
" Kalian siapa?" Tanya pria itu dengan wajah kuatir sambil melirik sekitarnya untuk mencari celah untuk kabur.
" Kevin, kamu jangan pura-pura bodoh." Ucap seorang pria tampan.
Ya pria itu adalah Kevin, mantan suami Maya yang menjadi incaran keluarga besar daddy Thomas Alexander.'
" Bukankah kamu seharusnya di rumah sakit bersama istrimu?" Tanya Kevin dengan nada terkejut.
" Nathan adalah adik kesayanganku, gara-gara ulahmu adik kesayanganku terluka dan juga adik iparku yang sedang hamil mengalami koma. Kesalahanmu sudah terlalu fatal jadi terimalah kematianmu." Ucap pria itu sambil mengarahkan pistolnya ke arah kening Kevin.
" Itu salah mereka berdua, aku sudah meminta maaf sama Maya tapi gara-gara Maya menikah dengan adikmu mantan istriku Maya tidak mau kembali padaku karena itu sudah sepantasnya mereka ma*i." Ucap Kevin merasa tidak bersalah sedikitpun.
" Hanya wanita bodoh yang mau kembali dengan pria brengsek sepertimu, terimalah kematianmu." Ucap pria tersebut.
dor
" Akhhhhhhhh..." Teriak Kevin
Bruk
Pria itupun menembak tepat di keningnya hingga ma*i di tempat dengan mata melotot.
" Periksa dia, sudah ma*i atau belum?" Tanya pria tersebut.
" Baik tuan." Jawab salah satu anak buahnya.
Salah satu anak buahnya langsung mengecek nadi Kevin dan sudah dipastikan kalau Kevin sudah meninggal dunia. Mereka pun pergi meninggalkan tempat tersebut dan tanpa sepengetahuan mereka dari kejauhan dua pasang mata melihat kejadian tersebut hingga mereka pergi semua barulah dua pasang mata berjalan ke arah jasad Kevin kemudian memeluknya sambil menangis histeris.
" Kak Kevin!!!" Teriak ke dua wanita itu bersamaan.
" Hiks... Hiks... hiks... Kakak." Ucap salah satu wanita itu sambil menangis.
__ADS_1
" Sstttt..." Panggil seorang pria.
Ke dua wanita itu menengok ke arah suara tersebut dengan wajah bingung karena melihat seorang pria memakai pakaian kemeja biru muda, celana panjang hitam, rambut berwarna putih dan wajah terlihat sudah tua sedang menatap mereka berdua.
" Bapak siapa?" Tanya salah satu wanita itu dengan nada masih bingung.
" Rena dan Rina, apakah kalian tidak mengenal suara kakak?" Tanya pria tersebut.
Ya dua wanita itu adalah Rena dan Rina adiknya Kevin yang sedang menangisi kakaknya sambil memeluk jasadnya.
" Kak Kevin? Tapi kenapa wajah dan rambut kak Kevin berubah? Lalu kalau kakak adalah kak Kevin lalu siapa pria itu?" Tanya Rena beruntun sambil melepaskan pelukannya.
" Dia orang bayaran kakak yang menyamar jadi kakak." Jawab Kevin
" Apa??" Teriak Rena dan Rina bersamaan.
" Sssttt... sudah lebih baik kalian ikut kakak nanti kakak ceritakan." Ucap Kevin.
Mereka pun pergi dari tempat kejadian dan meninggalkan jasad pria tersebut menuju ke tempat persembunyian Kevin yang baru.
xxxxxxxxxxxxxxx
Di tempat yang berbeda setelah keluar dari rumah sakit Quenby pulang ke apartemen karena jarak dari rumah sakit ke apartemen lebih dekat hanya membutuhkan waktu dua belas menit sedangkan menuju ke mansion milik orang tuanya sekitar empat puluh lima menit.
