Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Sangat Mirip


__ADS_3

" Anak kita sangat mirip denganmu, padahal aku yang hamil tapi tidak ada satupun yang mirip denganku" ucap Maya dengan wajah di tekuk.


" Itu karena istriku sangat mencintaiku sama seperti diriku yang sangat mencintaimu," ucap Nathan sambil memeluk istrinya dari arah samping.


" Memang benar mami sangat mencintai papi," jawab Maya.


" Papi?" tanya ulang Nathan dengan nada bingung.


" Mulai sekarang kita rubah panggilan mami dan papi bukan sayang lagi karena jika kelak anak kita besar mereka juga memanggil kita dengan sebutan mami dan papi karena kalau memanggil dengan sebutan mommy dan daddy nanti yang ada mommy Gloria dan daddy Thomas menengok ketika papi atau mami memanggil mommy dan daddy," ucap Maya.


" Mami dan papi, papi setuju sayang," jawab Nathan sambil tersenyum.


" Terima kasih sayang, oh ya papi siapa nama anak - anak kita?" tanya Maya


" Yang pertama Delon Alexander, yang ke dua Jimmy Alexander, yang ke tiga Lemos Alexander, yang ke empat Sela Alexander dan yang ke lima Seli Alexander, apakah kamu suka?" tanya Nathan.


" Aku sangat suka sayang," jawab Maya.


" Kok sayang, tidak memanggil papi?" goda Nathan.


" Hehehe... maaf sayang karena kebiasaan memanggil sayang," jawab Maya sambil terkekeh - kekeh.


" Tidak apa - apa mami, papi mengerti kok," jawab Nathan

__ADS_1


Ooeeeeeeeeeeeeeee


Ooeeeeeeeeeeeeeee


Ooeeeeeeeeeeeeeee


Ooeeeeeeeeeeeeeee


Ooeeeeeeeeeeeeeee


Ke lima anak Maya dan Nathan tiba - tiba serempak terbangun sambil menangis saling bersahutan membuat Maya mengambil dua botol susu begitu pula dengan Nathan kemudian memberikan ke empat anaknya sedangkan yang satunya masih menangis karena belum mendapatkan botol susu.


" Maafkan mami anak - anak karena asi mami tidak cukup," ucap Maya.


Ooeeeeeeeeeeeeeee


" Sayang, kamu sabar ya karena ke empat adikmu masih haus," ucap Maya.


tok                 tok             tok


" Masuk," jawab Nathan


Ceklek

__ADS_1


Daddy Thomas membuka pintu kamar mereka kemudian mommy Gloria masuk ke dalam kamar mereka dan di susul daddy Thomas, mommy Gloria menggendong anak pertama Nathan yang masih menangis kemudian mengambil botol susu. Bayi Nathan dan Maya langsung terdiam kemudian menyedot dengan cepat membuat mommy Gloria tersenyum.


" Maya, biar daddy yang memegangi botol susu satunya," pinta daddy Thomas.


" Baik dad," jawab Maya


Tangan kanan Maya yang memegang botol susu langsung dilepaskan kemudian digantikan oleh daddy Thomas, setelah beberapa menit kemudian ke lima bayi Nathan dan Maya serempak langsung tertidur kembali  membuat mereka berempat tersenyum bahagia.


" Mommy jadi ingat dulu bagaimana repot nya mengurus ke tujuh anak kembar mommy hingga daddy memperkerjakan baby sister," ucap mommy Gloria.


" Nathan juga berencana mau memperkerjakan baby sister," jawab Nathan.


" Tapi berhati - hatilah menyewa baby sister jangan sampai kejadian kami terulang kembali," ucap daddy Thomas.


" Memang apa yang terjadi dad?" tanya Nathan dengan nada terkejut.


" Waktu itu oma dan opa kalian di culik dan salah satu baby sister ikut berkerja sama dengan penjahat itu," jawab daddy Thomas sambil menahan amarahnya ketika daddy Thomas mengingat tentang masa lalunya.


" Apa?? Daddy tahu dari mana?" tanya Nathan dengan nada masih terkejut.


" Dari paman Markus, paman Markus tahu siapa saja saat itu musuh yang menyamar dan berkerja di mansion," jawab daddy Thomas.


" Lalu apa yang terjadi selanjutnya dad?" tanya Nathan penasaran.

__ADS_1


__ADS_2