Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Apakah daddy sudah tua?


__ADS_3

" Daddy minta bantuan mu untuk menghubungi salah satu anggota keluargamu untuk menyelidiki keluarga Jessica," pinta daddy Nathan


" Maaf dad, apakah daddy tidak menyetujui kak Jessica dengan kak Jimmy?' tanya Seli dengan wajah ikut - ikutan serius


" Daddy menyetujui hubungan Jimmy dengan Jessica hanya saja daddy penasaran kenapa ayah kandungnya sangat membenci Jessica," jawab daddy Nathan


" Apakah tadi kalian tidak melihat ketika Jessica batuk darah ayah kandungnya sama sekali tidak perduli malah menatapnya dengan sinis, biasanya yang namanya orang tua melihat anak kandungnya terluka pasti sangat kuatir dan separuh jiwanya akan hilang," sambung daddy Nathan


" Iya juga sih dad, Seli melihat ayahnya kak Jessica hanya menatapnya dengan sinis dan tidak memperdulikan Jessica yang sedang terluka," ucap Seli.


" Karena itulah daddy penasaran kenapa ayah kandungnya sangat membenci Jessica padahal dari pertengkaran yang kita dengar barusan terlihat jelas kalau mereka tidak punya rasa malu sedikitpun padahal mereka sudah numpang di rumah Jessica tapi malah tidak berterima kasih malah menjelek - jelek kan Jessica di depan kita," ucap daddy Nathan.


" Baik dad, Albert akan hubungi sepupu Albert agar menyelidiki kehidupan Jessica," ucap Presdir Albert.


" Setelah ini apa yang kita lakukan dad?" tanya Seli


" Setelah Jessica sadar dan sembuh langsung tinggal di mansion kita karena daddy tidak ingin ke tiga orang yang tidak punya rasa malu mengusik kehidupan Jessica," jawab daddy Nathan.


" Seli setuju dad, kasihan kak Jessica yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang daddy," jawab Seli


" Daddy senang kamu setuju jika kakak kembar mu menikah dengan Jessica," jawab daddy Nathan


" Tentu saja dad, karena baru kali ini aku melihat kak Jimmy sering tersenyum sejak kenal kak Jessica," jawab Seli.


" Karena itulah mommy dan daddy langsung meminta Jessica untuk menjadi menantu," jawab daddy Nathan sambil memegangi wajahnya.

__ADS_1


" Daddy kenapa?" tanya Seli


" Oh ya, apakah daddy sudah tua?" tanya daddy Nathan tanpa menjawab pertanyaan Seli.


" Tidak, daddy sangat tampan tapi lebih tampan kak Albert," jawab Seli sambil menahan senyum.


Presdir Albert yang mendengar calon istrinya mengatakan dirinya lebih tampan dari calon mertuanya membuat Presdir Albert menahan senyum karena takut dirinya di larang menemui kekasihnya.


'' Aish sangat menyebalkan," gerutu daddy Nathan dengan wajah di tekuk.


" Pffftttt," tawa Seli yang sangat suka menggoda daddy Nathan


" Jangan tertawa nanti besok daddy dan mommy akan pergi di acara lamaran kalian," ancam daddy Nathan.


" Aish daddy, senangnya mengancam," ucap Seli dengan wajah cemberut


Katarina dan Mikael mencium punggung tangan daddy Nathan secara bergantian dan berlanjut Presdir Albert dan Seli mencium punggung Katarina dan Mikael.


" Jessica, batuk darah lagi paman?" tanya Katarina dengan wajah seakan tidak percaya pasalnya dirinya merasa yakin kalau Jessica sudah sembuh.


" Iya benar, paman juga bingung kenapa tiba - tiba Jessica batuk darah lagi,?" ucap daddy Nathan.


" Apa racunnya belum sepenuhnya hilang?" tanya Seli


" Tante belum tahu, tante akan memeriksanya sekarang," ucap Katarina

__ADS_1


" Seli antar kan tante Katarina ke kamar Jessica," perintah daddy Nathan


" Oke," jawab Seli patuh


Seli dan Katarina berjalan ke arah tangga di mana Jessica berada di lantai dua sedangkan daddy Nathan, Presdir Albert dan Mikael duduk di ruang keluarga.


" Bukankah hari ini acara lamaran?" tanya Mikael


" Memang benar hari ini adalah acara lamaran tapi terjadi sesuatu hal yang tidak di duga," jawab daddy Nathan


" Apa itu paman?" tanya Mikael penasaran.


Daddy Nathan pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup - tutupi sedangkan Mikael hanya diam mendengarkan cerita daddy Nathan tanpa berani menyela ucapan daddy Nathan.


" Itulah yang terjadi sebenarnya," ucap daddy Nathan mengakhiri ceritanya.


" Dari pengalaman yang sudah - sudah mereka bertiga pasti akan membalas dendam terhadap Jessica jadi jalan satu - satunya melenyapkan saja mereka bertiga dari pada jadi duri sama seperti Dita, di rawat dari kecil dengan penuh kasih sayang tapi ternyata yang membuat opa dan oma meninggal, paman dan tante di culik dalam keadaan koma bahkan di tambah menyerang mansion," sambung Mikael sambil menatap wajah daddy Nathan dengan serius.


" Benar juga katamu, jika kita mendiamkan saja akan menjadi bumerang buat Jessica tapi bagaimana perasaan Jessica jika ayah kandung Jessica kita lenyap kan?" tanya daddy Nathan dengan suara pelan.


" Kita tidak usah mengatakannya sama seperti kita melakukan sama Kevin," ucap Mikael juga mengatakannya dengan suara pelan.


" Baiklah, nanti daddy akan menghubungi penembak jitu untuk menembak ma  ti mereka," ucap daddy Nathan


" Terlalu lama paman lebih baik aku menghubungi keluargaku yang bisa menembak dengan tepat sasaran," ucap Mikael sambil mengambil ponselnya dari saku kemejanya.

__ADS_1


" Lakukan apa yang menurutmu mana yang lebih baik karena jujur daddy tidak akan membatasi apa yang kalian lakukan," ucap daddy Nathan dengan suara dingin dan wajah datarnya.


__ADS_2