
"Ok," jawab Leo, Baron, Charli, Louis dan Alex serempak
"Untuk Alvonso, Alvian, Alviana, Debby dan Dennisa kalian meretas data hotel ini dan cari para musuh dan cari bom karena daddy dan Max terkena serpihan bom, siapa tahu ada lagi dan yang lainnya cari musuh di hotel ini," perintah mommy Laras.
"Baik mom," jawab mereka serempak.
"Mommy bagaimana keadaan daddy dan Max?" tanya Alvonso putra pertamanya sambil menahan amarahnya begitu pula dengan yang lainnya.
"Luka-lukanya sudah di obati oleh Katarina," jawab mommy Laras.
"Oh ya, jangan lupa pakai head seat agar mudah dalam berkomunikasi," sambung mommy Laras.
"Baik mom," jawab mereka serempak lagi.
Tut Tut Tut
Mommy Laras langsung memutuskan sambungan komunikasi secara sepihak kemudian menatap ke arah mommy Maya dan mommy Maya mengerti arti tatapan mommy Laras.
"Anak - anak mommy dan daddy khusus para pria keluar dan cari para musuh, mommy membebaskan kalian untuk membunuh para musuh dan khusus untuk Lemos mommy tidak akan melarang mu untuk menjadi seorang psychophat karena keadaan genting dan jangan lupa memakai head seat agar mudah saling berkomunikasi," ucap mommy Maya.
"Baik mom," jawab mereka serempak.
"Katarina apakah kartu domino mu masih ada?" tanya mommy Laras.
"Masih ada banyak oma karena Katarina selalu membawa dua belas pak kartu domino," jawab Katarina.
"Kalau begitu pergilah dan cari para musuh dan jangan lupa memakai head seat agar mudah saling berkomunikasi," perintah mommy Laras.
"Baik mom," jawab Katarina.
Para pria keluar dari kamar tersebut begitu pula dengan Katarina karena wanita yang lainnya tubuhnya sangat lelah karena habis di gempur habis - habisan oleh para suaminya masing - masing.
"Maya, tolong ambilkan laptop oma," pinta mommy Maya.
"Ok," jawab mommy Maya sambil turun dari sofa.
Mommy Maya mengambil laptop yang berada di meja kemudian memberikannya ke mommy Laras, mommy Laras mulai mengutak atik laptopnya sedangkan mommy Maya menghubungi daddy Thomas mertuanya sambungan pertama langsung di angkat.
("Ada apa Maya?" tanya daddy Thomas tanpa basa basi).
__ADS_1
("Daddy, paman Alvonso dan Max terluka terkena serpihan bom jadi daddy dan yang lainnya berhati - hati," jawab mommy Maya).
("Apa?? Bagaimana keadaan Alvonso dan Max?" tanya daddy Thomas dengan nada terkejut)
("Sudah diobati sama Katarina dad," jawab mommy Maya).
("Syukurlah, ini daddy lagi mencari orang yang tante Laras, tante Laras bagaimana keadaannya?" tanya daddy Thomas).
("Sudah mendingan dad," jawab mommy Maya).
("Baguslah, kalau begitu daddy putuskan sambungan komunikasi," ucap daddy Thomas).
("Baik dad, sekali lagi hati - hati," jawab mommy Maya).
("Ok," jawab daddy Thomas singkat).
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian mommy Maya meletakkan ponselnya di meja dekat sofa sedangkan para wanita sedang mengobrol.
"Bagaimana kondisi tubuh kalian? Apakah sudah fit atau masih lemas?" tanya mommy Maya dengan wajah serius.
"Bagaimana kalau kita para wanita membantu suami - suami kita?" tanya mommy Maya.
"Setuju mom," jawab mereka serempak.
"Lebih baik Cantika istri Aleandro, Claudia istri Maximus dan Quenby istri Fico kalian turun ke lantai tiga karena banyak musuh yang menyerang dan untuk Maya istri Nathan, Aurora istri Yohanes, Kasandra istri Aska dan Cantika istri Robert kalian turun ke lantai empat karena musuh lumayan banyak dan untuk yang lainnya tinggal di sini." ucap mommy Laras.
"Baik tante," jawab mereka serempak.
"Baik oma," jawab yang lainnya secara bersamaan.
"Jessica di meja dekat sofa ada vas bunga kamu angkat kemudian letakkan di ujung sisi kiri kemudian kelilingi semua sisi hingga membentuk segi empat," perintah mommy Laras.
"Baik mom," jawab Jessica patuh.
Jessica berjalan ke arah meja dekat sofa kemudian mengangkat vas bunga tersebut kemudian diletakkan di ujung sisi lalu mengelilingi semua sisi membentuk segi empat.
