Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Alex Maximus


__ADS_3

" Tolong bantu aku dan Alexa tolong panggil Dennis untuk membantu kita," perintah dokter Amelia sambil berjalan dengan langkah cepat.


" Ok," jawab dokter Alexa sambil melangkahkan kakinya dengan cepat.


Dokter Kasandra, dokter Melani, dokter Hendrik dan dokter Amelia membantu mommy Laras dan daddy Alvonso untuk berbaring di ranjang kemudian Katarina mengecek kondisi mommy Laras.


ceklek


Alvonso, Alvian dan Dennis langsung membuka pintu ruangan tersebut dan berjalan ke arah mommy Laras dan daddy Alvonso yang tidak sadarkan diri.


" Apa yang terjadi dengan mommy dan daddy?" tanya Alvonso, Alvian dan Dennis serempak dengan nada kuatir.


" Terkena luka tembak karena itulah opa dan oma tidak sadarkan diri, apakah di sini ada darah golongan Rh-null? Aku sangat membutuhkan darah banyak," tanya Katarina


" Kebetulan darahku sama seperti darah mommy dan daddy," jawab Alvonso.


" Darahku sama," sambung Alvian


" Silahkan ambil darah kami," sambung Dennis


" Ok, Kasandra dan Melani tolong ambil darah paman paman Alvonso dan paman Alvian." pinta Katarina


" Ok." Jawab dokter Kasandra dan dokter Melani kompak.


" Papi, silahkan berbaring," pinta Katarina.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Cerita tentang kehidupan Katarina dapat di baca di novel Wanita Kesayangan CEO, di mana Katarina menikah dengan Mikael anak dari pasangan Dennis ( anak dari pasangan daddy Alvonso dengan mommy Laras ) menikah dengan Elisabeth.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


" Ok," jawab Dennis singkat.


" Apakah ada lagi darah golongan Rh-null?" tanya Katarina sambil menyuntikkan ke lengan Dennis untuk di sedot darahnya.


" Ke tiga tante mu tante Alviana, tante Debby dan tante Dennisa kami semua golongan darah," ucap Dennis


" Ke tiga tante terkena luka tembak pi, sedangkan golongan darahku ikut golongan darah mami." Ucap Katarina


" Mikael golongannya sama seperti papi," ucap Dennis


" Kak Mikael juga terkena luka tembak pi," jawab Katarina.


" Siapa lagi ya? semua ponakan papi rata - rata ikut golong darah maminya mereka," ucap Dennis sambil berfikir.


" Kak Fico golongan darahnya sama seperti paman Alvonso dan tante Laras," ucap Quenby sambil meringis menahan sakit karena dirinya juga terkena luka tembakan.


" Ok, aku akan pakai tiga kantong darah ini dulu nanti kalau kurang aku akan kabarin,"  ucap Katarina yang sudah selesai mengambil darah dari tubuh ayah mertuanya yang bernama Dennis.


" Papi jangan bangun dulu takutnya nanti pingsan duduk dulu," ucap Katarina yang melihat ayah mertuanya ingin turun dari ranjang.

__ADS_1


" Papi ingin melihat daddy dan mommy," ucap Dennis yang kuatir dengan ke dua orang tuanya.


" Oma dan opa baik - baik saja, aku akan mengambil peluru dulu," ucap Katarina sambil membawa satu kantong darah milik Dennis.


Katarina kemudian melakukan operasi mengambil peluru yang bersarang di punggung mommy Laras sedangkan dokter Melani mengambil peluru yang bersarang di punggung daddy Alvonso. Ternyata darahnya masih kurang dan dokter Amelia istri dari Alvian mencari Fico untuk meminta menyumbangkan darahnya, Fico yang merasa berhutang budi dengan keluarga daddy Alvonso langsung menyetujuinya dan bersedia darahnya di ambil. Hampir dua jam mereka mengobati dan akhirnya para dokter sudah selesai dengan wajah lelahnya kecuali Katarina yang masih segar.


" Katarina, kenapa wajahmu terasa segar? padahal kamu pergi menyerang musuh di luar negri dan juga menyerang musuh di mansion ini plus di tambah membantu mengoperasi mengambil peluru," tanya dokter Alvian dengan nada terkejut.


" Maaf aku lupa, sebentar... ( Katarina berjalan ke arah meja dan membuka tas kemudian mengambil beberapa botol dan diberikan ke mereka )... minumlah masing - masing satu, untuk yang sehat meminum pil di botol warna biru dan untuk yang terluka meminum botol warna merah," ucap Katarina.


" Obat apa ini?" tanya mereka serempak


" Nanti akan tahu reaksinya jika sudah selesai meminumnya," ucap Katarina sambil memberikan botol warna biru ke ayah mertuanya.


" Papi ambil satu pil dan langsung di telan," ucap Katarina.


Dennis yang percaya dengan menantunya yang tidak mungkin mencelakai dirinya langsung mengambil sebutir obat dan langsung menelannya tanpa ragu sedikitpun begitu pula dengan yang lainnya. Tidak berapa lama daddy Alvonso dan mommy Laras perlahan membuka matanya dan menatap ke sekeliling ruangan.


" Mommy sudah sadar." ucap Alvonso tersenyum bahagia.


" Daddy sudah sadar." sambung Alvian ikut tersenyum bahagia.


" Mommy dan daddy apakah ada yang sakit?" tanya Dennis dengan nada kuatir


" Punggung mommy sakit," ucap mommy Laras


" Sama punggung daddy juga sakit," sambung daddy Alvonso.


