata dengan jujur." Pinta daddy Thomas.


" Baik paman." Jawab Fico sambil mengangkat kepalanya dan menatap daddy Thomas.


" Apakah kamu mencintai putriku?" Tanya daddy Thomas tanpa basa basi.


" Iya paman aku sangat mencintai Quenby dan Fico sangat berharap paman dan tante menyetujui hubungan kami." Mohon Fico.


" Quenby, apakah kamu juga mencintai Fico?" Tanya daddy Thomas tanpa menjawab ucapan Fico.


" Iya dad, aku juga sangat mencintai Fico, kami berdua saling mencintai." Ucap Quenby.


" Bukankah kamu sudah tahu dengan sifat Fico?" Tanya daddy Thomas.


" Tahu dad, tapi Quenby yakin kak Fico bisa berubah menjadi laki - laki yang bertanggung jawab dan mencintai Quenby." Ucap Quenby dengan yakin.


Daddy Thomas menghembuskan nafasnya dengan berat sambil memejamkan matanya setelah beberapa saat daddy Thomas membuka matanya kemudian menatap ke arah Fico.


" Kami sebagai orang tua merestui hubungan kalian tapi dengan satu syarat." Ucap daddy Thomas mengajukan persyaratan.


" Apa dad syaratnya?" Tanya Quenby.


" Apa syaratnya paman?" Tanya Fico bersamaan


" Jika daddy melihat atau mendengar putriku Quenby kamu sakiti maka dengan terpaksa kalian harus berpisah dan masing - masing harus saling melupakan, apakah kalian setuju?" Tanya daddy Thomas


" Setuju paman, saya berjanji untuk tidak menyakiti baik hati maupun fisik Quenby." Ucap Fico sambil tersenyum bahagia karena keluarga Quenby mau menerima dirinya.


" Setuju dad." Jawab Quenby.


' Bagus." Jawab daddy Thomas singkat.


" Seminggu lagi kalian bertunangan dan 3 bulan lagi kalian menikah karena bulan depan adalah acara pernikahan Yohanes dengan Aurora ." Ucap mommy Gloria.


" Sebenarnya daddy ingin secepatnya kalian menikah tapi karena mommy kalian orang Indonesia asli dan mengikuti adat Jawa kalau mengadakan pernikahan satu tahun sekali. Maka bulan depan adalah bulan November 20xx maka Yohanes yang menikah duluan terlebih undangan sudah di sebar sedangkan 3 bulan lagi adalah tahun depan awal januari kalian yang akan menikah." Ucap daddy Thomas.


" Jadi selama 3 bulan mommy harap kalian dikurangi pertemuannya untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan." Sambung mommy Gloria.


" Kalau aku kangen bagaimana?" Celetuk Quenby dan Fico bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2