" Badanku sangat lelah lebih baik aku pulang ke apartemenku apalagi besok pagi aku mau ke rumah sakit mau menengok kak Nathan dan kak Maya serta kak Fico," Ucap Quenby sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang,
" Kenapa jantungku berdetak sangat kencang ketika dekat dengan kak Fico? Apakah aku jatuh cinta padanya? Tidak Quenby pria itu sangat tampan pasti banyak wanita yang menyukainya dan biasanya pria tampan sangat suka mempermainkan wanita tapi kenapa aku merasa nyaman bersamanya? Akhhhhhhh... Kak Fico kenapa wajah tampanmu selalu mengusikku sampai aku kuliah tidak konsentrasi." Ucap Quenby dengan nada frustrasi.
Singkat cerita kini Quenby sudah sampai di apartemen dan langsung membersihkan diri, setelah lima belas menit Quenby sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai. Quenby yang merasa lelah langsung berjalan ke arah ranjang dan berbaring sambil menatap langit - langit kamarnya namun tiba-tiba bayangan Fico muncul di depannya membuat Quenby memejamkan matanya.
" Kak Fico, aku mau tidur badanku cape pergilah hush...hush..." Usir Quenby
__ADS_1
Quenby memejamkan matanya sambil tidur miring namun baru sebentar dirinya pindah posisi terlentang kemudian berubah tengkurap begitu terus membuat Quenby bangun dan duduk di kepala ranjang sambil menatap ke arah langit-langit kamarnya.
" Kenapa aku tidak bisa tidur? Apa tadi kebanyakan tidur pas menjaga kak Fico di rumah sakit?" Tanya Queby pada dirinya sendiri.
" Apakah kak Fico sudah makan? Tadi siang saja kak Fico aku suapi. Apakah aku kesana saja ya sekalian membawakan makanan kalau kak Fico tidak suka aku kasih ke orang lain saja." Ucap Quenby
Karena tidak bisa tidur Quenby turun dari ranjang dan berjalan ke arah keluar kamar menuju ke arah dapur, Quenby membuka kulkas dan mengambil bahan untuk di masak. Hampir satu jam quenby berkutat di dapur dan akhirnya selesai sudah masakan Quenby kemudian meletakkan di tempat kotak makanan. Quenby menaiki anak tangga menuju ke arah kamarnya kemudian mengganti pakaian santai. Quenby memakai kaos putih ketat di lapisi jaket jeans sedangkan bawahnya menggunakan celana jeans pendek, Quenby menuruni anak tangga menuju ke arah dapur sambil membawa kunci mobil.
Quenby mengambil kotak makanan dan keluar dari apartemen menuju ke rumah sakit dan tidak membutuhkan waktu lama Quenby sudah sampai di rumah sakit namun baru beberapa langkah menuju ke ruang perawatan adik kembarnya memanggil dirinya.
" Kak Quenby mau kemana?' Tanya dokter Kasandra.
" Mau menengok kak Maya." Jawab Quenby
" Kak Maya atau kak Fico?" Goda dokter Kasandra sambil tersenyum melihat wajah merah merona Quenby.
" Kak Maya, sudah deh jangan godain kakak terus." Ucap Quenby dengan bibir bawahnya dimajukan.
" Iya... Iya... Kebetulan aku juga ingin melihat keadaan kak Maya dan kak Nathan." Ucap dokter Kasandra.
" Kalau begitu kita bareng saja kak." Ucap Quenby.
' Padahal aku ingin bertemu dengan kak Fico tapi jika aku mengatakan sebenarnya yang ada nanti Kasandra tidak berhenti menggodaku.' Ucap Quenby dalam hati.
' Aku tahu kakak ingin bertemu dengan kak Fico tapi malu untuk mengatakannya.' Ucap dokter Kasandra dalam hati.
Ke dua wanita cantik itupun berjalan dengan santai ke arah ruang icu dimana Nathan sedang menunggu istrinya yang masih terbaring koma tidak sadarkan diri.
ceklek
Dokter Kasandra membuka pintu dan Quenby masuk ke dalam ruang icu diikuti oleh dokter Kasandra namun baru beberapa langkah mata mereka membulat sempurna ketika melihat pria yang dikenalnya sedang mengarahkan pisau ke arah Nathan yang tertidur dengan pulas sambil tangan kanannya menggenggam tangan istrinya.
__ADS_1
" Apa yang kamu lakukan pada kakakku?" Tanya Quenby dengan tatapan tidak percaya dengan apa yang akan dia lakukan pada kakak kembarnya.