Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Jessica dan Jimmy


__ADS_3

" Perkenalkan kami orang tua Jimmy, ingin melamar Jessica," jawab mommy Maya sambil berdiri begitu pula dengan yang lainnya.


Sepasang suami istri tersebut menatap mommy Maya dan daddy Nathan dengan wajah angkuh bersamaan kedatangan Jessica yang baru saja keluar dari kamar adik tirinya dengan diikuti Jenita.


Jenita yang melihat para pria tampan matanya membulat sempurna dan langsung memeluk kakak tirinya untuk pertama kalinya.


" Jadi kedatangan kalian ingin melamar putri yang pemalas dan tidak tahu diri," ucap wanita paruh baya sambil menatap sinis ke arah Jessica.


" Lebih baik putri kami Jessica, selain cantik, rajin dan sangat patuh sama orang tua," sambung wanita paruh baya.


" Bu, Jessica selalu berusaha menjadi anak yang berbakti tapi kenapa setiap aku lakukan selalu salah di mata ibu?" tanya Jessica dengan mata berkaca - kaca


" Itu lihat, Jessica berpura - pura mengatakan sebagai anak berbakti tapi sebenarnya omong kosong," ucap wanita itu sambil menatap sinis ke arah Jessica.


" Justru yang tidak tahu diri itu kalian!!!" teriak Jessica tiba - tiba sambil melepaskan pelukan palsu adik tirinya.


Jessica yang selama ini selalu menerima segala hinaan dan siksaan dari ayah kandungnya, ibu tirinya dan adik tirinya akhirnya tidak bisa lagi menahan amarahnya.


Ibarat balon jika di tiup terus - terusan akan menjadi besar dan akhirnya balon tersebut akan meletus itulah yang terjadi pada diri Jessica.


Dirinya sudah tidak memperdulikan lagi jika Jimmy dan keluarga Jimmy tiba - tiba membatalkan lamarannya karena saat ini dirinya sudah tidak kuat lagi menahan amarahnya yang selama ini di tahannya bersamaan dengan rasa sesak di dadanya.


" JESSICA!!!" bentak ayah kandungnya


" Kalian bisa lihat sendiri kalau anak ini tidak tahu diri, di urus dari kecil sampai..." ucapan wanita paruh baya itu terpotong karena mendapatkan tamparan yang tidak pernah di duga sama sekali.


Plak


" Tamparan ini pantas buat mulut busuk mu," ucap Jessica


" Dasar anak durhaka, pergi dari sini!!!" usir ayah kandungnya.


" Apakah kalian lupa? kalau rumah ini adalah rumahku?" tanya Jessica dengan wajah sinis.


Jessica sudah tidak memperdulikan jika Jimmy dan keluarganya akan membatalkan acara lamaran karena dirinya sudah sangat lelah dengan keluarganya yang selalu semena - mena padanya dulu dirinya masih menghormati ke dua orang tuanya tapi kini rasa hormatnya sudah benar - benar hilang.


" Kalian mau pergi kemana? Mau ke rumah kalian? Ingat rumah kalian sudah di sita bank," Sambung Jessica


" Dasar anak durhaka seharusnya..." ucapan ibu tirinya terpotong kembali karena mendapatkan tamparan keras dari Jessica

__ADS_1


Plak


" Dasar wanita ular seandainya ayahku tidak menikah denganmu rumah peninggalan mommy ku tidak akan terjual," ucap Jessica


Wanita paruh baya itu sangat kesal karena sudah dua kali di tampar oleh Jessica begitu pula dengan Jennita membuat dua wanita itu bersiap menampar Jessica namun mommy Maya dan Jimmy yang sejak tadi diam bersama keluarganya akhir turun tangan, mommy Maya menahan tangan ibu tirinya Jessica sedangkan Jimmy menahan tangan Jessica.


" Jangan sekali - sekali menyentuh putriku apalagi melukainya," ucap mommy Maya dengan nada tegas kemudian mendorongnya hingga terjatuh.


" Jangan pernah coba menyakiti calon istriku," ucap Jimmy dengan nada dingin dan wajah datar kemudian mendorongnya.


