
" Kok bisa sama ya?" tanya Nathan sambil menatap ke arah Fico.
" Aku juga tidak tahu," jawab Fico
" Jam berapa kalian tidur?" tanya Maximus
" Jam empat pagi makanya mataku seperti mata panda," jawab Fico.
" Sama aku juga jam empat pagi," jawab Nathan.
" Kak Fico, adakah minuman? aku haus?" tanya Yohanes
" Sama aku juga haus," jawab mereka serempak.
" Maaf keasyikan ngobrol sampai lupa," jawab Fico.
" Mau pesan apa?" tanya Fico
" Apa saja yang penting yang segar - segar," jawab mereka serempak
Fico menganggukkan kepalanya kemudian menghubungi sekretarisnya untuk menyiapkan minuman jus dan botol mineral setelah selesai Fico menutup teleponnya. Merekapun melanjutkan mengobrol kembali hingga tidak berapa lama pintu ruangan Fico di ketuk oleh seseorang.
" Masuk," jawab Fico
Ceklek
Seorang sekretaris cantik dan seksi membuka pintu dengan lebar kemudian seorang office girl mendorong troli yang berisi minuman jus, air botol mineral dan cemilan. Sekretaris menatap ke 7 pria tampan tersebut tanpa berkedip hal itu membuat Fico melambaikan tangannya tanda sekretaris tersebut pergi dengan wajah cemberut dengan diikuti office girl yang juga ikut cemberut.
" Fico sepertinya sekretaris itu naksir kamu, lebih baik kamu pecat saja," ucap Maximus sambil mengambil gelas yang berisi jus jambu merah.
" Dia sangat pintar kak jadi sayang kalau di pecat," jawab Fico.
" Yang penting kamu hati - hati jangan sampai berselingkuh dengan sekretaris tersebut," ucap Aleandro sambil mengambil gelas yang berisi jus jambu merah.
" Iya kak, kakak tenang saja kalau dia macam - macam aku tanpa segan memecatnya," jawab Fico yang sudah cinta ma ti dengan Quenby.
__ADS_1
" Baguslah kak," jawab Yohanes sambil mengambil gelas yang berisi jus alpukat.
Aska dan Robert hanya menyimak percakapan kakak - kakak iparnya sambil mengambil gelas yang berisi jus sirsak namun ketika Fico dan Nathan sambil mengambil gelas yang berisi jus jambu merah dan hendak meminumnya tiba - tiba terlepas dan jatuh ke lantai.
Prang
Prang
Gelas yang berisi jus jambu merah itu pun pecah dan berhamburan keluar membuat mereka serempak menatap ke arah Fico dan Nathan yang tiba - tiba memegangi dadanya yang terasa sangat sakit.
" Ada apa?" tanya mereka serempak sambil meletakan gelas yang berisi jus ke meja.
" Tidak tahu kenapa dadaku terasa sakit," jawab Fico dan Nathan serempak hal itu membuat mereka saling menatap.
" Dari semalam perasaanku tidak enak seperti ada yang hilang dari diriku tapi tidak tahu apa itu," ucap Fico sambil memegangi dadanya.
" Aku pun juga sama terlebih mendengar ucapan istriku yang membuatku sangat takut," sambung Nathan yang ikut memegangi dadanya.
" Memang apa yang dikatakan Maya?" tanya Aleandro penasaran.
" Begitu pula dengan Quenby yang mengatakan sesuatu yang membuatku sangat takut," ucap Fico sambil menatap ke arah Nathan.
" Maksudnya?" tanya mereka serempak.
" Quenby bilang jika dirinya tiada minta dikuburkan bersebelahan dengan oma dan opanya," jawab Fico
" Apa??" jawab mereka serempak
" Bukan itu saja Quenby juga memintaku untuk bernyanyi padahal aku tidak bisa bernyanyi sampai Quenby menangis dan ingin keluar kamar ingin menemui kak Aleandro untuk menyanyikan lagu untuknya," ucap Fico
" Kenapa perasaanku semakin tidak enak," ucap Nathan dan Fico bersamaan.
Tiba - tiba ponsel milik Yohanes berdering membuat Yohanes mengambil ponselnya di saku jasnya kemudian memandangi ke 6 saudaranya.
" Ada apa?" tanya Aleandro
__ADS_1
" Istriku telepon ada apa ya? Bukankah istriku tahu kita kumpul di sini?" tanya Yohanes dengan nada bingung sambil berdiri.
" Angkat saja siapa tahu penting," perintah Aleandro.
Yohanes menggeser tombol berwarna hijau kemudian menempelkan ponselnya di telinganya, wajah Yohanes mendadak pucat sambil memandangi Fico dan Nathan bergantian hingga air mata keluar membuat ke enam pria itu penasaran sekaligus takut secara bersamaan dan serempak berdiri menatap Yohanes.
" Ada apa?" tanya Aleandro penasaran.
" Kak Quenby dan kak Maya kecelakaan," jawab Yohanes sambil bersandar di meja Fico.
" Apa???" teriak mereka serempak
Tubuh Fico dan Nathan langsung melemas untunglah Aleandro dan Maximus menahan tubuh mereka berdua.
" Bagaimana keadaan mereka berdua?" tanya Aleandro dengan air mata tidak berhenti keluar begitu pula dengan yang lainnya.
" Kak Quenby dan kak Maya di bawa ke rumah sakit selain itu ada seorang pria yang melindungi Maya dan pria itupun terluka parah karena menjadikan tubuhnya sebagai tamengnya," jawab Yohanes.
" Siapa pria itu?" tanya Aleandro.
" Dia anak buah ku, aku menghubungi anak buah ku untuk melindungi istriku," jawab Nathan
" Kita pergi ke rumah sakit sekarang," ucap Maximus sambil mengambil kunci mobil.
" Aku yang akan mengendarai mobil, Nathan, Yohanes dan Aska ikut mobilku," ucap Aleandro sambil berjalan meninggalkan ruangan Fico.
" Kalau begitu aku yang mengendarai mobil, Fico dan Robert ikut mobilku," ucap Maximus sambil berjalan meninggalkan ruangan Fico.
Ke tujuh pria tampan tersebut pergi meninggalkan perusahaan milik Fico menuju ke rumah sakit dan tanpa sepengetahuan Fico sepasang mata menatapnya sambil tersenyum menyeringai.
' Aku harap istrimu ma ti agar kamu menjadi milikku selamanya karena Quenby tidak pantas menjadi istrimu,' ucap wanita cantik tersebut dalam hati.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.
__ADS_1
Terima kasih atas vote, like, komentar dan hadiahnya. 🥰🥰😘😘😘😘🥰🥰