
Maya hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil menatap wajah tampan suaminya yang sedang memakai pakaian kerja kemudian mengalungkan dasinya di leher agar istrinya memakaikan dasinya. Nathan berjalan ke arah istrinya untuk memakaikan pakaian istrinya yang tergeletak di sofa.
" Sayang, biar aku saja yang pakai." Ucap Maya yang tidak enak hati dengan suaminya.
" Ssstt sudah aku yang pakaikan." Ucap Nathan sambil tersenyum.
" Sayang kamu kok baik banget sama aku." Ucap Maya sambil membelai pipi suaminya.
" Kamukan istriku tentu saja aku baik padamu." Ucap Nathan sambil memakaikan segitiga bermuda.
Maya hanya tersenyum bahagia sedangkan Nathan berusaha ma*i - ma*an untuk menahan hasratnya untuk tidak memakan kembali tubuh mulus istrinya.
" Sayang biarkan aku saja." Ucap Maya sambil berdiri dan menyentuh tangan suaminya yang sedang memakaikan segitiga bermuda.
grep
" Sayang, satu ronde ya." Mohon Nathan sambil menahan tangan Maya dengan suara mulai berat.
Maya menganggukkan kepalanya tanda setuju, Nathan yang mendapatkan lampu hijau menggendong tubuh istrinya dan di baringkan ke ranjang dengan perlahan kemudian Nathan melepaskan satu persatu pakaiannya yang menempel di tubuhnya hingga polos tanpa sehelai benangpun.
Nathan menaiki tubuh istrinya kemudian memberikan pemanasan terlebih dahulu sedangkan Maya memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut suaminya.
( " Kenapa perutku terasa sakit sekali? Jika aku meminta berhenti aku tidak tega dengan suamiku yang sudah terselimuti kabut gairah. Aku harus bisa menahan rasa sakit pada perutku." Ucap Maya dalam hati sambil memeluk suaminya agar mengurangi rasa sakit pada perutnya ).
Setelah di rasa cukup Nathan menyatukan tubuhnya ke tubuh istrinya dan mulai menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang tanpa mengetahui kalau istrinya sedang menahan rasa sakit bagian perutnya karena Nathan melakukan itu sambil memejamkan matanya menikmati hubungan suami istri hingga akhirnya keluar lahar miliknya.
Nathan menarik tubuhnya dan menggulingkan tubuhnya ke arah samping dan meletakkan kepala istrinya di dada bidangnya kemudian memeluk tubuh polos istrinya.
cup
" Terima kasih sayang aku sangat puas." Ucap Nathan sambil mengecup kening istrinya dengan lembut.
" Sa..." Ucap Maya terpotong karena dirinya tidak sadarkan diri.
Maya yang tidak bisa menahan rasa sakit pada bagian perutnya akhirnya tidak sadarkan diri.
" Sa... apa sayang?" Tanya Nathan sambil mendorong perlahan tubuh istrinya dan meletakkan perlahan kepala istrinya ke bantal agar dirinya bisa menatap wajah cantik istrinya.
hening
" Sayang, kamu lelah?" Tanya Nathan sambil membelai lembut wajah istrinya.
hening
__ADS_1
" Sayang jangan bercanda." Ucap Nathan lagi sambil menepuk-nepuk pipi istrinya dengan lembut.
hening
Nathan berusaha membangunkan istrinya tapi istrinya masih setia memejamkan matanya membuat dirinya panik dan mengambil ponselnya untuk menghubungi adiknya. Sambungan pertama langsung di angkat oleh dokter Kasandra.
" Ada ada kak?" Tanya dokter Kasandra
" Kamu ke sini istriku pingsan." Pinta Nathan
" Apa? Baik aku akan ke sana." Ucap dokter Kasandra
tut tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan oleh Nathan, Nathan meletakkan ponselnya di meja dekat ranjang dan langsung bangun dari ranjang untuk memakai boxer dan dilanjutkan memakai celana panjang warna hitam.
Mata Nathan membulat sempurna ketika menatap ke arah Maya pasalnya ada bercak darah membuat dirinya semakin panik.
" Sayang." Panggil Nathan sambil menepuk pipi istrinya namun tidak ada respon sama sekali.
Nathan menghubungi kepala pelayan untuk membawakan baskom yang berisi air hangat dan handuk kemudian mengambil selimut baru untuk menggantikan selimut yang sudah terkena bercak darah milik Maya.
tok tok tok
Nathan berjalan ke arah pintu dan membukanya.
