
" Itulah kakak juga curiga dengan Dita karena itulah meminta Albert untuk menyelidiki Dita," ucap Jimmy sambil mengurangi kecepatan.
Jimmy memarkirkan mobilnya di rumah Rumah Sakit Alvonso Internasional kemudian mereka turun dari mobil dan berjalan ke arah ruang UGD.
Jimmy dan Seli melihat keluarga besarnya datang bersama mommy Laras, daddy Alvonso, Alvonso, Kelly istrinya Alvonso, Max dan Louis. Mommy Laras yang melihat Jimmy dan Seli sudah datang langsung berdiri dengan diikuti oleh daddy Alvonso
" Aleandro, Maximus, Fico, Yohanes, Aska dan Robert ikut kami sekalian Axel dan Dita," ucap mommy Laras sambil berjalan ke arah lift untuk menuju ke ruangan khusus rapat milik Rumah Sakit Alvonso Internasional.
" Tapi oma, Axel ingin menunggu istriku," ucap presdir Axel dengan air mata tidak berhenti keluar karena menyesal tidak jujur dari awal dengan istrinya.
" Ada banyak orang di sini, jadi kamu jangan takut," jawab mommy Laras.
" Baik mom," jawab presdir Axel.
" Thomas, Alvonso, Max dan Louis ikut kami dan untuk yang lainnya tunggu di sini," ucap daddy Alvonso.
" Baik dad," jawab Alvonso, Max, Louis dan Kelly serempak.
" Ok," jawab daddy Thomas ikut berdiri
" Baik paman," jawab anak dan para menantu daddy Thomas dan mommy Gloria.
" Aku ikut," ucap mommy Gloria
" Lebih baik menemani mereka," jawab mommy Laras.
" Baiklah," jawab mommy Gloria singkat.
Mereka yang namanya tadi di sebut berjalan ke arah lift dan menekan lift khusus dan lift untuk umum karena orangnya sangat banyak.
Singkat cerita kini mereka berada ruangan khusus rapat milik Rumah Sakit Alvonso Internasional dan duduk di kursi masing - masing. Mommy Laras, Alvonso, Max dan Louis masing menyalakan laptopnya sedangkan yang lainnya menunggu apa yang akan dikatakan oleh mommy Laras hingga dua puluh lima menit mereka menunggu akhirnya mommy Laras menatap ke arah Dita.
Terungkap kebenaran siapa dalang di balik kecelakaan daddy Nathan, mommy Maya dan Sela membuat mommy Laras sangat kecewa dengan Dita karena dirinya berfikir Dita tidak akan mengikuti jejak ibunya tapi ternyata perkiraannya salah besar sedangkan daddy Alvonso sudah bisa menebak kalau buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.
Daddy Alvonso dan mommy Laras sangat bersyukur menantunya yang bernama Max dan Leo yang seorang psychophat bisa hilang walau sewaktu - waktu bisa terbangun jika keluarganya di sakiti.
" Dita, ada yang ingin kamu sampaikan?" tanya mommy Laras dengan wajah yang teramat sangat kecewa.
" Tidak ada oma, memang kenapa oma?" tanya Dita tanpa merasa bersalah sedikitpun.
Mommy Laras menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap ke arah Seli membuat Seli ikut menatapnya dengan tatapan bingung karena dirinya tidak menyakiti keluarganya.
__ADS_1
" Oma kenapa menatapku? Aku tidak mungkin mencelakai keluargaku," ucap Seli
" Memang benar, oma menatapmu karena pasti kamu ingat dengan kejadian waktu mommy mu, Sela dan Seli masak dan tiba - tiba ketika kalian makan bersama termasuk Axel dan Albert rasanya sangat asin padahal kalian bertiga sudah mencicipinya terlebih dahulu," ucap mommy Laras.
" Ingat oma, waktu itu mommy, kak Sela dan aku sangat kaget kok masakannya tiba - tiba menjadi asin," jawab Seli.
" Dita, apakah kamu mau mengatakan ke mereka?" tanya mommy Laras
" Mengatakan apa oma?" tanya Dita berusaha mengelak walau dalam hatinya was - was kalau kejahatannya diketahui oleh mommy Laras.
( ' Tidak mungkin nenek tua ini tahu kalau aku adalah dalangnya," ucap Dita dalam hati ).
" Baiklah kalau begitu, Max," panggil mommy Laras.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Cerita tentang Max bisa baca di novelku dengan judul : Perjalanan Cinta Sang Psychopath
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
" Baik mom," jawab Max
Max mengutak atik laptopnya sedangkan daddy Alvonso menyalakan layar proyektor membuat semua orang menatap ke arah layar proyektor, mereka melihat mommy Maya, Sela dan Seli sedang memasak bersama namun tiba - tiba Max menghentikan rekaman cctv.