" Opa dan oma minum pil ini di jamin rasa sakitnya berkurang," ucap Katarina sambil memberikan botol obat warna merah.


" Oh ya bagaimana dengan mommy dan daddy?' Tanya Quenby dan Cantika istri Robert


" Oma Gloria dan opa Thomas ada di mansion opa Alvonso," jawab Katarina.


" Apakah daddy dan mommy baik - baik saja?" tanya Tanya Quenby dan Cantika istri Robert.


" Masih koma, astoge aku lupa," ucap Katarina tiba - tiba teringat akan sesuatu.


" Ada apa Katarina?" tanya mereka serempak dengan nada terkejut kecuali orang yang ikut misi penyelamatan.


" Opa dan oma terkena racun dan aku harus secepatnya membuat obat penawarnya," Jawab Katarina.


" Apa???" jawab mereka serempak dengan nada terkejut


" Mereka sangat jahat di saat opa dan oma koma mereka memberikan racun lewat selang infus, aku sudah memberikan obat penawarnya tapi belum sepenuhnya hilang," ucap Katarina menjelaskan ke mereka yang berada di ruangan tersebut.


" Kamu mengerti tentang racun?" tanya dokter Melani istri dokter Hendrik.


" Istriku sangat hebat oma, bisa mendeteksi racun lewat indra penciuman dan juga lewat nadi," ucap Mikael sambil tersenyum bahagia menatap istri yang sangat di cintainya.


" Kapan - kapan aku ingin belajar darimu," ucap dokter  Melani yang sangat suka belajar ilmu pengobatan.

__ADS_1


" Baik oma," jawab Katarina.


" Yang tidak terluka mandilah, pakaian kalian bau darah,"ucap mommy Laras yang melihat Maya menutup hidungnya sejak tadi.


" Baik mom." Jawab mereka serempak yang mengakui kalau pakaian mereka bau darah.


Merekapun pergi meninggalkan ruangan tersebut dan melihat lantai dan dinding sudah bersih dari noda darah juga semua mayat sudah tidak ada lagi. Semua bersih seperti sedia kala seperti tidak terjadi apa - apa, mereka berjalan menaiki anak tangga menuju ke arah kamar mereka masing - masing. Hingga setengah jam kemudian sebagian berkumpul di ruang keluarga dan sebagian berkumpul di ruang perawatan.


" Oh ya Aleandro, aku baru ingat waktu itu mereka mengobrol menyebut nama Alex Maximus. apakah kamu mengenalnya?" tanya Dennis.


" Alex Maximus kok seperti nama adik kembarku Maximus," ucap Aleandro


" Nama Alex juga sama seperti nama adikku," ucap Louis


Semua serempak tertawa bersama kecuali Alex dan Maximus ke dua pria tampan tersebut menekuk wajahnya hingga tidak berapa lama Markus yang dulu asisten daddy Thomas sekaligus mantan wakil mafia tiba - tiba teringat sesuatu.


" Alex Maximus namanya sepertinya tidak asing tapi mana mungkin," ucap Markus


" Memang dia siapa paman?" tanya mereka serempak


" Dulu daddy kalian, paman, paman Hendrik dan paman Alex Maximus bersahabat baik hingga akhirnya kami bermusuhan," ucap Markus.


" Kenapa namaku di sebut?' tanya dokter Hendrik tiba - tiba datang dan duduk bersama sahabat karibnya yang bernama Markus.


" Hendrik, kamu ingat kan dengan Alex Maximus?" tanya Markus


" Alex Maximus.... Oh iya aku ingat kenapa menyebut nama pria brengs*k itu?" tanya dokter Hendrik yang masih menyimpan benci terhadap mantan sahabatnya.


" Jangan begitu sayang, bukankah dulu dia sahabat baikmu?" tanya dokter Melani.


" Memang benar tapi aku sangat membencinya dan juga keluarganya," ucap dokter Hendrik.


Dokter Hendrik menahan amarahnya membuat dokter Melani mengusap punggung suaminya agar meredakan amarahnya.


" Sebenarmya siapa Alex Maximus?" tanya Aleandro dan Maximus penasaran.


Markus menceritakan tentang masa lalu Alex Maximus tanpa ada yang dikurangi sedangkan semuanya diam mendengarkan cerita tentang masa lalu ke dua orang tuanya dan persahabatan ke dua orang tuanya sambil menahan amarahnya terhadap Alex Maximus yang sangat kejam terhadap mommy Gloria.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Cerita tentang masa lalu daddy Thomas bersama Markus, dokter Hendrik dan Alex Maximus dapat di baca di novelku dengan judul Cinta Pertama Mafia


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


" Begitulah ceritanya, tapi setahu paman pria itu sudah mati di tembak oleh daddy kalian." ucap Markus


" Apa waktu itu paman ikut mengatur penguburan Alex Maximus?" tanya Aleandro.


" Tidak karena saat itu paman mengendarai mobil dan daddy kalian duduk di kursi belakang pengemudi bersama mommy kalian menuju ke rumah sakit dan paman memerintahkan anak buah paman mengurus semua jasad mereka," Jawab Markus.


Markus tidak menceritakan kalau sebenarnya menyuruh anak buahnya untuk menembak mati semua anak buah Alex Maximus cukup daddy Thomas dan Markus yang tahu hal itu tapi Markus tidak tahu kalau rahasia yang ditutupi bertahun - tahun tersebut sebentar lagi akan terbongkar.

__ADS_1


" Paman boleh aku bertanya?" tanya Alvonso.


" Boleh, apa yang akan kamu tanyakan?" tanya Markus.


__ADS_2