
Maya hanya tersenyum dan membalas pelukan suaminya dengan kepala bersandar di dada bidang suaminya.
" Sayang aku sangat mengantuk." Ucap Maya sambil memejamkan matanya.
" Tidurlah." Jawab Nathan sambil membelai rambut istrinya dan menutupi tubuh polos mereka dengan selimut.
Tidak berapa lama terdengar suara dengkuran halus dari mulut istrinya sedangkan Nathan hanya memandangi istrinya sambil memikirkan kejadian beberapa jam yang lalu.
POV Nathan
Setelah hampir lima jam kami berkumpul akhirnya ke dua orang tuaku dan saudara-saudaraku pulang ke tempat kediaman masing-masing. Entah kenapa aku menginginkan lagi melakukan hubungan suami istri, tubuh Maya membuatku menjadi candu.
Aku yang tidak sabar untuk menikmati tubuhnya membuat aku menggendongnya ke arah kamar kami sedangkan istriku mengalungkan ke dua tangannya ke leherku dengan wajah disembunyikan ke dada bidang ku sungguh sangat menggemaskan.
" Sayang buka pintunya." Pinta aku sambil aku menciumi seluruh wajahnya.
Tanpa banyak bicara istriku membuka pintu kamar kami dan aku mendorong pintu kamar kami dengan menggunakan kaki kananku. Aku berjalan ke arah ranjang dan meletakkan perlahan tubuh istriku ke ranjang kemudian aku membuka kancing kemejaku namun baru saja kancing ke tiga ponsel milik istriku berdering dan istriku mengambil ponselnya yang di letakkan di meja.
" Siapa sayang?" Aku bertanya ketika istriku melihat siapa yang menghubungi dirinya.
" Walau namanya sudah aku hapus tapi aku masih ingat nomer ini." Ucap istriku.
" Siapa?" Tanya ku sambil menahan rasa cemburuku entah kenapa aku merasa cemburu mendengar perkataan istriku.
" Mantan suamiku." Jawab istriku dengan ragu-ragu.
Jantung ku langsung berdetak kencang antara marah dan cemburu tapi aku tidak bisa menyakiti istriku karena aku sangat mencintai istriku.
" Angkatlah." Jawab ku sambil berjalan ke arah balkon untuk menghilangkan rasa amarah dan cemburuku.
" Sudah ma*i mungkin iseng telepon aku." Ucap kamu saat itu.
Namun ponsel berdering kembali dan istriku menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkan ponselnya ke telinganya. Aku yang sangat cemburu tidak tahan membuatku membalikkan badanku dan dengan sengaja aku langsung menaiki tubuh istriku kemudian aku memberikan pemanasan agar istriku mengeluarkan suara merdu.
__ADS_1
Namun laki-laki brengs*k itu masih bertahan menghubungi istriku membuatku semakin kesal dan dengan sengaja aku mengeluarkan suara yang agak kencang agar dia tahu kalau kami akan melakukan hubungan suami istri.
Aku tidak perduli aku kekanak-kanakan atau apapun itu karena aku tidak ingin istriku memikirkan pria lain. Dia istriku dan aku sangat mencintainya, selamanya menjadi milikku.
Setelah puas membuat pria itu marah akupun berjalan ke arah kamar mandi kemudian berhenti di depan pintu kamar mandi. Tanpa sepengetahuan istriku aku mendengarkan apa yang dibicarakan oleh mereka berdua karena telingaku yang sangat tajam dapat mendengar jelas ucapan pria brengs*k itu.
Hingga aku mendengar pria itu marah membuatku ingin menertawakan dirinya dan ingin mengatakan salah siapa kamu membuang berlian dan memungut kerikil. Aku menang banyak dapat ciuman pertama dan aku adalah pria pertama yang berhasil membobol gawang istriku.
Hingga aku mendengar kamu marah, aku heran jelas-jelas kamu berselingkuh tapi tidak merasa bersalah sedikitpun malah menyalahkan istriku rasanya ingin sekali memberikanmu pelajaran.
Hingga aku melihat istriku sangat marah dan mematikan ponselnya kemudian memukul - mukul ranjang membuatku mau tidak mau menggoda istriku.
