
' Jika aku menerkamnya, apakah istriku mengusirku karena badanku bau? Tapi jika tidak di terkam tombak sakti ku kasihan kedinginan karena tidak masuk ke dalam goa yang hangat,' ucap Fico dalam hatinya di lema.
Fico dengan perlahan mengangkat tangan Quenby dan meletakkan ke arah samping kemudian Fico memejamkan matanya sambil pikirannya berkelana agar tombak saktinya kembali tertidur.
Namun belum ada dua menit Quenby memeluk tubuh Fico layaknya guling dengan tangan kanannya menyentuh tombak saktinya dan kepala Quenby bersandar di dada bidang suaminya membuat Fico sangat tersiksa karena bagaimanapun dirinya adalah seorang pria normal di tambah mempunyai ha srat yang sangat tinggi.
Fico yang sudah tidak bisa menahan ha srat nya menurunkan tangan Quenby ke arah samping kemudian berlanjut melepaskan celana boxer nya hingga tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun bersamaan tombak sakti miliknya sudah tegak sempurna bersiap memasuki ke goa yang sangat gelap gulita dan di penuhi semak belukar. Fico menaiki tubuh Quenby bersamaan Quenby membuka matanya dan langsung mendorong Fico.
" Kak Fico ngapain? badan kak Fico bau," ucap Quenby sambil berusaha mendorong suaminya
" Sayang, aku tidak bau dan aku lagi ingin sekali memakan mu," ucap Fico dengan suara berat kemudian menciumi leher Quenby memberikan tanda kemerahan.
" Kak Fico, perutku mual dan aku ingin muntah," ucap Quenby sambil menutup mulutnya.
Fico memejamkan matanya menahan ha srat nya yang sudah memuncak kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping, membuat Quenby langsung turun dari ranjang dan berlari menuju ke arah kamar mandi.
__ADS_1
Hoek Hoek
Quenby memuntahkan makanan yang baru saja di makannya membuat Fico berjalan ke arah kamar mandi karena tidak tega dengan istrinya.
" Stop!!! jangan mendekat!!" perintah Quenby
Fico tidak memperdulikan tetap jalan ke arah Quenby membuat Quenby kembali berteriak kemudian mengeluarkan cairan bening karena Quenby hanya makan sedikit membuat Fico memundurkan langkahnya setelah Fico agak menjauh Quenby membersihkan wajahnya.
" Kak Fico aku mohon sama kakak untuk mandi," mohon Quenby sambil ke dua tangannya disatukan.
Quenby berjalan keluar kamarnya ketika Fico berada di dalam kamar mandi. Quenby menuruni anak tangga satu demi satu menuju ke arah kamar adik kembarnya yang bernama Nathan kemudian mengetuk pintunya.
Tok Tok Tok
" Maya... Maya..." Panggil Quenby.
__ADS_1
Nathan dan Maya yang masih tertidur dengan pulas setelah melakukan hubungan suami istri terpaksa membuka matanya kemudian menghembuskan nafasnya dengan berat kemudian Nathan turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket sedangkan Maya memakai segi tiga bermuda kemudian memakai pakaian yang berserakan di lantai.
Tok Tok Tok
" Maya... Maya..." Panggil Quenby kembali.
Ceklek
Maya membuka pintu kamarnya dengan lebar dan melihat wajah pucat kakak iparnya membuat Maya kuatir dengan kondisi kakak iparnya.
" Ada apa kak? Wajah kakak kok pucat? Kak Fico mana?" tanya Maya beruntun.
" Kamu kok pindah kamar? Kakak kan ingin tidur sama kamu." ucap Quenby dengan wajah di tekuk tanpa menjawab pertanyaan Maya.
" Maaf kak," ucap Maya merasa tidak enak enak hati dengan kakak iparnya.
__ADS_1
" Tidur sama aku ya?" Ajak Quenby dengan mata berkaca-kaca.