
Rasa bersalah Lemos terhadap Soraya membuat semangat hidup Lemos sudah tidak ada lagi, hidupnya dihantui rasa bersalah yang teramat sangat membuat pria tampan tersebut mengeluarkan air mata. Air mata penyesalan karena menyakiti seorang gadis yang sudah di hancurkannya dan di tambah menyiksanya hingga pergi untuk selamanya.
"Lemos, jika terjadi sesuatu denganmu bagaimana dengan perasaan mommy, daddy, saudara - saudaramu dan juga keluarga besar kita? Apakah kamu ingin melihat mommy dan daddy menangis? Apakah kamu tega melihat mommy menangis dan tidak ada semangat untuk hidup?" tanya Delon berusaha menasehati adik kembarnya.
"Aku..." ucap Lemos menggantungkan kalimatnya.
"Benar apa yang dikatakan kak Delon, aku mengerti kak Lemos sangat sedih dan sangat menyesal karena menyiksa Soraya tapi kita tidak bisa memutar waktu. Sekarang yang terpenting kak Lemos belajar untuk mengendalikan diri dan jangan asal percaya dengan apa yang dikatakan seseorang sebelum kak Lemos membuktikannya," ucap Presdir Axel.
"Terima kasih kak Delon dan Axel," ucap Lemos.
"Terima kasih untuk apa?" tanya Delon dan Presdir Axel serempak.
"Terima kasih karena sudah menasehati ku dan tidak takut kalau aku seorang psikopat," jawab Lemos.
"Kita bersaudara jadi sudah sepantasnya saling menasehati, saling perduli dan saling melindungi, mengenai kenapa kakak tidak takut denganmu karena kakak percaya kamu tidak akan melukai kakak," ucap Delon.
"Walau aku ipar tapi aku sudah menganggap kalian sebagai keluargaku dan aku sangat bersyukur mau menerimaku menjadi bagian dari anggota keluarga karena itulah sebagai bagian dari anggota keluarga saling menasehati, saling melindungi dan saling perduli," ucap Presdir Axel.
"Mengenai kenapa aku tidak takut dengan kak Lemos karena aku percaya kak Lemos tidak akan menyakitiku," sambung Presdir Axel.
Lemos tersenyum mendengar ucapan kakak kembarnya dan adik kembarnya hingga Delon tiba - tiba mengerem mobilnya tiba - tiba karena sebuah mobil hitam menghentikan mobilnya tepat di depannya.
"Si*l." ucap ke tiga pria tampan tersebut.
__ADS_1
"Kita keluar saja kak," ucap Lemos sambil mengeluarkan pistolnya.
"Mobil ini anti peluru dan tahan benturan sambil menunggu kita di dalam saja karena di belakang dan di samping mobil kanan dan kiri ada mobil jika kita keluar yang ada kita bertiga pulang tinggal nama," ucap Delon.
"Aish jangan, aku masih ingin hidup apalagi istriku sekarang lagi hamil dan aku ingin melihat wajah anakku mirip siapa," ucap Presdir Axel.
"Memangnya aku tidak, kamu masih mending sudah menikah dan bisa merasakan hubungan suami istri sama seperti Lemos lha kakak kan belum," ucap Delon.
"Salah siapa tiap ketemu seorang gadis kakak selalu memasang wajah dingin dan datar," ucap Presdir Axel.
"Memangnya kamu tidak," jawab Delon sambil menatap tajam adik iparnya.
"Kak Delon, Axel bisakah kalian sekarang serius?" tanya Lemos dengan nada kesal karena bertengkar yang tidak ada gunanya terlebih para musuh keluar dari mobilnya dengan membawa senjata tajam.
"Senyuman kak Delon dan Axel jelek," ucap Lemos.
"Biarin," jawab Delon dan Presdir Axel serempak.
"Aish menyebalkan," ucap Lemos.
"Lihat mereka ke arah mobil kita," ucap Presdir Axel sambil mengalihkan pembicaraan.
"Benar, apa kita tetap menunggu di dalam mobil?" tanya Lemos.
__ADS_1
"Ya, sambil menunggu bantuan datang," jawab Delon.
Para penjahat memukul mobil tersebut dengan menggunakan balok kayu dan besi yang di bawanya waktu mereka berencana menyerang keluarga Alexander hingga tidak berapa lama kaca - kaca mobil mulai retak karena tidak kuatnya menahan hantaman bertubi - tubi dan di saat kritis enam mobil dan dua belas motor datang kemudian menyerang mereka.
Delon, Lemos dan Presdir Axel yang melihat ada bala bantuan langsung keluar dan menyerang mereka hingga tidak membutuhkan waktu lama para penjahat sebagian babak belur dan langsung di tangkap sisanya meninggal di tempat.
Namun tanpa sepengetahuan mereka salah seorang mengarahkan tembakan ke arah Delon setelah mengunci target pria tersebut menekan pelatuk.
Grep
Lemos yang melihat kakak kembarnya dalam bahaya membuat Lemos memeluk Delon membuat Delon terkejut karena Lemos memeluknya sambil mengarahkan pelurunya ke arah samping.
Dor
Dor
"Akhhhhhhhhhhh," teriak Lemos dan pria tersebut serempak.
"Lemos !!!..." teriak mereka serempak.
"Lemos, kenapa kamu jadikan tubuhmu menjadi tameng ku?" tanya Delon dengan wajah yang sangat sedih.
"Aku tidak bisa melihat kakak terluka," ucap Lemos sambil tersenyum menatap ke arah kakak kembarnya.
__ADS_1
"Axel bantu aku," pinta Delon sambil menahan tubuh Lemos.