
"Aish, dari dulu kamu senang banget ledekin aku," ucap Ronald dengan wajah masam.
"Hehehe..."
"Lain kali aku balas," ucap Ronald dengan wajah di tekuk.
"Sudah jelek jangan di tambah wajah jeleknya," ucap dokter Kennath.
"Sayang, sudah jangan usil," ucap dokter Maria.
"Oh ya opa Alvonso datang?" tanya dokter Maria mengalihkan perhatian terlebih melihat Delon dan Lemos menunggu jawabannya.
"Datang oma, memangnya kenapa?" tanya Lemos.
"Pantas saja,"jawab dokter Maria.
"Pantas apa oma?" tanya Delon penasaran.
"Oh ya kenapa opa Kennath, opa Ronald, oma Maria dan oma Clarisa tidak datang ke acara pernikahan adik kami?" tanya Lemos penasaran.
"Opa Alvonso terkenal dengan usilnya makanya kami sepakat tidak datang di hari pernikahan ke dua adik kalian," jawab dokter Maria.
"Karena itulah kami baru datang sekarang," sambung Clarisa.
__ADS_1
"Opa Alvonso terkenal dengan usil apanya oma?" tanya Lemos.
"Terkenal dengan obat..." ucap Clarisa menggantungkan kalimatnya karena mendapatkan tatapan tajam dokter Maria yang kebetulan saling berhadapan yang hanya dibatasi oleh meja.
"Obat apa oma?" tanya Delon dan Lemos serempak.
"Kebetulan oma sangat lapar kita makan bersama yuk." ajak dokter Maria mengalihkan pembicaraan sambil masih menatap ke arah Clarisa.
("Clarisa, Delon dan Lemos belum menikah jadi belum saatnya mengetahui tentang obat perang sang,"ucap dokter Maria lewat tatapan matanya)
("Oops.... lupa," ucap Clarisa sambil senyum pepsodent).
("Istri kita bicara lewat telepati," ucap dokter Kennath).
("Lewat buku," jawab dokter Maria dan Clarisa sambil menatap suaminya masing - masing)
"Opa Kennath, opa Ronald, oma Maria dan oma Clarisa bicara lewat telepati ya," tebak Lemos.
"Tahu dari mana?" tanya dokter Kennath penasaran.
"Opa Thomas dan daddy Nathan bersama paman - paman kami sering saling menatap kemudian menganggukkan kepalanya dan pergi jadi kami bisa menebak pasti bicara lewat telepati agar kami tidak tahu apa yang dikatakan," ucap Lemos menjelaskan.
"Tepat sekali, sekarang kita sarapan bersama," ucap dokter Kennath yang tidak ingin Delon dan Lemos menanyakan apa yang meraka katakan.
__ADS_1
" Tapi opa, mommy, daddy dan adik - adikku serta opa Alvonso dan oma Laras belum sarapan," ucap Delon.
"Mereka masih lama, percaya sama opa, sekarang kita makan," ucap dokter Kennath.
("Alvonso, dari dulu sifat usil mu tidak pernah berubah," ucap Ronald dalam hati ).
("Alvonso, apakah kamu tidak kasihan dengan Delon dan Lemos menunggu ke dua orang tuanya dan ke tiga adiknya untuk makan bersama," ucap dokter Kennath dalam hati ).
("Sahabatku Laras, sabar ya mempunyai suami yang mesumnya tingkat tinggi," ucap dokter Maria dalam hati)
("Aduh untung di saat senja seperti ini mesum suamiku mulai berkurang kalau tidak tubuhku pegal - pegal," ucap Clarisa dalam hati ).
("Untung kami tidak datang di acara pernikahan karena kalau datang bisa dipastikan aku tepar di tempat tidur," ucap Clarisa dan dokter Maria serempak dalam hati).
Dokter Maria dan Clarisa mengambil makanan untuk suaminya masing - masing baru buat dirinya sendiri setelah itu barulah Delon dan Lemos.
Mereka makan dalam diam tanpa ada yang bicara sedikitpun hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.
" Setelah ini kalian mau kemana?" tanya dokter Maria.
"Aku belum tahu oma,"jawab Delon dan Lemos serempak.
"Memang ada apa oma?'' tanya Delon penasaran
__ADS_1