" Baik mom," jawab Max
Max kembali mengutak atik laptopnya kemudian anak panahnya diarahkan ke sudut ruangan dan terlihat seorang wanita sedang berdiri memperhatikan dengan tatapan penuh kebencian ke arah tiga wanita itu yang sedang memasak dan ternyata wanita itu adalah Dita.
" Dita." ucap mereka serempak kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Dita dengan tatapan curiga.
" Aku ingin membantu memasak tapi kalian tidak pernah mengijinkannya," jawab Dita berusaha menyembunyikan kebohongannya.
" Baiklah Max, lanjutkan," perintah mommy Laras.
" Baik mom," jawab Max
Max kembali mengutak atik laptopnya dan mereka melihat kembali hingga dua puluh lima menit kemudian Mommy Maya, Sela dan Seli selesai memasak kemudian meletakkan semua makanan ke atas meja tersebut kemudian pergi menuju ke arah anak tangga.
Tidak berapa lama muncul Dita sambil kepalanya tengok kanan dan tengok ke kiri kemudian mengambil botol kecil dari saku celananya kemudian memasukkan sesuatu ke dalam 8 makanan tersebut setelah selesai Dita pergi meninggalkan ruang makan tersebut.
" Rasakan pembalasanku, salah siapa kalian pilih kasih," ucap Dita.
__ADS_1
Dita sangat terkejut karena apa yang dilakukannya diketahui lewat rekaman cctv dan suaranya terdengar dengan jelas.
" Off dulu Max," perintah mommy Laras
" Baik mom," jawab Max dan langsung menghentikan rekaman cctv.
" Bisa kamu jelaskan Dita?" tanya mommy Laras.
" Baik aku mengaku, aku menambahkan garam di makanan itu," Jawab Dita sambil berdiri.
Dirinya terpaksa mengaku karena bukti sudah jelas mengarah ke dirinya lewat rekaman cctv di tambah dengan ucapannya.
" Kenapa kakak tega pada kami?" tanya Seli ikut berdiri dengan tatapan tidak percaya.
" Kalian tahu kenapa? Orang tua kalian lebih sayang dengan kalian dari pada aku sebagai anak angkat." jawab Dita sambil menatap ke 4 adik angkatnya dengan tatapan penuh kebencian.
" Dita, apakah kamu masih ingat? Dulu kamu itu di rawat oleh Nathan, Maya dan juga keluarga Nathan dengan penuh kasih sayang tapi kenapa kamu ingin menghancurkan keluarga Nathan?" tanya mommy Laras
" Karena sejak kehadiran ke lima anak kembarnya rasa sayangnya padaku semakin berkurang mereka sibuk dengan ke lima anak kandungnya dan sejak saat itu aku membenci ke dua orang tua angkatku termasuk ke lima anak kembarnya," jawab Dita.
" Apa???" teriak mereka serempak kecuali keluarga besar daddy Alvonso karena mereka sudah tahu semuanya.
" Apakah kamu tahu Dita, mereka sangat sayang padamu terlebih Maya sangat sayang padamu dan menganggap dirimu sebagai anak kandungnya," ucap mommy Laras.
" Sayang padaku? Hahahaha... aku tidak percaya kalau wanita itu sayang padaku." ucap Dita sambil tertawa seperti orang gi la.
" Tutup mulutmu!!!" teriak ke empat anak kembarnya serempak sambil berdiri dan menatap Dita dengan tatapan penuh kebencian.
Ke empat anak kembar tersebut hendak berjalan ke arah Dita namun mommy Laras mengangkat tangannya ke atas tanda supaya berhenti.
" Seandainya saja saat itu opa lebih tegas sama kamu, opa masukkan kamu ke panti asuhan tapi sayang sekali oma dan Maya membelamu agar kamu di rawat dan tidak tinggal di panti asuhan," ucap daddy Thomas yang sejak tadi diam.
" Apa yang dikatakan daddy benar, seandainya saat itu kami semuanya tegas hal ini tidak akan terjadi," sambung Aleandro yang ikut bicara.
" Kamu dan ibumu ternyata sama, sama - sama wanita ular diam - diam mematuk," desis Maximus.
" Dita, apakah kamu memang sengaja menghubungi Sela di saat bertemu dengan Axel agar Sela datang ke kantor," tanya mommy Laras
" Dita jawab!!!" bentak presdir Axel sambil menahan amarahnya karena gara - gara kejadian ini istri yang sangat dicintai mengalami kecelakaan.
" Memang benar," jawab Dita yang sudah tidak bisa mengelak lagi.
__ADS_1
" Apa jangan - jangan kejadian kak Nathan dan kak Maya serta ponakan kami Sela ulah mu?" tanya Yohanes sambil menatap ke arah Dita.
" Memang benar perkataan Yohanes, Dita lah yang menyewa orang untuk merusak rem mobil waktu Nathan dan Maya bertemu dengan Aleandro di kafe begitu pula dengan mobil milik Axel yang digunakan oleh Sela waktu di perusahaan milik Axel," jawab mommy Laras.