Nathan menerima baskom tersebut kemudian kepala pelayan menundukkan kepalanya dan pergi meninggalkan Nathan sedangkan Nathan menutup pintu kamarnya dan membalikkan badannya. Nathan berjalan ke arah ranjang dan meletakkan baskom ke meja.
Nathan dengan telaten melap bagian privasi milik istrinya untuk menghilangkan bercak darah hingga baskom berisi air bening kini berubah menjadi merah. Nathan mengambil baskom dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membuang air tersebut dan menggantikan dengan yang baru.
Nathan kembali membersihkan bagian privasi milik istrinya hingga bersih kemudian memakaikan dalaman dan dilanjutkan memakai dress selutut bertepatan pintunya di ketuk kemudian langsung di buka.
" Apa yang terjadi kak?" Tanya dokter Kasandra sambil berjalan ke arah ranjang milik kakaknya dan langsung memeriksa kakak iparnya.
" Kakak tidak tahu pas kami selesai melakukan hubungan suami istri tiba-tiba istriku tidak sadarkan diri dan bagian privasinya mengeluarkan darah segar." Ucap Nathan menjelaskan.
" Sepertinya istri kakak hamil." Ucap dokter Kasandra ketika stetoskop diarahkan ke perut kakak iparnya.
" Hamil?" Tanya Nathan
" Iya karena aku mendengar detak jantung di perut istri kakak untuk memastikan cek di dokter kandungan." Ucap dokter Kasandra sambil memberikan minyak angin agar Maya tersadar dari pingsannya.
" Tapi kenapa istriku pingsan dan mengeluarkan darah segar?" Tanya Nathan dengan nada masih kuatir.
__ADS_1
" Berapa kali kakak melakukan hubungan suami istri?" Tanya dokter Kasandra tanpa menjawab ucapan kakaknya
" Pagi ini baru tiga kali." Ucap Nathan
" Apa tiga?" Teriak dokter Kasandra
" Ssstt jangan teriak nanti istriku kaget." Ucap Nathan sambil membekap mulut adiknya kemudian melepaskannya.
" Mulai sekarang kurangi aktifitas hubungan suami istri." Ucap dokter Kasandra
" Memangnya kenapa?" Tanya Nathan dengan wajah yang sulit diartikan.
" Kalau kakak tidak sayang dengan istri dan anak kakak silahkan lakukan apa yang kakak lakukan selama ini dengan istri kakak." Ucap dokter Kasandra dengan nada setengah oktaf.
" Diperjelas kakak tidak mengerti." Ucap Nathan.
" Kak Maya nyaris keguguran ketika kakak melakukan hubungan suami istri." Ucap dokter Kasandra menjelaskan.
Perlahan Maya membuka matanya dan melihat ada suaminya yang bernama Nathan dan adik iparnya dokter Kasandra.
" Aku di mana? Kasandra kapan datang?" Tanya Maya dengan nada lirih
" Kamu masih berada di mansion, aku datang karena di telpon kak Nathan. Apakah ada yang sakit?" Tanya dokter Kasandra.
" Perutku terasa kram." Ucap Kasandra
" Lebih baik kita ke dokter kandungan, kak Nathan angkat kak Maya." Perintah dokter Kasandra
Tanpa menjawab Nathan menggendong istrinya ala bridal style mereka berdua keluar dari kamar Nathan dan Maya menuju ke arah garasi mobil.
Dua puluh menit kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit dan Maya sedang diperiksa dokter kandungan.
" Selamat tuan istri tuan hamil kembar lima." Ucap dokter tersebut.
" Sayang, kamu hamil." Ucap Nathan tersenyum bahagia.
" Iya sayang kembar lima lagi." Jawab Maya
" Akhirnya aku bisa mengalahkan ke 6 saudara kembarku." Ucap Nathan bangga.
" Mengalahkan ke 6 saudara kembar, maksud sayang apa?" Tanya Maya penasaran.
" Kak Aleandro mempunyai empat anak kembar, kak Maximus tiga anak kembar, aku lima kembar, Kasandra sepasang anak kembar dan kak Cantika dua kembar laki - laki." Ucap Nathan.
__ADS_1
Maya hanya tersenyum melihat sifat suaminya seperti anak kecil.
" Maaf nyonya apakah ada keluhan?" Tanya dokter tersebut.