Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Juminten dan Paijo


__ADS_3

" Kami sekeluarga turut berduka cita atas meninggalnya salah satu anggota keluarga kalian," ucap daddy Thomas dengan mata berkaca - kaca.


" Jujur kami sangat kehilangan putra kami tapi setelah melihat rekaman cctv membuat kami sekeluarga merasa bersalah karena telah menuduh tuan. Jujur kami sangat malu dengan tindakan putra kami, kami sebagai orang tua mewakili putra kami yang sudah meninggal memohon maaf sama tuan dan anggota keluarga tuan," ucap salah satu dari mereka.


" Kami juga meminta maaf atas perbuatan putri kami," ucap yang lainnya.


" Ya kami juga," jawab mereka serempak kecuali sepasang suami istri.


" Bisa saja rekaman cctv itu palsu." ucap seorang wanita berusaha memprovokasi karena dirinya tidak terima karena putri kesayangannya mati dengan mengenaskan yaitu masuk ke dalam jurang bersama mobil yang ditumpanginya.


" Apakah tuan tahu? putriku adalah tulang punggung keluarga tapi karena kejadian kemarin putriku meninggal dengan mengenaskan," sambung seorang pria.


" Siapa nama tuan?" tanya daddy Thomas.


" Kenapa ingin tahu namaku? Apa jangan - jangan nanti di tengah jalan kami akan mati dengan mengenaskan sama seperti putri kesayangan kami?" tanya pria itu.


Semua orang serentak menatap daddy Thomas membuat daddy Thomas diam sesaat hingga putra kembarnya yang bernama Nathan melihat manager HRD dan Nathan membisikkan sesuatu ke daddy Thomas.


" Manager HRD, siapa mereka berdua?" tanya daddy Thomas tanpa memperdulikan ucapan pria tersebut.


" Nama mereka Paijo Lesmono dan Juminten Astuti," jawab manager HRD


Daddy Thomas diam selama 5 menit begitu pula yang ada di ruangan lantai satu hingga pria yang bernama Paijo berbicara kembali karena dirinya ingin agar orang - orang yang berada di ruangan tersebut terpengaruh.


" Kami merasa tuan sedang berfikir bagaimana cara menyingkirkan kami orang yang lemah dan tak berdaya ini," ucap Paijo.


" Benar kata suamiku kita harus berhati - hati," ucap Juminten.


" Bagaimana mungkin rekaman cctv dipalsukan?" tanya Nathan dengan nada sinis.


" Sudah jelas sekali kalau mereka menyerang kami dan ada bukti rekaman cctv, jika kalian tidak terima sekarang kita ke kantor polisi agar tahu siapa yang salah," sambung Yohanes sambil menatap tajam ke arah sepasang suami istri.


" Cih... dasar orang kaya, sok berkuasa dan semena - mena terhadap orang miskin kaya kami," ucap Paijo


" Ya benar, putri kesayanganku pasti meninggalnya tidak tenang karena kematiannya tidak wajar," sambung Juminten.


" Maaf tuan, kami mencabut perkataan kami barusan karena apa yang dikatakan oleh sepasang suami benar adanya, pasti putra kami tidak tenang di sana," ucap pria tersebut yang mulai berpengaruh.


" Kami juga sama mencabut perkataan kami dan kami akan lapor ke pihak kepolisian agar putri kami bisa tenang di sana," jawab salah satu dari mereka.


" Aleandro buka email yang di kirim oleh tante Laras dan sambungkan ke layar proyektor." perintah daddy Thomas tanpa memperdulikan ucapan mereka.


" Baik dad," jawab Aleandro patuh.

__ADS_1


Aleandro mengutak atik laptopnya hingga dua menit kemudian menekan tombol play pada video tersebut dan semua orang menatap ke arah layar proyektor. Terlihat dengan jelas di layar proyektor sepasang suami istri siapa lagi kalau bukan Paijo dan Juminten bersama putrinya yang sudah meninggal di makan oleh buaya tanpa sepengetahuan oleh mereka semua kecuali keluarga besar daddy Thomas dan dan keluarga besar daddy Alvonso.


xxxxxxx Rekaman CCTV On xxxxxxx


" Sifa, mana gaji bulan ini?" tanya Juminten ketika putrinya pulang kerja.


" Ini bu," jawab Sifa sambil memberikan uang ke ibu kandungnya.


" Kok hanya segini?" tanya Juminten dengan nada naik satu oktaf.


" Maaf bu, uangnya aku pakai buat bayar utang rentenir karena rentenir itu datang ketika Sifa berkerja di kafe," ucap sifa.


"Gaji di perusahaan sangat besar dan di tambah kamu kerja di kafe tapi kenapa masih kurang?" Omel Juminten.


" Bagaimana tidak kurang? suami ibu yang tidak punya malu ini selain tidak berkerja juga suka berjudi," ucap Sifa yang sangat kesal dengan ke dua orang tuanya.


