Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Ide


__ADS_3

" Maafkan mommy dan daddy kalau ini membuat kalian kaget tapi sungguh mommy sangat berhutang budi dengan keluarga paman Alvonso." sambung mommy Maya dengan mata berkaca - kaca.


Grep


" Sstttttt... sudah jangan di ingat masa lalu mom," ucap Nathan sambil memeluk istrinya dari arah samping kemudian mengusap punggung istrinya yang sangat dicintainya.


" Bagaimana mommy bisa melupakannya dad? Kalau seandainya saja tidak ada tante Maya memberitahukan di mana waktu itu mommy di culik dan daddy tidak datang tepat waktu mungkin mommy sudah meninggal sejak lama terkena penyakit yang mengerikan akibat ulah adik sepupuku," ucap mommy Maya sambil mengeluarkan air matanya.


" Maaf mommy dan daddy, aku dan kak Sela ingin berbicara berdua nanti kami akan memberitahukan ke mommy dan daddy," ucap Seli.


Entah kenapa hatinya sangat sakit sekaligus marah secara bersamaan. Hatinya sangat sangat sakit melihat mommy Maya menangis dan dirinya sangat marah terhadap orang - orang yang telah membuat mommy Maya menangis dan juga berani mengusik keluarganya begitu pula dengan kakak kembarnya yang bernama Sela.


" Terima kasih sayang tapi jika kalian berdua tidak bersedia mommy dan daddy tidak akan memaksa," jawab mommy Maya sambil memaksakan tersenyum.


" Kami sebagai orang tua hanya memberikan yang terbaik buat kalian terlebih keluarga paman Alvonso adalah keluarga yang setia dengan satu wanita karena itulah daddy dan mommy menjodohkan dengan salah satu dengan kalian." sambung daddy Nathan.


" Iya mom, dad," jawab Sela dan Seli serempak


Sela dan Seli berdiri kemudian mereka berdua berjalan ke arah kamar Sela sedangkan ke dua orang tuanya melanjutkan pembicaraan.

__ADS_1


" Kak Sela, menurut kakak bagaimana?" tanya Seli sambil duduk di sofa.


" Kak Sela juga bingung," jawab Sela sambil duduk di samping adik kembarnya.


" Oh iya kak ada yang ingin aku ceritakan sama kakak," ucap Seli ketika dirinya teringat dengan Presdir Albert.


" Mau cerita apa dek?" tanya Sela sambil menyandarkan tubuhnya di sofa kemudian menatap ke langit - langit.


Seli pun menceritakan semua apa yang terjadi tentang pertemuan Cintya dan Presdir Albert, Seli menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup - tutupi sedangkan Sela memalingkan wajahnya ke arah adik kembarnya.


" Itulah yang terjadi kak," ucap Seli.


" Tapi kamu tidak suka kan? Ingat kakak tidak suka kalau kamu jadi pelakor," ucap Sela.


" Syukurlah kalau kamu tidak mau," jawab Sela.


" Kak, aku bingung," ucap Seli


" Bingung kenapa?" tanya Sela

__ADS_1


" Aku ingin menolak membuatkan makanan untuk Cintya," keluh Seli


" Memang kenapa?" tanya Sela dengan nada bingung karena dirinya tahu kalau Seli sangat suka dengan anak - anak terlebih ponakan - ponakan dari keluarga daddy Nathan.


" Karena Cintya pasti akan bilang : terima kasih mommy sudah membuatkan makanan untuk Cintya dan di saat bersamaan langsung tersebar gosip kalau aku merebut suami orang sedangkan kakak tahu aku belum menikah dan tentu saja orang semakin merendahkan aku karena mencintai suami orang lain," ucap Seli dengan nada frustrasi.


" Benar juga katamu," jawab Sela


" Makanya aku ingin menolak permintaan Cintya tapi aku tidak tega kak." ucap Seli


" Yang aku bingung kenapa tidak meminta mommynya belajar untuk memasak?" tanya Sela.


" Aku juga satu pikiran sama seperti kakak dan yang buat aku sangat kesal apa maksudnya coba banyak daddy dan banyak mommy," ucap Seli.


" Keluarga aneh," ucap Sela


" Kakak benar, keluarga aneh," jawab Seli.


Selesai berbicara mereka langsung terdiam sambil berfikir kembali dan sekali - kali menghembuskan nafasnya dengan perlahan hingga lima menit kemudian Sela mendapatkan ide cemerlang.

__ADS_1


" Kakak ada ide," ucap Sela


" Ide apa kak?" tanya Seli penasaran


__ADS_2