Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Sayang


__ADS_3

Serempak menatap ke arah sumber suara di mana presdir Axel sedang menatap ke arah 4 pemuda tersebut dengan tatapan membunuh, presdir Axel berjalan ke arah Sela kemudian memeluknya dari arah samping sedangkan 4 pemuda tersebut dan gadis itu hanya mendengus kesal dan tanpa sepengetahuan mereka presdir Axel melihat dengan mata elangnya perubahan pada gadis yang baru di tolong oleh Sela membuat dirinya curiga.


Ke empat pemuda dan gadis itu langsung pergi meninggalkan mereka berdua dan hal itu membuat Presdir Axel mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan ke seseorang sedangkan Sela melihat jam tangannya di mana dirinya teringat akan perjodohan adiknya di restoran Seafood Alta.


" Presdir Axel sudah jam 7.35 kita pulang yuk," ajak Sela


Presdir Axel menganggukkan kepalanya kemudian mereka berpamitan dengan tuan rumah kemudian mereka pergi meninggalkan tempat pesta tersebut menuju ke arah lift.


" Kenapa udaranya tiba - tiba panas ya?" tanya Sela sambil ke dua tangannya mengipasi wajahnya.


" Tidak kok udaranya dingin," ucap Presdir Axel sambil menekan tombol lift karena Sela sedang mengipasi wajahnya.


( " Kok aneh ya," ucap Sela dalam hati ).


Ting


Pintu lift terbuka mereka pun masuk ke dalam kotak persegi empat kemudian Presdir Axel menekan tombol lantai satu sedangkan ke dua tangan Sela bersandar di pintu lift sambil menahan ha sratnya  yang sudah mulai terbakar membuat Presdir Axel menatap Sela.


" Ada apa Sela?" tanya Presdir Axel yang melihat dari tadi Sela diam dan seperti orang sedang gelisah.


" Tidak ada apa - apa," jawab Sela.


Sela menggigit lidahnya agar dirinya tersadar dan tidak mungkin meminta Presdir Axel untuk melakukan hubungan suami istri hingga tidak berapa lama pintu lift terbuka.


Presdir Axel dan Sela keluar dari ruangan kotak persegi tersebut menuju ke arah mobil Sela membuka pintu belakang mobil sebelah kiri sedangkan Presdir Axel membuka pintu belakang mobil sebelah kanan.


" Sela kita mau kemana?" tanya Presdir Axel


" Restoran Seafood Alta," jawab Sela sambil menggenggam ke dua tangannya dan memejamkan matanya untuk melawan tubuhnya yang terasa terbakar.


" Antar kan ke Restoran Seafood Alta," perintah presdir Axel.


" Baik tuan," jawab sopir tersebut yang merangkap sebagai bodyguard


Grep

__ADS_1


" Dari tadi gelisah, ada apa? Hmmmm..." tanya presdir Axel sambil memeluk Sela dari arah samping tanpa menyadari kalau itu membuat Sela tidak bisa menahannya lagi.


Sela memindahkan bokongnya dan duduk di pangkuan presdir Axel membuat presdir Axel sangat terkejut di tambah Sela dengan berani mengalungkan ke dua tangannya kemudian mencium bibir presdir Axel membuat presdir Axel memegang ke dua pipi Sela dengan menggunakan ke dua tangannya.


Karena ke dua pipinya di pegang oleh Presdir Axel, Sela dengan berani melepaskan dasi yang mengikat leher Presdir Axel kemudian melepaskan satu kancing kemeja paling atas.


" Apa yang kamu lakukan Sela?" tanya presdir Axel sambil menahan ha sratnya.


" Tolong puaskan aku, aku sangat tersiksa," mohon Sela dengan tatapan sendu.


" Si*l," umpat presdir Axel


" Hotel Axel Leonardo," ucap Axel sambil memeluk Sela karena Sela ingin melepaskan dress-nya.


" Baik tuan," jawab sopir tersebut patuh.


" Hubungi dokter pribadiku," perintah presdir Axel pada bodyguard satunya yang sedang duduk di kursi samping pengemudi.


" Baik tuan," jawab bodyguard tersebut.


" Ulangi perkataan mu," pinta presdir Axel.


