Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Hewan kesayangan


__ADS_3

" Alvonso dan Alvian, hukuman apa yang pantas untuk mereka?' tanya Aleandro penasaran


" Tebak saja," jawab Alvonso dan Alvian serempak.


" Kalau aku merasa kalian akan membawa mereka ke markas untuk santapan hewan peliharaan," tebak Aleandro.


" Tepat sekali, orang - orang seperti mereka harus menjadi santapan hewan peliharaan kami karena jika dibebaskan mereka akan menyerang kita di saat tidak kita duga," ucap Alvonso sambil menekan tombol lift.


" Belajar dari pengalaman kami beberapa tahun yang lalu karena itulah sebelum hal itu terjadi mereka semua harus di hukum mati terlebih mereka sudah jelas-jelas salah tapi tetap saja melakukan anarkis," sambung Alvian.


" Kami mengerti dan kami juga pernah mengalaminya," jawab Aleandro.


Tidak berapa lama pintu lift terbuka dan mereka masuk ke dalam lift tersebut kemudian menekan tombol lantai dasar. Hingga tidak menunggu terlalu lama pintu lift terbuka mereka berjalan menuju ke arah mobil masing - masing.


Singkat cerita kini mereka sudah sampai di markas milik keluarga besar Alvonso, mereka berjalan ke arah ruangan yang sangat luas seukuran empat kalinya lapangan sepak bola.


Di sana banyak bermacam - macam hewan buas seperti sepasang singa, sepasang macan, sepasang harimau, sepasang beruang, sepasang ikan hiu, sepasang anaconda, sepasang ular piton dan sepasang buaya dan  binatang - binatang tersebut masing - masing berada di dalam kandang berbeda membuat mereka menggigil ketakutan.


" Ambil masing - masing dua orang untuk makanan ke delapan hewan kesayangan kita karena kebetulan mereka lapar belum di kasih makanan," ucap Alvonso dengan wajah datar dan dingin.

__ADS_1


" Ok," jawab keluarga besar Alvonso mereka serempak.


Keluarga besar Alvonso yang semuanya pria masing- masing menarik tangan para karyawan dan karyawati membuat mereka berusaha memberontak tapi tenaganya tidak sebanding dengan mereka.


Para istri mereka tidak pernah tahu kalau suaminya mereka masing - masing adalah seorang mafia, keluarga besar Alvonso sengaja tidak menggunakan anak buah seperti pada umumnya cukup keluarga besar Alvonso yang terbilang banyak dan mereka semua sudah terlatih.


Jeritan kesakitan yang saling bersahutan menggema di ruangan tersebut membuat orang - orang yang sebagian masih hidup tubuhnya gemetar karena ketakutan yang teramat sangat hingga mereka buang air kecil di celana mereka karena setelah ini giliran mereka untuk menjemput kematiannya yang sangat mengerikan dan tragis yang tidak pernah mereka bayangkan sedikitpun.


" Tuan, aku mohon ampuni kami," mohon mereka serempak.


" Tuan, kami sangat menyesal,"


" Tuan, kami berjanji tidak akan mengulangi perbuatan bodoh kami,"


" Tuan, kami mohon kasihani kami,"


" Tuan, istri dan anak - anakku sedang menungguku,''


" Tuan suami dan anak - anakku sedang menungguku di rumah,''

__ADS_1


'' Tuan ke dua orang tuaku sakit jadi kami mohon tuan - tuan memberikan kami kesempatan untuk memperbaiki kesalahan kami,''


" Kesalahan kalian sangat besar, kalian menghina dan berani menertawakan adik iparku hingga adik iparku tidak sadarkan diri dan di tambah kalian telah berani menyerang ke tiga adik kembarku." ucap Aleandro dengan wajah datar dan dengan nada dingin yang tidak perduli dengan permohonan mereka.


" Siapa saja yang menyakiti keluargaku maka orang itu sudah sepantasnya mati di taman binatang buas," sambung Maximus sambil tersenyum devil yang juga tidak perduli dengan mereka.


" Alvonso dan Alvian hukuman apa yang pantas untuk mereka karena saat ini hewan peliharaan kesayangan kalian pasti sudah kenyang?" tanya Aleandro.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Apa jawaban Alvonso dan Alvian? Tunggu di bab selanjutnya ya


Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.


Author mengucapkan terima kasih banyak atas vote, like, komentar dan hadiahnya, maafkan author kalau ada komentar yang tidak di balas yang pasti author membaca semua komentar kalian dan author sangat berterima kasih yang tak terhingga hingga karya saya masuk ke karya digemari oleh masyarakat. Semoga  Tuhan membalas kebaikan kalian semua dalam memberikan author vote, like, komentar dan hadiahnya.


Dari Author,


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


🌹


Terima kasih sudah mampir di ceritaku.


__ADS_2