Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Sinar Merah


__ADS_3

"Bagaimana kalau ke rumah oma?" usul dokter Maria


"Boleh oma dari pada kami bosan mau pergi kemana," jawab Delon


"Maaf oma, Lemos mau ke kantor karena hari ini ada penerimaan sekretaris baru," jawab Lemos.


"Sekretaris yang kamu pilih laki - laki atau perempuan?" tanya dokter Kennath.


"Lemos tidak perduli apakah dia laki - laki atau perempuan asalkan bisa berkerja," jawab Lemos.


"Kalau wanitanya bisa berkerja dan menggodamu?" tanya Ronald.


"Lemos akan menghukumnya" ucap Lemos dengan nada santai.


"Hukuman apa yang akan kamu lakukan?" tanya dokter Kennath dan Ronald.


Lemos tanpa sadar mengangkat jari telunjuk kanannya ke arah ujung kiri lehernya menuju ke ujung leher kanan membentuk setengah lingkaran hal itu membuat dokter Maria dan Clarisa langsung turun dari kursi kemudian berjalan ke arah Lemos.


"Ouch oma sakit," ucap Lemos sambil memegang kedua telinganya ketika dokter Maria dan Clarisa menjewer telinga Lemos tanpa ada rasa takut sedikitpun terhadap Lemos.


"Biarin," jawab dokter Maria dan Clarisa serempak kemudian melepaskan tangannya.

__ADS_1


"Lemos jika wanita itu menggoda mu cukup kamu pecat," ucap dokter Maria berusaha menasehati Lemos.


"Benar kata oma Maria, selain itu kamu harus belajar untuk bersabar," sambung Clarisa.


"Baik oma," jawab Lemos patuh.


"Jangan iya di bibir tapi di dalam hatinya tetap akan melakukannya," ucap dokter Maria.


"Kok oma Maria bisa tahu?" tanya Lemos penasaran.


Ctak


Ctak


"Walau oma sudah tua tapi oma tahu apa isi di pikiranmu," jawab Clarisa.


"Lemos, oma Maria dan oma Clarisa itu sayang sama kamu dan oma hanya berharap kamu bisa menahan emosimu," sambung dokter Maria.


"Oma ingin kamu bisa menahan diri untuk tidak menyakiti orang karena kamu punya dua adik kembar Sela dan Seli," sambung Clarisa.


"Memang apa hubungan oma?" tanya Lemos penasaran.

__ADS_1


"Tentu saja ada hubungannya bisa saja salah satu anggota keluarganya tahu dan dendam padamu dan karena tidak bisa membalasnya maka dialihkan ke dua adik kembar mu," jawab Clarisa.


"Kamu masih ingat dengan Dita bukan?" tanya dokter Maria.


"Ingat oma," jawab Delon dan Lemos serempak.


"Awalnya Dita balas dendam karena ibunya di tembak oleh paman kalian di tambah Dita menyukai adik ipar kalian yang bernama Axel dan dendam terhadap Sela," ucap dokter Maria.


"Lemos mengerti oma dan terima kasih sudah menasehati Lemos, Lemos akan belajar untuk menahan amarahnya," ucap Lemos.


"Oma percaya kamu pasti bisa," ucap Clarisa.


"Kalau begitu kita berangkat sekarang," ajak dokter Maria.


"Kalian pergilah karena kami ingin bertemu dengan Alvonso," ucap dokter Kennath yang merindukan sahabatnya sekaligus sahabat yang bikin ngeselin karena terkenal dengan sifat usilnya.


"Ok." jawab mereka serempak.


Mereka pun pergi meninggalkan hotel milik keluarga besar daddy Alvonso sedangkan dokter Kennath dan Ronald mengobrol tentang masa lalu ketika mereka masih muda.


Hingga dua jam kemudian barulah daddy Alvonso dan mommy Laras berjalan menuju ke arah mereka dan tampak jelas wajah lelah mommy Laras sambil memegang pinggangnya yang terasa mau lepas dari tempatnya berbeda dengan wajah daddy Alvonso segar dan tersenyum bahagia membuat dokter Kennath dan Ronald menepuk keningnya masing - masing.

__ADS_1


"Laras suamimu masih usil?" tanya dokter Kennath yang sudah tahu akan jawabannya.


"Keajaiban dunia kalau suamiku berubah," ucap mommy Laras sambil melirik ke arah suaminya dan berjalan ke arah kursi hingga dirinya tanpa sadar melihat ada sinar merah tepat di dada suaminya daddy Alvonso.


__ADS_2