Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Nathan cukup!!!


__ADS_3

Kini Maya berbaring di ruang perawatan VVIP dengan di temani mommy Gloria, Cantika istri Aleandro dan Claudia istri Maximus sedangkan Quenby masih setia memejamkan matanya dengan di temani Aurora istri Yohanes, dokter Kasandra istri Aska dan Cantika istri Robert. Mereka sangat bahagia Maya masih hidup dan kini mereka sangat berharap Quenby segera sadar dari komanya.


Di tempat yang berbeda tepatnya di markas keluar besar daddy Alvonso. daddy Thomas bersama ke empat anak kandungnya dan ke tiga menantunya menatap tajam ke arah mereka berempat yang ke dua kaki dan ke dua tangannya di ikat masing - masing dengan posisi berdiri dan membentuk huruf X menggunakan rantai.


xxxxxxxxxx Adegan Mengandung Kekerasan Jangan Di Tiru dan Jika Tidak Suka Mohon Di Skip xxxxxxxx


Nathan berjalan ke arah salah satu sopir tersebut kemudian menarik rambutnya dengan kasar agar menatap ke arah dirinya.


" Kamu yang membuat istri yang sangat aku cintai meninggal dan juga adik kembarku kehilangan dua anaknya maka aku akan membuatmu lebih menderita yang tidak pernah kamu bayangkan," ucap Nathan kemudian melepaskan tangannya yang menarik rambut pria tersebut.


Nathan mengambil botol kecil dari saku jasnya kemudian membuka tutup botol tersebut, Nathan mencengkram ke dua pipi pria itu agar mulutnya terbuka kemudian memasukkan botol yang berisi bubuk bon cabe level tiga puluh ke dalam mulut pria tersebut hal itu membuat pria itu berusaha memberontak tapi karena ke dua tangan dan ke dua kakinya di ikat usahanya menjadi sia - sia hingga isi dalam botol tersebut habis tanpa sisa.


" Kak Aleandro tolong ambilkan lakban dan tutup mulutnya dengan lakban," ucap Nathan tanpa melepaskan mulut botol yang masih di dalam mulut pria tersebut.


Tanpa banyak bicara Aleandro mengambil lakban yang tergeletak di meja dan langsung melakban mulut pria itu yang matanya berair menahan rasa pedas yang teramat sangat pedas.

__ADS_1


Nathan berjalan ke arah meja di mana banyak bermacam - macam alat untuk menyiksa musuh hingga Nathan melihat pisau yang sangat tajam.


Nathan mengambil pisau tersebut kemudian berjalan ke arah pria tersebut yang bergerak - gerak seperti cacing kepanasan karena dirinya tidak kuat menahan rasa pedas membuat  dirinya sangat tersiksa.


" Dua tangan ini yang digunakan untuk menabrak istriku dan adik kembarku jadi aku akan..." ucap Nathan menggantungkan kalimatnya.


" Memotongnya," sambung Nathan sambil tersenyum devil kemudian mendekatkan pisaunya ke arah salah satu pergelangan tangan pria tersebut.


Sreetttttttttt


" Akhhhhhhhh.... !!!!" teriak dua wanita dan satu pria ketika melihat pria di sebelahnya di siksa oleh Nathan secara sa dis.


Sreetttttttttt


" Mmmmpphhttttttttt..." teriak pria itu kembali.

__ADS_1


" Akhhhhhhhh.... !!!!" teriak dua wanita dan satu pria itu kembali.


Bruk


Nathan memotong ke dua pergelangan tangan pria tersebut hingga terlepas membuat Aleandro, Maximus, Yohanes dan Robert memalingkan wajahnya, mereka tidak menyangka Nathan seperti itu sedangkan daddy Thomas, Fico dan Aska bersikap biasa saja karena mereka dulu pernah melakukan seperti itu malah lebih sa dis. Ketika ke dua tangannya sudah terpotong membuat tubuh pria itu ambruk dan darah segar keluar dari dua potongan pergelangan tangan tesebut.


" Bagaimana sakit dan tersiksa?" tanya Nathan dengan tatapan membunuh.


" Ini belum seberapa masih ada lagi," ucap Nathan.


Byur


" Mmmmpphhttttttttt ll..." teriak pria itu kembali.


Nathan berjalan ke arah sudut ruangan tersebut kemudian mengambil ember yang berisi air dengan di campur garam kemudian menyiramnya di  dua tangan pria tersebut membuat pria itu ingin berteriak kesakitan tapi tidak bisa hal itu membuat daddy Thomas mendekati Nathan.

__ADS_1


" Nathan cukup!!!" perintah daddy Thomas.


__ADS_2