Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Dua Selendang


__ADS_3

"Ada apa Katarina?" tanya daddy Nathan


"Video cctv milik musuh,"jawab Katarina sambil berjalan menuruni anak tangga diikuti oleh yang lainnya.


"Apa???" tanya mereka serempak.


"Di setiap lantai di ujung tangga ada video cctv milik musuh jadi harus dihancurkan agar musuh tidak melihat apa yang kita lakukan," jawab Katarina.


"Adakah yang bisa menjinakkan bom?" tanya Katarina sambil masih berjalan dengan langkah cepat.


"Aku bisa," jawab daddy Nathan dan Delon serempak.


"Bagus kalau begitu ada bom di lantai atas di kamar 808 dan di lantai bawah kamar 008 jadi aku minta paman Nathan dan Delon pergi ke salah salah satu kamar dan jangan lupa menembak video cctv milik musuh," ucap Katarina.


"Kalau begitu kak Fico, Delon dan Lemos turun ke lantai bawah agar Delon menjinakkan bom kak Maximus ikut aku," ucap daddy Nathan.


"Ok," jawab mereka serempak.


Fico, Delon dan Lemos menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya dan berjalan menuruni anak tangga karena awalnya mereka sedang naik ke lantai atas.


"Tunggu dulu, aku mau nanya apakah Delon takut ketinggian?" tanya Katarina dengan nada serius.


"Tidak, memangnya kenapa?" tanya Delon balik bertanya sambil menghentikan langkahnya.


"Kalau begitu lebih baik Delon ikut aku agar cepat menjinakkan bom sedangkan paman Fico dan Lemos berada di sisi balkon, paman Fico mengecek bagian atas siapa tahu ada musuh datang dan Lemos melihat bagian bawah siapa tahu ada musuh yang ingin menembak kami," usul Katarina sambil mengeluarkan dua selendang.


"Kamu dan Delon tidak bisa menggunakan pintu lift karena pintu lift rusak parah jadi mau tidak mau menggunakan anak tangga," ucap daddy Nathan.


"Siapa bilang aku dan Delon pakai lift? Kita turun menggunakan selendang," jawab Katarina sambil menarik tangan Delon menuruni anak tangga.


"Selendang?" tanya ulang mereka serempak dengan wajah bingung.


"Aku tidak ada waktu untuk menjelaskan karena waktu buat kita sangat berharga dan ingat pesanku tembak setiap melihat ada video cctv milik musuh," teriak Katarina karena posisi Katarina dan Delon agak jauh dari mereka.


"Ok," jawab mereka serempak.


"Delon kita melompat ke bawah dengan menggunakan selendang sampai kita berada di lantai dasar tapi selama kamu turun tolong perhatikan apakah ada musuh datang atau tidak," ucap Katarina.

__ADS_1


"Apa bisa kak?" tanya Delon sambil berpikir.


"Bisa, sekarang kamu pegang tangan kananku yang sedang menggenggam selendang dengan menggunakan tangan kananmu dan pegang tangan kiri ku yang juga menggenggam selendang," ucap Katarina.


"Baik kak," jawab Delon.


Delon melakukan apa yang dikatakan oleh Katarina namun baru saja memegang ke dua tangan Katarina hingga tubuh mereka bersentuhan terdengar suara yang sangat familiar dengan suara menggelegar siapa lagi kalau bukan Mikael suaminya Katarina sedangkan Dennis hanya diam saja karena urusan rumah tangga anaknya, Dennis akan menjadi penengah jika mereka benar - benar ribut.


"Apa yang kalian lakukan?Hah!!" bentak Mikael dengan dada turun naik karena saking cemburunya.


"Honey, honey jangan cemburu aku dan Delon ingin turun ke lantai dasar," jawab Katarina.


"Memang ada apa di lantai dasar?" tanya Dennis yang merasa menantunya yang bernama Katarina tidak mungkin selingkuh dengan Delon.