Plak


" Kamu kurang ajar ya sama ayah kamu!!" bentak ibu kandungnya kemudian menampar Sifa.


" Dia bukan ayahku!!! Ayahku sudah meninggal," ucap Sifa sambil berlari menuju ke arah kamarnya  sambil memegangi pipinya yang terasa sakit bekas tamparan ibu kandungnya.


" Dasar anak kurang!!! Sifa!!!" Teriak Juminten.


" Sudahlah bu, biar ayah yang akan menasehati Sifa agar menghormati kamu sebagai ibu kandungnya, lebih baik ibu pergi bersama teman - teman," bujuk Paijo.


" Kamu memang suamiku yang terbaik berbeda dengan suamiku yang pertama ayah kandungnya Sifa," ucap Juminten kemudian mencium pipi suaminya.


" Siapa dulu donk." ucap Paijo sambil menepuk dadanya


" Suamiku yang tampan, " jawab Juminten.


" Istri pinter, ya sudah pergilah sekarang," ucap Paijo sambil mengelus rambut Juminten


" Baik yah," jawab Juminten


Juminten pergi meninggalkan rumahnya menuju ke tetangga sebelahnya yang mempunyai hobby yang sama yaitu menghambur - hamburkan uang. Sepeninggal istrinya Paijo mengunci pintu utama kemudian berjalan ke arah Sifa putri tirinya.


Ceklek


Paijo membuka pintu Sifa dan melihat di ranjangnya Sifa tidak ada kemudian terdengar suara gemericik air membuat Paijo tersenyum mesum.


" Selama ini kamu tidak pernah menghormati ku dan selalu menjelek - jelekkan ayah karena itu ayah akan memberikan hukuman yang tidak pernah kamu lupakan," ucap Paijo sambil melepaskan semua pakaian yang melekat di badannya hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian bersembunyi di samping pintu kamar mandi.

__ADS_1


Ceklek


Sifa membuka pintu kamar mandi dengan memakai handuk yang menutupi setengah tubuhnya kemudian berjalan ke arah lemari namun baru beberapa langkah Paijo menarik tangan Sifa membuat Sifa sangat terkejut melihat ayah tirinya polos tanpa sehelai benangpun.


" Ngapain kamu ke kamarku? Pergi!!!" teriak Sifa


Bruk


Paijo mendorong tubuh Sifa hingga terjatuh ke arah ranjang dengan posisi terlen tang kemudian Paijo langsung menaiki tubuh Sifa sambil menarik handuk Sifa hingga terlihat jelas dua gunung kembar himalaya dan bukit goa yang terawat baik karena Sifa sangat rajin merawat bukit goa tersebut.


Sifa memukul - mukul Paijo tapi Paijo tidak merasakan apa - apa. Paijo menciumi kening, bibir kemudian ********** setelah puas Paijo menciumi leher Sifa sedangkan Sifa berusaha menahan has sratnya akibat ulah Paijo yang sudah tahu titik sensitif wanita. Sifa berusaha mendorong tubuh Paijo tapi tenaganya kalah jauh membuat Sifa berteriak namun mulutnya langsung di bekap oleh Paijo.


Jleb


" Mmmpfftfttt... "


Paijo yang sudah tidak tahan ingin merasakan tubuh Sifa akhirnya menancapkan tombak saktinya ke dalam goa yang masih sempit di mana goa tersebut belum terjamah oleh manusia.


Di hentakkan pertama Paijo gagal dan dihentakkan begitu pula dihentakkan ke dua namun Paijo tidak menyerah, di hentakkan ke tiga Paijo berhasil membobol gawang milik Sifa membuat Sifa ingin menjerit kesakitan namun mulutnya di bekap oleh Paijo.


Paijo mendiamkan sebentar tombak saktinya setelah beberapa lama Paijo menggoyangkan pinggulnya secara berulang - ulang hingga setengah jam kemudian Paijo mengeluarkan laharnya dari tombak sakti miliknya.


Paijo menarik tombak saktinya kemudian memindahkan tubuhnya ke arah samping sambil tersenyum kemenangan sedangkan Sifa memiringkan tubuhnya sambil terisak karena harta berharganya di ambil oleh ayah tirinya.


" Hiks... Hiks... kenapa ayah tega sama Sifa?" tanya Sifa sambil terisak


" Ini hukumanmu karena telah berani melawanku," ucap Paijo


Sifa hanya bisa menangis dan menangis hingga lima belas menit kemudian Paijo kembali menaiki tubuh Sifa dan melakukan kembali sedangkan Sifa hanya diam karena pikiran Sifa kosong memikirkan hidupnya yang sudah hancur akibat ulah ayah tirinya.


xxxxxx Rekaman CCTV Off xxxxxxx


Plak


Plak


" Dasar brengsek!!! Pria tidak tahu di untung!!! menyesal aku menikah denganmu," umpat Juminten sambil menampar pipi kanan dan kiri suaminya.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


🌹


Terima kasih sudah mampir di ceritaku.

__ADS_1


Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :



__ADS_2