Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Pecat


__ADS_3

Nathan dan Yohanes mengecup kening masing - masing istrinya kemudian Nathan, Yohanes dan dokter Kasandra berjalan meninggalkan Maya dan Aurora di ruangannya menuju ke ruang meeting sambil menahan amarahnya.


" Oh ya bagaimana dengan rekaman cctv di lobby perusahaan?" tanya Nathan dengan nada dingin.


" Sudah kak, karyawan kita yang di lantai satu menghina dan menertawakan kak Maya selain itu mereka bukannya kerja malah mengobrol dengan temannya dan menyuruh pegawai baru untuk mengerjakan pekerjaan mereka ," jawab Yohanes sambil menekan tombol lift.


Ting


Pintu lift pun terbuka Nathan, Yohanes dan dokter Kasandra masuk ke dalam lift yang berbentuk persegi empat kemudian Yohanes menekan tombol dua puluh dua tempat ruangan meeting.


" Kurang aj*r kakak akan memberikan hukuman untuk mereka," ucap Nathan dengan pandangan mata mulai menggelap.


" Harus kak, selain itu mereka tidak akan di terima di manapun mereka ingin melamar di perusahaan," ucap Yohanes.


" Aku setuju dengan kakak, tidak sepantasnya seorang karyawan merendahkan orang lain jadi sudah sepantasnya mereka tidak akan di terima di manapun mereka ingin melamar kerja," jawab dokter Kasandra menyetujui usul kakak kembarnya.


" Apakah kamu sudah menghubungi manager HRD untuk memecat mereka?" tanya Nathan.


" Sudah kak, mereka serempak tidak mendapatkan pesangon sepeserpun," jawab Yohanes.


" Jangan kak, bagaimana kalau satu bulan gaji saja buat mereka ? Untuk usaha mereka karena mereka tidak akan di terima di manapun mereka akan bekerja di perusahaan yang membutuhkan pegawai," usul dokter Kasandra yang tidak tega dengan para karyawan ke dua kakak kembarnya.


" Baiklah aku ikuti usulan mu," ucap Yohanes.


Nathan yang mendengarkan ucapan ke dua adik kembarnya hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju tanpa banyak bicara hingga terdengar suara lift.


Ting


Pintu lift terbuka mereka pun bertiga keluar dari lift dan berjalan ke arah pintu khusus meeting, Yohanes membuka pintu dengan lebar dan Nathan serta dokter Kasandra masuk ke dalam ruangan meeting dengan di ikuti Yohanes. Nathan duduk di kursi kebesarannya sedangkan Yohanes duduk di sebelah kanan dan dokter Kasandra duduk di sebelah kiri. Semua pegawai menundukkan wajahnya dengan tubuh gemetar dalam hati mereka merutuki kebodohannya karena telah semena - mena terhadap istri bos mereka.

__ADS_1


" Kalian sudah tahu kesalahan kalian?" tanya Nathan dengan suara dingin dan wajah datar.


" Tahu tuan dan saya minta maaf," ucap salah satu pegawainya.


" Saya juga minta maaf tuan," jawab mereka serempak.


" Apa kesalahan kalian?" tanya Nathan.


" Telah menghina nyonya muda dan berani menertawakan," ucap salah satu pegawai.


" Kami sangat menyesal tuan," jawab mereka serempak kembali.


" Selain itu apa kesalahan kalian lagi?" tanya Nathan


" Kami tidak memberikan tempat duduk ketika nyonya muda meminta duduk," jawab salah satu pegawainya sambil menundukkan wajahnya begitu pula dengan yang lainnya.


" Tidak ada tuan," jawab mereka serempak,


Brak


" Kesalahan kalian adalah di waktu kerja kalian malah mengobrol di lobby, apa kalian ingin makan gaji buta hah!!!" Bentak Nathan hingga suaranya menggema di ruangan tersebut kemudian menggebrak meja membuat mereka menundukkan wajahnya tanpa berani melihat sambil meremas ke dua tangannya.


" Kalian tahu semua kalau tempat lobby adalah tempat khusus tamu yang menunggu dan juga untuk meeting bersama klien. Jika kalian di sana berkumpul lalu para tamu yang menunggu dan juga klien maka otomatis mereka berdiri, enak sekali ya kalian makan gaji buta," sambung Yohanes naik satu oktaf.


" Enak ya jadi kalian asik mengobrol sedangkan anak bari yang mengerjakan pekerjaan kalian," ucap dokter Kasandra dengan nada sinis.


" Herman," panggil Nathan sambil duduk di kursi kebesarannya.


" Ya tuan," jawab Herman sambil berdiri.

__ADS_1


" Bagikan amplopnya ke mereka," perintah Yohanes


" Baik tuan," jawab Herman yang menjabat sebagai manager HRD.


Manager tersebut membagi - bagikan ke para karyawan dan karyawati, mereka menerimanya dengan detak jantung kencang bukan karena jatuh cinta melainkan mereka bisa menebak kalau mereka akan mendapatkan hukuman karena melakukan kesalahan hanya saja tidak tahu hukuman apa yang mereka terima. Mereka membuka amplop tersebut dengan tangan gemetar dan membaca kata demi kata.


" Kalian semua kami pecat dan di manapun kalian akan melamar kerja maka perusahaan tersebut akan menolak kalian semua karena nama kalian sudah tercantum di semua data perusahaan di mana kalian akan melamar kerja nantinya," ucap Nathan dengan nada dingin.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Apa mereka mau menerima keputusan yang dikatakan oleh Nathan? Tunggu di bab selanjutnya ya


Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.


Author mengucapkan terima kasih banyak atas vote, like, komentar dan hadiahnya, maafkan author kalau ada komentar yang tidak di balas yang pasti author membaca semua komentar kalian dan author sangat berterima kasih yang tak terhingga hingga karya saya masuk ke karya digemari oleh masyarakat. Semoga  Tuhan membalas kebaikan kalian semua dalam memberikan author vote, like, komentar dan hadiahnya.


Dari Author,


Yayuk Triatmaja


🌹


Terima kasih sudah mampir di ceritaku.


Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :



Terima kasih sudah mampir ke cerita ku. 🌹🌹🌹🌹😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2