" Sayang, aku mohon," ucap Sela sambil menatap wajah tampan presdir Axel.


Presdir Axel sangat senang Sela memanggil dirinya dengan sebutan sayang dan ingin secepatnya sampai di hotel miliknya untuk melakukan hubungan suami istri yang sejak tadi di tahan namun akal sehatnya melarang untuk tidak melakukannya karena bagaimanapun Sela sudah menikah dan punya anak jadi presdir Axel tidak ingin merusak Sela.


" Sela hubungi suamimu," bisik presdir Axel


Sela tidak menjawab ucapan presdir Axel malah dengan sengaja menggoyangkan pinggulnya berulang - ulang membuat presdir Axel memejamkan matanya antara menolak atau tidak menolak karena bagaimanapun dirinya pria normal tapi presdir Axel berusaha menahan hasra*nya yang semakin naik.


" Sela, aku mohon berhenti," ucap presdir Axel untuk pertama kalinya memohon.


" Tambah kecepatan," perintah presdir Axel


" Baik tuan," jawab sopir tersebut.

__ADS_1


( ' Kasihan tuan pasti sangat tersiksa, aku saja yang melihatnya tersiksa dan seandainya ada istriku sudah aku makan istriku,' ucap sopir itu dalam hati ).


( ' Aduh nona, bikin aku pengen aja, kasihan pria jomblo ini," ucap bodyguard dalam hati sambil pandangannya ke arah jalan raya memandangi mobil yang berlalu lalang dari balik kaca mobil dalam hatinya menangis ).


Tidak berapa lama mobil pun berhenti tepat di lobby Hotel Axel Leonardo, bodyguard tersebut langsung membuka pintu mobil kemudian Presdir Axel turun dari mobil dan diikuti oleh Sela.


Presdir Axel langsung menggendong Sela dan berjalan ke arah lift dengan diikuti oleh bodyguard, sampai di depan pintu bodyguard tersebut menekan tombol lantai tiga puluh lima di mana kamar khusus VVIP milik Presdir Axel yang tidak boleh di tempat oleh siapapun kecuali dirinya dan ke dua orang tuanya.


Ting


Pintu lift terbuka kemudian Presdir Axel berjalan dengan langkah cepat menuju ke arah pintu kamarnya sedangkan Sela sejak dari tadi sibuk menciumi leher Presdir Axel sambil tangan kananya tidak tinggal diam melepaskan satu persatu kancing kemeja Presdir Axel.


Presdir Axel yang mendapatkan perlakuan tersebut untuk pertama kalinya hanya bisa berusaha menahan siksaan hingga di depan pintu Presdir Axel mengarahkan tangan kanan ke arah pintu khusus sensor dan sistem pada pintu mendeteksi tangan Presdir Axel.


" Cocok," jawab mesin tersebut


" Silahkan masuk," sambung mesin tersebut hingga terdengar suara klik.


" Kamu tunggu di sini sampai dokter itu datang," perintah Presdir Axel.


" Baik tuan," jawab bodyguard tersebut sambil mendorong pintu tersebut.


Presdir Axel masuk ke dalam kamarnya dan berjalan ke arah kamar mandi, Presdir Axel menurunkan tubuh Sela agar berdiri kemudian memutar kran shower hingga tubuh ke duanya basah kuyup tanpa melepaskan pakaian mereka.


" Sayang aku mohon," pinta Sela sambil tangan kanannya membelai dada bidang Presdir Axel.


" Sela aku mohon jangan lakukan itu, aku berusaha melawan karena aku tidak ingin merusak mu," ucap Presdir Axel.


Grep


" Aku sangat tersiksa," ucap Sela sambil memeluk tubuh Presdir Axel.


" Akupun sangat tersiksa tapi aku tidak ingin merusak mu," ucap Presdir Axel


Sela tidak menjawab ucapan Presdir Axel namun tangannya melepaskan jas milik Presdir Axel kemudian membuangnya secara asal dan berlanjut melepaskan kancing meja yang tersisa hingga menampilkan dada bidang Presdir Axel dan perutnya kotak - kotak.

__ADS_1


" Tubuhmu sangat bagus," ucap Sela sambil mengusap dada bidang Presdir Axel.


__ADS_2