
" Silahkan dokter," jawab Seli sambil menarik ke dua tangan kakak kembarnya karena menghalangi brangkar tersebut berjalan.
" Terima kasih nona," jawab dokter tersebut sambil tersenyum ke arah Seli.
" Sama - sama dok," jawab Seli sambil memijat keningnya karena kepalanya tiba - tiba sangat pusing.
Dokter cantik tersebut melihat wajah Seli pucat membuat dokter tersebut yang melewati Seli menghentikan langkahnya di depan Seli sedangkan ke dua perawat tetap mendorong brangkar tersebut ke arah ruang ugd.
" Maaf nona sakit?" tanya dokter cantik tersebut.
Aleandro, Delon dan Jimmy serempak menatap ke arah Seli dan memang benar wajahnya pucat bersamaan tubuh Seli ambruk sebelum terjatuh Delon dan Jimmy menahan tubuh Seli.
" Tolong bawa ke ruangan ugd," ucap dokter cantik tersebut.
" Baik dok," jawab Delon dan Jimmy serempak.
Dokter cantik tersebut berjalan ke arah ruang ugd kemudian membuka pintu dengan lebar di bantu oleh Jimmy karena Delon menggendong Seli sedangkan Aleandro mengikuti ke tiga ponakannya.
" Dokter Jessica," panggil temannya yang sama - sama berprofesi sebagai dokter.
" Ada apa dok?" tanya Jessica sambil mengecek kondisi Seli.
" Satu jam lagi tolong gantikan aku mengecek pasienku karena aku ada jadwal operasi," ucap dokter tersebut.
" Ok," jawab Jessica singkat.
" Terima kasih," jawab dokter tersebut.
" Sama - sama dok," jawab Jessica.
Dokter tersebut pergi sedangkan Jessica memberikan sesuatu ke hidung Seli dan tidak berapa lama Seli membuka matanya sambil memegangi kepalanya yang pusing.
" Aku ada di mana?" tanya Seli.
" Nona ada di rumah sakit, tadi nona tiba - tiba pingsan." ucap Jessica
" Panggil Seli saja dok," ucap Seli.
" Ok, panggil juga namaku Jessica," ucap Jessica
" Bagaimana kalau kak Jessica?" tanya Seli
" Boleh," jawab Jessica sambil tersenyum
" Oh ya kak, ini kenalkan kakak kembarku yang bernama kak Delon dan kak Jimmy," ucap Seli sambil menarik tangan Delon dan Jimmy
" Ada apa sih dek?" tanya Delon dan Jimmy serempak karena tidak biasanya adik kembarnya antusias mengenalkan dirinya ke wanita lain terlebih ke orang yang baru dikenalnya.
__ADS_1
" Kak Jessica, kak Delon dan kak Jimmy ini pendiam dan dingin makanya ke dua kakakku ini jomblo," ucap Seli yang tidak menjawab pertanyaan ke dua kakak kembarnya.
Grep
Grep
Delon dan Jimmy yang sangat kesal dengan ucapan adik kembarnya langsung mengarahkan tangannya ke telinga Seli membuat Jessica tanpa sadar menahan tangan Delon dan Jimmy agar tidak menjewer telinga adiknya sedangkan Seli tersenyum bahagia karena ada yang membela dirinya.
" Lepas," Ucap Delon dan Jimmy dengan nada dingin.
" Aku akan melepasnya asalkan tidak menjewer Seli," ucap Jessica sambil menatap mereka berdua tanpa ada rasa takut sedikitpun.
" Dokter tidak berhak ikut campur urusan kami," jawab Delon sambil melepas paksa tangannya yang du pegang oleh Jessica kemudian mendorongnya.
Jessica yang mendapat serangan mendadak membuat Jessica tanpa sadar menarik tangan Jimmy membuat Jimmy menarik tangan Jessica karena dirinya tahu kalau kakak kembarnya tidak suka tangan dan tubuhnya di sentuh oleh wanita lain dan langsung mendorongnya namun entah kenapa dirinya tidak tega jika Jessica jatuh ke lantai membuat Jimmy menarik tangan Jessica hingga menabrak dada bidang Jimmy dan tanpa sadar Jessica memeluk tubuh Jimmy begitu pula dengan Jimmy.
Deg Deg
Deg Deg
Ke dua jantung mereka berdetak kencang namun akal sehat mereka segera tersadar membuat mereka melepaskan pelukannya masing - masing sedangkan Aleandro dan Seli tersenyum melihat mereka berdua hanya Delon menatapnya dengan datar.
