
Aleandro mengambil ponselnya dan menghubungi anak buahnya untuk mengecek jasad Kevin yang tergeletak di gedung tua setelah selesai Aleandro menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya.
" Daddy, pria ini yang membuat Nathan dan Maya terluka. Apa yang mesti kita lakukan dad?" Tanya Maximus.
Maximus sebenarnya ingin menembak di tempat tapi itu tidak mungkin karena ada mommy Gloria.
" Bawa dia ke markas." Perintah daddy Thomas.
Daddy Thomas sebenarnya ingin menembaknya tapi mengingat ada istri yang sangat dicintainya membuat dirinya tidak melakukan itu di depannya karena bisa dipastikan istrinya akan membelanya karena itulah daddy Thomas meminta agar tuan Romero Fico Saverio atau tuan Fico di bawa ke markas untuk di eksekusi.
" Baik dad." Jawab mereka serempak kecuali mommy Gloria dan Quenby.
" Tunggu, apa yang akan daddy dan saudara-saudaraku lakukan?" Tanya Quenby sambil berjalan ke arah Fico kemudian menarik tangannya hal itu membuat Fico membalas menggenggam tangan Quenby.
" Quenby apa yang kamu lakukan? Apakah kamu tidak tahu siapa pria itu?" Tanya Aleandro terkejut begitu pula yang lainnya.
" Kak Aleandro, Quenby tahu kalau kak Fico salah tapi bisakah kasih kesempatan ke dua." Mohon Quenby
" Tidak." Jawab mereka serempak kecuali mommy Gloria sedangkan Fico hanya tersenyum bahagia karena Quenby perduli padanya.
" Benar kata Quenby kita berikan kesempatan ke dua." Ucap mommy Gloria yang bisa menilai kalau Fico bisa berubah menjadi orang baik.
" Baik, daddy akan kasih kesempatan ke dua dan tidak ada lagi kesempatan ke tiga." Ucap daddy Thomas.
Daddy Thomas pasrah karena dirinya tahu istrinya memiliki hati seluas samudra walau sering disakiti tapi tidak mempunyai dendam seperti dulu ketika daddy Thomas menyakiti hatinya tapi mommy Gloria tidak dendam dan mau memaafkan dirinya.
__ADS_1
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Kalau mau mendengarkan cerita tentang perjalanan cinta daddy Thomas dan mommy Gloria bisa membaca novelku dengan judul Cinta Pertama Mafia.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
" Terima kasih dad." Ucap Quenby sambil tersenyum bahagia begitu pula dengan Fico.
" Kalau memang Kevin masih hidup bisa tahu di mana dia sekarang berada?" Tanya daddy Thomas penasaran.
" Yang aku tahu sekarang.... " Ucapan Fico terpotong oleh bunyi ponsel Aleandro.
Aleandro mengambil ponselnya dari balik jasnya kemudian melihatnya siapa yang menghubungi dirinya sestelah mengetahui Aleandro menggeser tombol berwarna hijau dan ditempelkan ke telinganya.
" Maaf tuan, ternyata pria itu memakai topeng dan dipastikan tuan Kevin masih hidup." Jawab anak buahnya.
tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Aleandro kemudian menyimpan kembali ponselya ke saku jasnya setelah selesai Aleandro menatap ke arah Fico.
" Memang benar ternyata pria itu bukan Kevin, jadi kami minta di mana Kevin?" Tanya Aleandro sambil menatap tajam ke arah Fico.
" Dia tinggal di ....." Ucapan Fico terputus karena kini giliran ponselnya berdering membuat Fico mengambil ponselnya di saku belakang celana panjang.
FIco melihat siapa yang menghubungi dirinya dan melihat kalau Kevin yang menghubungi dirinya membuat Fico men loud speaker ponselnya karena dirinya berjanji untuk merubah menjadi pria yang baik agar keluarganya menyetujui hubungannya dengan Quenby.
__ADS_1
" Aku tidak menyangka kalau tuan Romero Fico Saverio ternyata seorang pengkhianat, menyesal aku mengenalmu." Ucap Kevin dengan nada dingin.
tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh Kevin membuat Aleandro menyimpan kembali ponselnya di saku belakang celana panjang.
" Di mana Kevin bersembunyi?" Tanya ulang Aleandro setelah mendengar percakapan tuan Romero Fico Saverio di saku belakang celana panjang.
" Dia sangat pintar sembunyi tanpa diketahui oleh siapapun." Jawab Fico dengan jujur.
" Akhhh... Sial." Umpat mereka serempak kecuali mommy Gloria dan Quenby.
Tiba-tiba kepala Fico terasa sangat pusing membuat Fico menyandarkan kepalanya di bahu Quenby sambil memejamkan matanya membuat yang ada di situ menatap tajam ke arah Fico.
" Apa yang kamu lakukan?" Tanya Aleandro sambil berjalan ke arah Quenby dan Fico bersiap memukul Fico.
" Kalau mau tidur di rumah sakit jangan di bahu adikku." Ucap Maximus menahan amarahnya.
" Kak Fico berat, ada apa kak?" Tanya Quenby sambil memeluk Fico agar tidak terjatuh.
" Kepalaku pusing banget." Rintih Rico.
" Kak Fico, lebih baik istira..." Ucapan Quenby terhenti ketika tubuh Fico merosot turun tapi langsung di tahan oleh Quenby.
" Kak Aleandro, kak Maximus bantu kak Fico." Mohon Quenby yang melihat ke dua kakak kembarnya bersiap memukul Fico karena telah berani menyandarkan kepalanya di bahu Quenby.
__ADS_1