Belum ada dua belas detik kayu warna putih yang berbentuk mirip dinding perlahan menggeser ke arah kiri hingga tampak susunan rak buku novel dari berbagai karangan dari karangan Yayuk Triatmaja, Arandiah, Penikmat Senja dan beberapa karangan novel lainnya produksi Noveltoon membuat mereka sangat terkejut kecuali mommy Laras.
__ADS_1
"Semuanya berjalan ke arah rak perpustakaan itu dan cari buku novel karangan Yayuk Triatmaja sebanyak dua puluh lima judul jika ketemu langsung tarik setengah jika sudah sampai dua puluh lima kalian tarik nanti rak buku akan tergeser dengan lebar dan di ruangan itu tersimpan berbagai jenis senjata api yang sangat banyak dan kalian ambillah sesuai kebutuhan kalian," ucap mommy Laras.
Mereka serempak menganggukkan kepalanya kemudian mencari novel karangan Yayuk Triatmaja sebanyak dua puluh lima judul dan ketika salah satu melihatnya langsung menariknya hingga ke dua puluh lima buku novel sudah selesai di tarik.
Sesuai perkataan mommy Laras tiba - tiba rak buku tersebut langsung menggeser ke arah kiri membuat mereka masuk ke dalam ruangan tersebut dan mengambil senjata yang diperlukan.
"Kalian jangan bawa satu pistol tapi bawalah beberapa pistol dan tolong bawakan untuk tante atau oma nanti setelah selesai dorong semua buku yang kalian tarik lagi agar tertutup dengan rapat dan sekalian angkat vas bunga lalu letakkan di tengah," ucap mommy Laras.
"Baik tante / oma," jawab mereka serempak.
Mereka mengambil beberapa pistol kemudian mereka melakukan apa yang diperintahkan mommy Laras setelah selesai beberapa wanita keluar dari ruangan tersebut dan sisanya berada di kamar tersebut sedangkan mommy Laras masih sibuk mengutak atik laptopnya.
Di tempat yang berbeda Katarina, Delon dan Lemos berjalan menuruni anak tangga sambil masing - masing membawa senjata hanya saja senjata mereka bertiga beda semua, Katarina menggunakan kartu domino, Delon menggunakan pistol sedangkan Lemos menggunakan pisau lipat.
Mereka berjalan dengan perlahan agar suara sepatu mereka tidak terdengar karena mereka sengaja menggunakan sepatu karet sambil memasang telinga dengan baik - baik jika ada musuh datang hingga mereka mendengar suara langkah kaki membuat mereka bertiga menghentikan langkahnya.
"Arah jam dua ada sekitar delapan orang berjalan ke arah jam enam," ucap Katarina.
"Kok kakak tahu?" tanya Delon dan Lemos serempak.
"Ya tahu dong tapi sebelumnya jangan menembak dulu karena kita harus memastikan terlebih dahulu apakah mereka musuh atau anggota keluarga besar kita, kita bersembunyi," ucap Katarina.
Ok," jawab Delon dan Lemos serempak lagi.
Katarina, Delon dan Jimmy bersembunyi sambil masing - masing memegang senjata hingga tidak berapa lama muncul delapan orang sesuai apa yang dikatakan oleh Katarina dan ternyata anggota keluarga besar daddy Thomas yang terdiri dari daddy Thomas, Aleandro, Maximus, Fico, Nathan, Yohanes, Aska dan Robert.
Hal itu membuat Katarina, Delon dan Jimmy merasa lega namun mata elang Katarina melihat dari sebrang lantai enam ada delapan orang mengarahkan ke delapan anggota keluarga besar daddy Thomas sedangkan saat ini mereka berada di lantai empat.
"Delon dan Jimmy ada musuh di sebrang lantai enam, Delon tembak dua orang bagian sebelah kiri sedangkan Jimmy lempar pisau kecil ke dua orang bagian sebelah kanan sedangkan aku sisanya," ucap Katarina.
"Opa Thomas dan tujuh paman ada musuh tundukkan badannya," ucap Katarina sambil melempar empat domino dengan diikuti oleh Delon dan Jimmy.
"Akhhhhh..." teriak delapan pria serempak.
Katarina melempar kartu domino dan tepat mengenai kening ke empat pria, Delon berhasil menembak dua dada pria tersebut dan tembus ke jantung sedangkan Lemos melempar dua pisau kecil dan mengenai dua tombak sakti milik dua pria tersebut.
Enam pria langsung ma ti di tempat sedangkan dua pria tersebut masih hidup sambil masing - masing berlutut dan menarik pisau kecil tersebut yang tertancap di tombak sakti mereka.
"Kenapa kamu melempar pisau ke arah adik kecil mereka berdua?" tanya Delon sambil menggelengkan kepalanya dengan ulah adik kembarnya sedangkan Katarina menepuk keningnya.
__ADS_1
"Lima menit lagi mereka lumpuh dan kita bisa menanyai siapa dalang di balik penyerangan ini," jawab Lemos dengan nada santai.