" Kalian sudah dengar ini rumah putri kami jadi kalian pergilah dari sini," usir daddy Nathan


Deg


Deg


Deg


Jantung Jessica berdetak kencang ketika kekasihnya Jimmy dan calon mertuanya membela dirinya membuat mata Jessica berkaca - kaca karena baru kali ini dirinya di bela sedangkan ayah kandungnya yang seharusnya melindungi dirinya malah tidak perduli malah lebih sayang pada istrinya terlebih pada anak tirinya.


" Hei pak tua kamu mimpi ya? Jessica itu putriku," ucap ayah kandung Jessica sambil tersenyum sinis


Bugh


Bugh


" Jangan pernah menghina daddy kami!!" Bentak Delon dan Lemos serempak sambil masing masing memukul wajah ayah kandungnya Jessica.


Grep


" Jessica akan menjadi menantu kami jadi Jessica sudah menjadi bagian dari keluarga kami jadi kalian pergilah atau kami akan mengusir kalian dengan kasar," ucap mommy Maya sambil menatap horor ke arah ayah kandungnya Jessica karena dirinya kesal suami yang sangat dicintainya dikatakan pak tua.


" Aku hitung sampai 3 jika di hitungan ke tiga jika kalian tidak pergi, maka kami akan paksa kalian untuk pergi dari sini.... satu.....dua...ti..." ucapan daddy Nathan terpotong oleh mereka.


" Baik kami akan pergi," ucap mereka bertiga serempak sambil menahan amarah terhadap keluarga daddy Nathan terlebih dengan Jessica.


Mereka berjalan ke arah kamar mereka masing - masing sedangkan tubuh Jessica mulai melemas seperti tidak bertulang membuat mommy Maya yang merasakan tubuh Jessica mulai berat membuat mommy Maya memeluknya dengan erat.


" Jimmy, bantu mommy," pinta mommy Maya

__ADS_1


" Ada apa mom?" tanya Jimmy sambil berjalan ke arah mommy Maya dan Jessica


" Uhuk .... Uhuk..." Jessica kembali batuk darah ketika Jimmy mendekati dirinya.


" Jessica!!!" teriak mommy Maya dan Jimmy serempak


Jessica tiba - tiba tidak sadarkan diri membuat Jimmy menggendong Jessica ala bridal style dan berjalan ke arah kamar dengan di temani oleh Delon dan Lemos sedangkan daddy Nathan menghubungi Katarina untuk datang ke rumah Jessica.


Ayah kandungnya yang melihat Jessica hanya menatapnya sinis tanpa ada perasaan empati sedikitpun, mereka bertiga terpaksa pergi karena dari segi jumlah prianya.


Di antaranya daddy Nathan, Delon, Jimmy, Lemos, Presdir Axel dan Presdir Albert yang menjadi bahan timbangan mereka untuk tidak melawannya.


" Aku sangat bersyukur ke dua orang tuaku sangat sayang dan perduli padaku," ucap Presdir Albert


" Sebagai orang tua memang seharusnya sangat menyayangi anak - anaknya," ucap daddy Nathan


" Seharusnya seperti itu dad, tapi pada kenyataannya ayahku menyiksa ibuku bersama wanita ular yang selama ini aku anggap sebagai mommy ku," ucap Presdir Axel sambil tersenyum pahit


" Sstttt... sudah jangan di ingat," ucap Sela sambil mengusap bahu suaminya.


" Maafkan aku seandainya saja waktu itu aku menyelidiki siapa yang membuat mommy ku meninggal istriku tidak akan hilang ingatan seperti ini," ucap Presdir Axel sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


" Sudah takdir aku mengalami kecelakaan jadi jangan pernah merasa bersalah," jawab Sela sambil memijat keningnya yang mulai terasa pusing.


" Sayangku kenapa?" tanya Presdir Axel cemas


" Kepalaku pusing," jawab Sela sambil menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.


" Jangan di paksa untuk mengingat semuanya," ucap Presdir Axel sambil memeluk Sela dari arah samping dan memijat kepala Sela.


" Lebih baik kamu gendong Sela dan istirahat di kamar yang kosong," ucap daddy Nathan


" Baik dad," jawab Presdir Axel patuh


Presdir Axel langsung melepaskan pelukannya kemudian menggendong Sela ala bridal style menuju ke arah kamar kosong dan kini tinggal daddy Nathan, Presdir Albert dan Seli.


" Albert," panggil daddy Nathan dengan wajah serius.


" Iya dad," jawab Presdir Albert dengan wajah ikut serius.

__ADS_1


__ADS_2