
" Mana yang lebih besar cinta kak Nathan denganku atau dengan Ardila?" Tanya Maya sambil membuka matanya dan menatap wajah tampan suaminya dengan wajah sendu.
" Aku jawab jujur atau berbohong?" Tanya Nathan sambil merapikan rambut Maya karena dirinya sudah selesai membersihkan area privasi milik Maya.
" Kalau berbohong?" Tanya Maya
" Aku tidak mencintaimu." Jawab Nathan dengan wajah serius namun dalam hati ingin tertawa.
Deg
Deg
Jantung Maya berdetak kencang ketika mengetahui suaminya tidak mencintainya membuat air mata keluar kembali.
" Sayang kenapa menangis lagi?" Tanya Nathan sambil menghapus air mata Maya dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.
" Kak Nathan tidak mencintaiku? Katanya sangat mencintaiku?" Tanya Maya dengan mata masih berkaca - kaca.
" Kan tadi aku tanya mana yang kamu pilih jujur atau bohong? Kalau bohong maka jawabannya aku tidak mencintaimu tapi kalau kamu tanya jujur maka jawabanku adalah aku sangat - sangat dan sangat mencintaimu tidak ada wanita lain selain kamu." Ucap Nathan sambil tersenyum.
Maya menatap mata Nathan dan tidak ada kebohongan di matanya membuat Maya tersenyum bahagia.
" Perasaan kak Nathan sama Ardila apakah masih ada?" Tanya Maya dengan nada ragu.
" Sebelum aku menjawab, aku tanya padamu dan aku harap kamu jawab dengan jujur." Ucap Nathan
" Apa yang kak Nathan tanyakan?" Tanya Maya penasaran.
" Bagaimana perasaanmu terhadap pria brengsek yang telah menyakiti hatimu? Apakah kamu masih mempunyai perasaan suka?" Tanya Nathan yang enggan menyebut nama Kevin dengan nada masih cemburu.
" TIdak ada sedikitpun perasaan suka, memang kenapa kak Nathan menanyakan dia?" Tanya Maya balik yang mengerti ucapan Nathan dan enggan menyebutkan nama Kevin.
" Sedikit saja tidak ada?" Tanya Nathan sambil menatap mata Maya tanpa menjawab pertanyaan Maya.
" Tidak ada." Jawab Maya dengan nada yakin sambil membalas tatapan mata Nathan.
Nathan menatap mata Maya dan tidak ada kebohongan di matanya membuat Nathan mengusap rambut Maya dengan lembut.
" Perasaanmu terhadap pria brengsek itu tidak ada sedikitpun perasaan suka sama seperti diriku, Jadi kamu sudah tahukan jawabanku?"Tanya Nathan
" Sudah." Jawab Maya singkat sambil tersenyum bahagia.
Cup
" Terima kasih, kamu hadir dalam kehidupanku dan mau menerima segala kekuranganku." Ucap Nathan kemudian mengecup kening istrinya dengan lembut.
" Begitu pula dengan diriku, terima kasih telah hadir dalam kehidupanku dan mau menerima segala kekuranganku." Jawab Maya sambil tersenyum menatap wajah tampan suaminya.
__ADS_1
" Sayang." Panggil Nathan
" Ya." Jawab Maya
" Jika ada wanita yang mengatakan sesuatu tentang diriku contohnya seperti tadi kamu jangan percaya padanya karena di hatiku tidak ada wanita lain selain dirimu." Ucap Nathan.
" Maafkan aku sayang jika terkadang aku ragu karena jujur aku sangat takut kehilanganmu terlebih aku mempunyai suamiku yang sangat tampan dan kaya raya jadi wanita manapun pasti tergila - gila pada suamiku." Ucap Maya sambil menundukkan wajahnya dirinya benar - benar takut terluka.
Grep
" Semua yang ada pada diriku adalah milikmu jadi jangan pernah istriku merasa takut malah justru sebaliknya aku sangat takut kehilanganmu." Ucap Nathan kemudian memeluk tubuh mungil istrinya.
" Terima kasih sayang." Jawab Maya sambil membalas pelukan suaminya.
" Sama - sama sayang." Jawab Nathan sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Maya.
Nathan berjalan meninggalkan Maya tapi tangannya di tahan oleh Maya membuat Nathan menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya.
" Ada apa sayang?" Tanya Nathan sambil tersenyum.
" Tidak ada apa - apa hanya saja sayangku mau kemana?" Tanya Maya sambil melepaskan genggaman tangannya.
" Mau mandi dan memakai pakaian, apakah istriku menyuruhku untuk tidak memakai pakaian?" Tanya Nathan sambil memperlihatkan tubuh polosnya.
