
" Jangan salahkan kami menghukum kakakmu karena kakakmu berkerja sama dengan mafia untuk mencelakai ke dua orang tuaku dan juga kedua oma dan opa kesayangan kami," ucap Nathan sambil mengarahkan ke dua tangannya ke arah leher wanita itu.
" Walau kakak kandungku bersalah tapi jangan langsung di bu nuh cukup masukkan ke dalam penjara," ucap wanita itu.
" Kesalahannya sangat fatal akibat ulahnya oma dan opa ku meninggal," jawab Nathan kemudian men ce kik leher wanita itu dengan erat.
Tindakan Nathan itu membuat wanita itu kesulitan bernafas dan berusaha untuk memberontak tapi karena ke dua tangan dan ke dua kakinya terikat hanya bisa menggerak - gerakkan tubuh dan kepalanya.
" Kamu pantas ma ti karena kamu telah membuat istri yang aku cintai meninggal," ucap Nathan dengan tatapan membunuh.
" Le .... pas..." ucap wanita itu dengan suara tercekak.
" Tidak akan kamu harus ma ti." ucap Nathan dengan nada tegas sambil menambah kekuatannya untuk men cekik leher wanita itu.
__ADS_1
Wanita itupun kejang - kejang karena kurangnya pasokan oksigen membuat wajah wanita itu membiru dan tidak berapa wanita itu menghembuskan nafas terakhirnya.
Setelah tidak bergerak lagi Nathan melepaskan ke dua tangannya bersamaan Nathan ambruk dan berlutut di lantai kemudian terisak hal itu membuat daddy Thomas berjalan mendekati Nathan.
" Hiks... Hiks... Hiks... Sayang aku sudah membunuh dua orang yang telah membuatmu meninggal, sungguh aku tidak sanggup kehilangan dirimu," ucap Nathan sambil terisak.
" Nathan, bangunlah." pinta daddy Thomas sambil menarik ke dua bahu Nathan.
Grep
" Sstttttt... Daddy tahu perasaanmu... sekarang kita bereskan mayat ke tiga orang itu dan juga satunya yang sudah sekarat." ucap daddy Thomas sambil memeluk Nathan.
" Kita berikan mereka ke kandang buaya dan kandang singa dad karena mereka pantas mendapatkannya agar orang tidak lagi mengenalnya dan keluarganya tidak pernah tahu kalau salah satu anggota keluarganya ada di perut buaya dan singa," ucap Nathan.
__ADS_1
Daddy Thomas menganggukkan kepalanya kemudian daddy Thomas, Nathan , Fico dan beberapa anggota keluarga besar Alvonso yang masih berada di dalam markas membawa ke tiga mayat dan satu orang yang kondisinya sangat memprihatinkan antara hidup dan mati untuk di jadikan santapan buaya dan singa. Singkat cerita kini daddy Thomas, Fico dan Nathan berjalan ke arah mobil tapi sebelumnya daddy Thomas dan Nathan mandi terlebih dahulu karena tubuh mereka bau amis bekas darah orang yang telah di siksa oleh Nathan.
Daddy Thomas yang melihat wajah sedih putranya yang bernama Nathan begitu pula dengan wajah menantunya yang bernama Fico membuat daddy Thomas yang mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke rumah sakit.
Nathan sebenarnya enggan pergi ke rumah sakit karena akan mengingatkan dirinya dengan istri yang sangat dicintainya namun daddy Thomas yang penuh kesabaran memberikan nasehat ke putranya untuk melihat wajah terakhir istrinya dan juga melihat ke lima anak kembarnya karena bagai manapun ke lima anak kembarnya sangat membutuhkan dirinya.
Dua puluh menit kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit, Nathan berjalan ke ruang khusus bayi dan kebetulan ruangan itu hanya ada lima bayi milik Nathan sedangkan daddy Thomas dan Fico berjalan ke ruang ICU di mana Quenby masih koma.
Ceklek
Nathan membuka pintu ruangan khusus bayi dan melihat seorang wanita sedang duduk membelakangi dirinya sambil menggendong salah satu anak kembarnya dan memberikan asi membuat wajah Nathan memerah menahan amarahnya karena telah berani memberikan asi untuk anaknya.
" Siapa kamu?" tanya Nathan.
__ADS_1
Nathan berbicara sambil berjalan ke arah wanita itu dengan nada pelan karena dirinya tidak mungkin memaki wanita itu sebab ada ke lima bayinya yang sedang tertidur dengan pulas dan bisa dipastikan ke lima bayinya menangis dengan serentak.