Aku sangat terkejut ketika istriku berjalan dengan langkah cepat kemudian tiba - tiba menubruk tubuhku dan memeluk diriku sangat erat seakan aku takut pergi jauh. Aku bertambah terkejut lagi ketika istriku menangis membuatku semakin bertekad untuk tidak membuat istriku menangis lagi dan melindungi dari orang-orang yang ingin melukai istriku karena aku sangat mencintai istriku dan aku ingin melihat istriku setiap hari selalu tersenyum bahagia tidak ada air mata kesedihan.
POV Nathan OFF
Nathan mulai menguap dan tidak berapa lama dirinya ikut menyusul istrinya dalam mimpi yang sangat indah.
Malam menjelang pagi perlahan Maya membuka matanya dan melihat wajah tampan suaminya yang masih terlelap dalam tidurnya. Maya perlahan melepaskan pelukannya kemudian memindahkan tangan suaminya ke arah samping.
Maya perlahan turun dari ranjang dalam kondisi tanpa menggunakan sehelai benang pun menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai mandi Maya memakai jubah handuk dan berjalan keluar kamar mandi. Maya melihat suaminya masih tertidur dengan pulas kemudian Maya berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian santai.
Maya meletakkan pakaian di sofa kemudian menarik jubah handuk dan menanggalkan di sofa hingga terlihat tubuh polosnya namun baru saja Maya membungkukkan badannya hendak memakai segitiga bermuda dirinya di peluk dari arah belakang dan dirinya tahu siapa pelakunya.
" Sayang." Panggil Maya
" Hmmmm." Jawab Nathan berupa deheman sambil memainkan dua gunung kembar Maya.
" Maaf mengganggu tidur nyenyak suamiku." Ucap Maya yang merasakan bokongnya ada yang mengganjal.
" Tidak sayang, aku sebenarnya sudah bangun ketika istriku membuka mata." Ucap Nathan sambil menghisap leher istrinya hingga meninggalkan tanda kemerahan.
" Sayang, mandi dulu ya aku mau masak." Ucap Maya sambil menahan gairahnya akibat ulah suaminya.
__ADS_1
" Satu ronde sayang." Ucap Nathan sambil menggendong istrinya ala bridal style kemudian berjalan ke arah ranjang.
Nathan meletakkan perlahan tubuh istrinya ke arah ranjang kemudian menaiki tubuh istrinya. Nathan melakukan pemanasan terlebih dahulu setelah di rasa cukup Nathan mulai menyatukan tubuhnya hingga terdengar suara merdu yang keluar dari mulut mereka berdua.
Rasa nikmat yang dirasakan oleh sepasang suami istri hingga satu jam lebih barulah lahar milik Nathan mengeluarkan laharnya. Nathan menarik tubuhnya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping.
cup
" Terima kasih sayang." Ucap Nathan sambil memeluk istrinya.
" Aku juga terima kasih sayang." Ucap Maya sambil menyenderkan kepalanya di dada bidang suaminya dan membalas pelukan suaminya.
" Mandi bersama sayang." Ucap Nathan.
" Gendong." Ucap Maya manja
Nathan tersenyum dan mencium bibir istrinya kemudian bangun dari ranjangnya dan menggendong istrinya ala bridal style menuju ke arah kamar mandi. Mereka pun mandi bersama hingga satu setengah jam kemudian Nathan dan Maya sudah mandi.
Wajah Nathan sangat segar dan menampilkan senyuman karena merasa sangat puas bisa melakukan lagi di kamar mandi sedangkan wajah Maya sangat lelah karena pagi ini suaminya melakukan kegiatan suami istri sebanyak dua kali.
" Sayang." Panggil Maya sambil mengalungkan ke dua tangannya.
" Ada apa sayang?" Tanya Nathan sambil tersenyum dan menggendong Maya ala bridal style.
" Sayangku apa tidak lelah? Aku lihat wajah sayangku segar setiap kita melakukan hubungan suami istri." Ucap Maya sambil menatap suaminya yang sangat tampan.
"Justru setiap kita melakukan hubungan suami istri membuat energi ku seperti di charge jadi semangat seperti ini." Ucap Nathan sambil meletakkan istrinya di kursi rias.
Maya menganggukkan kepalanya tanda mengerti sedangkan Nathan berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian kerja.
" Sayang, itukan tugasku biar aku saja yang ambil" Ucap Maya hendak berdiri karena melihat suaminya sedang membuka lemari.
" Tidak sayang, sayangku sangat lelah biar aku saja." Ucap Nathan sambil mengambil satu steel pakaian kerja miliknya.
__ADS_1