Maya langsung menutup wajahnya dengan pipi merona merah membuat Nathan tersenyum kemudian membalikkan badannya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket. Dua belas menit kemudian Nathan sudah selesai mandi dan keluar dengan menggunakan handuk yang menutupi tombak saktinya bersamaan pintu ruang perawatan di ketuk seseorang karena pintunya terkunci oleh Nathan.
" Sayang, cepat ambil pakaian." Pinta Maya
" Sayangku sengaja ya mau memamerkan tubuhnya ke orang lain?" Tanya Maya dengan tatapan tajam.
" Hehehe..." Nathan terkekeh geli, bagi Nathan tatapan tajam istrinya sangat menggemaskan.
Nathan mengambil pakaian miliknya yang di simpan di lemari karena ruang perawatan ini khusus digunakan oleh keluarga besar daddy Thomas sehingga semua pakaian milik keluarga daddy Thomas masing - masing satu stel di simpan di dalam lemari.
Setelah selesai mengambil Nathan berjalan ke arah kamar mandi sedangkan Maya mengambil remote pintu yang tergeletak di meja kemudian menekan remote pintu.
Ceklek
Pintu ruang perawatan terbuka tampak Yohanes membuka pintu ruang perawatan dan masuk sahabat Maya sekaligus calon istri Yohanes yang bernama Aurora Borealis. Mereka masuk ke dalam ruang perawatan dan berjalan ke arah Maya sambil membawa buah dan makanan untuk Nathan.
" Kak Nathan mana?" Tanya Yohanes sambil menatap ke sekeliling ruangan.
" Lagi di kamar mandi." Jawab Maya.
" Apakah ada yang sakit?" Tanya Aurora sambil cipika cipiki dengan Maya.
" Sudah mendingan dan aku berharap bisa segera pulang ke mansion." Jawab Maya
__ADS_1
" Tidak boleh, besok saja pulangnya." Jawab Nathan sambil berjalan ke arah Maya.
" Tapi..." Ucapan Maya terpotong oleh Nathan.
" Tidak ada penolakan, sayang kamu sudah dua kali pingsan dan aku tidak ingin terjadi sesuatu denganmu dan juga anak kita." Ucap Nathan dengan nada tegas.
" Baiklah." Jawab Maya pasrah.
' Aku juga pingsan kan gara - gara kamu juga.' Omel Maya dalam hati.
" Jangan ngomel dalam hati." Ucap Nathan yang bisa membaca pikiran Maya.
" Aku ngga ngomel kok." Jawab Maya berbohong.
Ctak
" Aduh." Ucap Maya sambil mengusap keningnya yang di sentil oleh suaminya.
" Jangan coba - coba membohongiku karena aku tahu." Ucap Nathan sambil mengusap kening istrinya kemudian meniupnya.
" Aduh romantis sekali." Ucap Aurora.
" Memangnya aku ngga romantis?" Tanya Yohanes dengan wajah cemberut.
" Romantis tapi dikit." Jawab Aurora sambil tersenyum.
Grep
" Betulkah?" Tanya Yohanes sambil memeluk calon istrinya.
" Ehem... Ingat kalian belum menikah jadi ngga boleh peluk - pelukan apa lagi ciuman." Ucap Nathan.
" Iya... Iya..." Jawab Yohanes sambil melepaskan pelukannya kemudian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Mau makan buah May?" Tanya Aurora mengalihkan pembicaraan.
" Aku ingin makan apel merah." Jawab Maya.
" Biar aku yang mengupas apelnya." Jawab Nathan sambil mengambil buah yang tadi di bawa oleh Aurora.
Nathan mengupas apel merah untuk Maya sedangkan Yohanes dan Aurora membahas tentang acara pernikahan mereka yang sebentar lagi akan di gelar secara mewah terlebih ke dua orang tua mereka termasuk keluarga orang terkaya dan terpandang tapi lebih kaya orang tua Yohanes.
Di tempat yang berbeda Bela mencolokkan usb yang diberikan oleh Nathan ke laptop miliknya untuk melihat isi usb. Baru saja membuka video tersebut matanya membulat sempurna melihat rekaman cctv membuat Bela melempar laptop miliknya hingga menjadi rusak.
" Akhhhh... Si*l, kenapa Nathan bisa tahu rekaman cctv ini." Ucap Bela dengan wajah terkejut.
" Sia - sia aku ditiduri oleh bandot tua itu karena jika aku lapor ke pengadilan yang ada aku bisa di penjara." Sambung Bela sambil berfikir.
__ADS_1
" Apa yang harus aku lakukan agar Nathan menyukaiku?" Tanya Bela pada dirinya sendiri sambil berjalan mondar mandir.
" Oh ya aku ada ide supaya Nathan mau menceraikan wanita murahan itu." Ucap Bela sambil tersenyum licik.