" Ehemmm...," ucap Aleandro berupa deheman karena mereka semua diam tidak ada yang bersuara.
" Maaf," ucap Jessica.
" Justru kami yang meminta maaf karena ulah kak Delon, kak Jessica nyaris terjatuh jika seandainya saja kak Jimmy tidak menahannya," ucap Seli.
" Menginap saja kak," jawab Seli.
" Baiklah, kakak akan siapkan ruang perawatan," ucap Jessica sambil pergi meninggalkan mereka.
" Kamu tidak pulang dek?" tanya Delon dan Jimmy
" Tidak kak, tubuh Seli masih lemas," jawab Seli.
" Baiklah kalau begitu kakak yang akan menemani mu, paman Aleandro dan kak Delon pulang saja," ucap Jimmy
" Baiklah, kalau ada apa - apa kabarin paman," ucap Aleandro
" Baik paman," jawab Jimmy
" Apa kakak menemani kalian?" tanya Delon
" Tidak usah kak, lebih baik kakak istirahat sama paman Aleandro," jawab Jimmy
" Baiklah, kabarin kakak kalau ada apa - apa," ucap Delon
__ADS_1
" Iya kak, paman dan kak Delon hati - hati di jalan," ucap Jimmy
" Hati - hati paman dan kak Delon," sambung Seli
" Ok," jawab Aleandro dan Delon serempak.
Aleandro dan Delon pergi meninggalkan mereka bersamaan dua perawat datang dan membawa Seli dengan menggunakan brangkar menuju ruang perawatan VVIP sedangkan Jessica pergi mengecek kondisi pasien lainnya.
Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan presdir Axel tidur dalam posisi duduk sambil menggenggam tangan istrinya sedangkan Lemos duduk sambil menggenggam mommy Maya sambil tangannya membelai pipi mommy Maya dan berharap segera sadar begitu pula dengan daddy Nathan dan Sela.
" Nathan, ayo bangun tidak ada kak Nathan sepi," ucap Fico sambil menggenggam tangan kiri adik iparnya.
" Benar kata kak Fico, tanpa kak Nathan sepi biasanya kita bertiga menyempatkan waktu untuk bertemu membicarakan hal - hal yang santai," sambung Aska sambil menggenggam tangan kanan kakak iparnya.
Tidak berapa lama tangan kiri Fico dan tangan kanan Aska di genggam erat oleh Nathan bersamaan perlahan Nathan membuka matanya dan menatap ke dua iparnya membuat Fico dan Aska tersenyum bahagia.
" Lemos," panggil Fico dan Aska serempak
" Ya paman," jawab Lemos sambil menatap ke arah ke dua pamannya.
" Haus.." ucap Nathan lirih
" Sebentar kak, aku akan panggilkan dokter dulu," ucap Aska sambil menekan tombol darurat
Tidak berapa lama pintu terbuka tampak satu dokter cantik dan satu perawat masuk ke dalam sambil menatap ke arah mereka.
" Ada yang bisa saya bantu tuan - tuan?" tanya dokter cantik tersebut.
" Adik ipar ku sudah sadar, tolong di cek?" pinta Fico
" Baik tuan, permisi," ucap dokter cantik tersebut.
Dokter itu pun mulai memeriksa kondisi daddy Nathan setelah beberapa saat dokter tersebut tersenyum.
" Kondisinya sudah mulai membaik dan sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan," ucap dokter cantik tersebut.
" Baik dok," jawab Fico
Dokter cantik itu tanpa sengaja melihat Lemos yang sedang menatap daddy Nathan membuat dokter cantik tersebut menyapa Lemos.
" Maaf ini tuan Delon atau tuan Jimmy?" tanya dokter cantik tersebut ke arah Lemos
Mereka serempak menatap ke arah dokter cantik tersebut kemudian membaca name tag yang menempel di jas dokternya
" Dokter Jessica, kenal ke dua kakakku?" tanya Lemos
" Maaf, saya tidak tahu kalau tuan kembar, iya tadi saya berkenalan dengan tuan Delon, tuan Jimmy dan nona Seli," ucap Jessica
__ADS_1
" Tidak apa - apa, memang ada apa dok?" tanya Lemos dengan nada dingin.
" Saya hanya ingin menanyakan apakah tuan Nathan disatukan ruangan dengan nona Seli atau ruangan sendiri?" tanya Jessica