"Di lantai bawah dan lantai atas ada bom papi, sekarang paman Nathan dan paman Maximus naik tangga ke atas untuk menjinakkan bom sama seperti Delon yang juga akan menjinakkan bom, opa dan paman Max terkena serpihan akibat pintu lift di bom. Lebih baik papi dan honey menemani paman Fico dan Lemos untuk membantu kami jika ada yang ingin menembak kami," jawab Katarina sambil naik ke atas bangku diikuti oleh Delon kemudian melempar selendang yang digenggamnya dengan menggunakan tangan kanannya.


"Apa??Baik kami akan naik ke atas," jawab Dennis sambil menarik tangan putranya.


"Tapi papi..." ucapan Mikael terpotong oleh Dennis.


"Kamu harus percaya dengan istri dan Delon kalau mereka tidak mungkin melakukan yang aneh - aneh sekarang yang terpenting kita fokus membasmi para musuh," ucap Dennis memberikan pengertian ke putranya yang tidak rela tubuh dan ke dua tangan istrinya bersentuhan dengan pria lain.


"Delon kamu sudah siap?" tanya Katarina.


"Apakah kita akan melompat sampai ke bawah dengan menggunakan dua selendang?" tanya Delon memastikan.


"Benar, kan kakak sudah bilang," jawab Katarina.


Glek


Delon menelan salivanya dengan kasar sambil mengarahkan pandangannya ke arah bawah membuat Delon menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


"Kamu percaya padaku dan jangan panik karena jika kamu panik kita akan jatuh sampai ke lantai dasar dan kamu tahu sendiri jika sudah jatuh maka nyawa kita tidak tertolong jadi kakak minta santai dan jangan panik lakukan demi ke dua orang tuamu dan orang - orang yang kamu sayangi," ucap Katarina.


"Benar kata kakak, demi keluarga besar ku dan keluarga besar opa Alvonso aku bersiap melakukan apapun, aku siap kak," jawab Delon dengan nada penuh keyakinan.


"Baik kita mulai melompat karena selendang yang kanan sudah aku lempar dan ingat jangan panik dan percaya dengan kakak," ucap Katarina.

__ADS_1


"Kamu ingatkan film spiderman?" tanya Katarina.


"Ingat kak," jawab Delon.


"Kita akan seperti itu menuruni anak tangga seperti Spiderman hanya saja Spiderman menggunakan jaring laba - laba sedangkan kita menggunakan selendang," ucap Katarina.


"Iya kak," jawab Delon, Delon merasa belum yakin apakah bisa seperti Spiderman terlebih selendang itu tipis jadi apakah bisa menahan ke dua tubuh mereka.


"Sudah siap?" tanya Katarina.


"Siap kak," jawab Delon.


"Loncat," ucap Katarina.


Swusshhhhhh


Delon dan Katarina langsung loncat kemudian Katarina melempar selendang ke dua yang dipegangnya dengan menggunakan tangan kiri setelah selendang kiri mengikat besi balkon di lantai bawah ikatan selendang yang berada di tangan kanan digerakkan oleh Katarina dan ikatan itupun lepas kemudian di lempar di lantai bawah berikutnya begitu terus hingga mereka berada di lantai dasar.


"Woww keren, ajarin aku ya," pinta Delon yang merasa sangat senang dengan apa yang terjadi.


"Ok," jawab Katarina santai sambil berjalan.


"Sekarang kita mencari kamar 008," ucap Delon sambil mencari kamar 008.


"Itu dia, kita ke sana," ucap Katarina yang masih menggenggam dua selendang.


Swusshhhhhh


Swusshhhhhh


"Akhhhhh..." teriak dua pria tersebut serempak.


Bruk


Bruk


Ketika Katarina dan Delon sedang berjalan dari sisi sebelah kanan dan kiri ada dua pria yang datang membuat Katarina melempar selendang dengan menggunakan tangan kanan dan kiri.

__ADS_1


"Jika kita di tengah musuh pasang mata dan pasang telinga baik - baik karena kita tidak tahu musuh datang dari mana," ucap Katarina.


"Iya kak," jawab Delon patuh karena apa yang dikatakan Katarina benar adanya.


__ADS_2