
" Wanita ular itu menyalakan dupa pe rang sang agar istriku melakukan hubungan suami istri dengan ke empat pria yang semuanya terkena penyakit menular hlamydia, gonore, Sifilis, herpes, HPV dan HIV," ucap Nathan menjelaskan.
" Apa??" pekik Aleandro dan Maximus serempak.
" Lakukanlah ke wanita ular itu." ucap Nathan sambil berjalan meninggalkan mereka bertiga.
" Di mana kamu simpan dupanya?" tanya Aleandro dengan nada dingin.
" Aku tidak tahu apa yang kamu katakan," jawab Mila berbohong.
Aleandro langsung men ce kik leher Mila karena dirinya tahu kalau Mila berbohong membuat Mila memukul tangan Aleandro karena dirinya tidak bisa bernafas.
" Di mana kamu taruh dupanya?" tanya ulang Aleandro
" Ini kak dupanya," ucap Aurora sambil memberikan satu bungkus dupa.
" Bagus, Aurora nyalakan dupa semuanya dan tancapkan ke sekeliling ruangan ini," perintah Aleandro sambil melepaskan ce kik kan nya karena dirinya tidak mau Mila ma ti dengan mudah.
__ADS_1
" Baik kak," jawab Aurora
Aurora menyalakan dupanya kemudian menancapkan di sudut ruangan setelah selesai Aurora menyalakan dupanya yang ke dua di sudut ruangan dan begitu seterusnya setelah selesai Aleandro mendorong tubuh Mila ke arah salah satu pria berwajah sangar kemudian Aleandro pergi bersama Maximus sedangkan Yohanes menggendong istrinya agar Yohanes bisa melangkahkan ke dua kakinya dengan cepat kemudian menutup pintu tersebut.
" Yohanes, cari tali agar mereka tidak bisa keluar," perintah Aleandro.
" Baik kak," jawab Yohanes
Yohanes menurunkan perlahan istrinya kemudian Yohanes dan Aurora mencari tali setelah ketemu Yohanes memberikannya ke Aleandro dan Aleandro langsung menerimanya.
Aleandro mengikat gagang pintu dengan kencang agar mereka tidak bisa kabur terlebih Mila si wanita ular tersebut setelah selesai mereka pergi meninggalkan tempat tersebut menuju ke arah mobil hingga mereka melihat mobil Nathan bergoyang membuat ke tiga pria tampan tersebut tertawa bersama.
" Betul itu dan lihat mobilnya sampai bergoyang seperti ada gempa," celetuk Maximus.
" Aku jadi pengen, ayo sayang kita lakukan di mobil kak Aleandro," ajak Yohanes sambil memegang tangan Aurora.
Bugh
__ADS_1
Bugh
Aleandro dan Maximus yang mendengar ucapan Yohanes serempak masing - masing memukul bahu kanan dan bahu kiri membuat Yohanes tertawa dan tidak marah dengan ke dua kakak kembarnya.
" Enak aja," jawab Aleandro dan Maximus serempak sambil menatap tajam ke arah adik kembarnya.
" Hehehe.., bercanda kak," jawab Yohanes sambil tertawa terkekeh - kekeh.
" Bercanda mu tidak lucu," jawab Aleandro dan Maximus serempak lagi.
" Kak Maximus, tolong kendarai mobil ya?" pinta Nathan sambil membuka kaca jendela.
" Ok," jawab Maximus singkat
Nathan tidak mungkin meminta Yohanes untuk mengendarai mobil mengingat Nathan hanya menggunakan celana panjangnya karena kemeja miliknya di pakai oleh istrinya yang bernama Maya.
Jika seandainya Aurora tidak ikut bisa saja Nathan meminta adik kembarnya yang mengendarai mobil sedangkan Aleandro, Maximus, Yohanes dan Aurora mengerti kenapa Nathan meminta Maximus untuk mengendarai mobil.
__ADS_1
Kini Maximus duduk di kursi pengemudi dan melihat sekilas tubuh kotak - kotak milik adik kembarnya penuh dengan tanda stempel, Nathan yang diperhatikan kakak kembarnya hanya tersenyum bahagia berbeda dengan wajah Maya yang memerah karena dirinya sangat malu membuat Maya memeluk Nathan dari arah samping sambil menyembunyikan wajahnya.
" Kak Maximus fokus menatap ke arah depan," pinta Nathan sambil membalas pelukan istrinya.