Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Bela Ardiansyah


__ADS_3

Quenby menggenggam tangan Fico kemudian tersenyum manis sambil menatap wajah tampan Fico.


" Sudah lupakan jangan di ingat lagi karena aku sudah melupakannya apalagi itu juga sudah terjadi." Ucap Quenby.


cup


Fico mengecup punggung tangan Quenby dengan lembut kemudian menatap bibir Quenby membuat Fico menginginkan kembali tapi Fico langsung tersadar dan berdiri dari ranjang.


Grep


Bruk


Deg              Deg              Deg               Deg


Tanpa sadar Quenby menarik tangan Fico sedangkan Fico yang belum ada persiapan jatuh dan menimpa tubuh Quenby membuat ke dua jantung mereka berdetak kencang.


" Sebelum keluar cium dulu." Ucap Quenby sambil mengalungkan ke dua tangannya.


Cup


Fico yang mendengar ucapan Quenby tersenyum bahagia kemudian mencium bibir Quenby dengan lembut dan Quenby pun membalas ciuman Fico. Fico yang mendapatkan respon dari Quenby sangat bahagia dan merekapun saling ******* bibir dan memasukkan lidahnya untuk bertukar saliva hingga tanpa sadar Fico membuka satu persatu pakaian Quenby sedangkan Quenby merasakan di bagian privasinya ada yang mengganjalnya.


" Sayang, kenapa ada yang mengganjal?" Tanya Quenby polos


" Maksudnya?" Tanya Fico sambil melepaskan pakaian dal*man milik Quenby yang menutupi dua gunung kembarnya.


Glek


Fico menelan salivanya dengan kasar melihat dua gunung kembar milik Quenby yang menantang membuat Fico memainkan dua gunung kembar milik Quenby sedangkan quenby yang diperlakukan seperti itu hanya merem melek merasakan nikmat yang luar biasa karena tubuhnya terasa dialiri sengatan listrik.


" Maksudku yang ini." Ucap Quenby sambil memegang tombak sakti yang terasa sangat besar dan keras.


" Itu yang bikin kamu jadi bertambah enak." Bisik Fico sambil memasukkan mulutnya ke pucuk gunung himalaya.


" Sayang, enak banget." Ucap Quenby sambil menutup mulutnya untuk tidak mengeluarkan suara yang memalukan.


" Keluarkan saja jangan di tahan." Bisik Fico


" Ahhhhhhhh..." Ucap Quenby yang merasakan orgas*e untuk pertama kalinya.


Fico yang mendengarnya sangat bahagia hingga melepaskan pakaiannya dan entah bagaimana kini tubuh mereka polos tanpa sehelai benangpun, Fico yang sejak tadi menahannya mencoba memasukkan tombak sakti miliknya namun baru saja masuk kepalanya Quenby berteriak kesakitan.


" Sssakittt... Hiks...Hiks.... Sayang aku mohon." Ucap Quenby sambil terisak.

__ADS_1


Fico langsung tersandar dan menarik ujung kepala tombak saktinya yang masuk ke dalam goa kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping Quenby dan memeluknya.


" Maaf sayang." Ucap Fico


Quenby hanya terisak dan membalas pelukan Fico membuat Fico merutuki kebodohannya karena tidak bisa menahan hasratnya setelah merasa tenang Fico melepaskan pelukannya dan memakai pakaiannya dengan cepat mengingat mereka berada di dalam kamar Quenby setelah selesai Fico memakaikan pakaian Quenby sambil menahan hasr*tnya karena jujur dirinya ingin sekali memakannya.


" Maaf." Ucap Fico sekali lagi.


" Aku yang salah seharusnya tadi aku tidak menarik tanganmu." Ucap Quenby.


" Benar kata ke dua orang tuamu lebih baik selama 3 bulan kita tidak usah bertemu dulu." Ucap Fico


" Maksud kak Fico? Kak Fico berencana meninggalkan aku?" Tanya Quenby


Ctak


" Aduh." Ucap Quenby sambil mengusap keningnya karena di sentil oleh Fico.


" Aku dan daddy akan pergi nanti sore ke luar negri ada masalah di perusahaan cabang, jika kita sering bertemu aku tidak yakin bisa menahannya seperti tadi." Ucap Fico


" Jadi jangan pernah berpikiran aku akan meninggalkanmu karena aku sangat mencintaimu dan tidak ingin merusak mu, walau kita jauh kamu harus percaya kalau aku akan setia denganmu malah justru aku takut kamu akan pergi meninggalkanku dan mencintai pria lain." Ucap Fico dengan nada sendu.


Grep


" Terima kasih sayang, aku percaya padamu, walau aku dulu adalah pria breng*k tapi aku tidak akan melakukan itu lagi terhadap wanita lain selain kamu saja karena aku akan selalu setia padamu." Ucap Fico sambil membalas pelukan Quenby.


" Tapi..." Ucap Quenby menggantungkan kalimatnya.


" Tapi apa?" Tanya Fico sambil mendorong perlahan tubuh Quenby sambil menatap wajah cantik Quenby.


" Kalau aku kangen banget bagaimana?" Tanya Quenby


" Jika ada waktu luang aku akan datang menemui mu." Ucap Fico sambil tersenyum bahagia karena ternyata Quenby juga kangen padanya.


" Sekarang aku keluar kamar dulu, kamu istirahatlah." Ucap Fico


" Tapi sayang." Ucapan Quenby terpotong oleh Fico


" Nanti kalau aku dan daddy berangkat aku akan ketuk pintu kamarmu untuk berpamitan ." Ucap Fico yang mengerti ucapan Quenby.


" Sayang kok tahu maksudku?" Tanya Quenby dengan nada bingung.


Cup

__ADS_1


" Karena aku sangat mencintaimu jadi aku tahu apa yang aku katakan, sekarang istirahatlah." Ucap Fico sambil mengecup bibir Quenby kemudian mendorong perlahan tubuh Quenby untuk berbaring.


Fico menyelimuti tubuh Quenby sambil tersenyum kemudian pergi meninggalkan kamar Quenby karena dirinya juga ingin istirahat. Di tempat yang sama hanya beda ruangan Nathan masuk ke dalam ruang kerja milik daddy Thomas dan melihat semua sudah berkumpul daddy Thomas, mommy Gloria, daddy Alvonso dan mommy Laras.


" Akhirnya nongol juga." Ucap daddy Thomas.


" Hehehe..." Tawa Nathan


" Mommy heran tidak daddy dan tidak anak - anak mommy yang laki - laki juga para menantu pria semuanya mesum." Ucap mommy Gloria sambil menggelengkan kepalanya.


" Iya sama denganku Glo, suamiku dan anak - anak laki - laki ku serta para menantu laki - laki ku mesum semua." Ucap mommy Laras.


" Sudah kodratnya." Jawab daddy Thomas, daddy Alvonso dan Nathan serempak.


" Aish nyebelin." Ucap Mommy Gloria dan mommy Laras.


" Tapi enakkan." Ucap daddy Thomas, daddy Alvonso dan Nathan serempak lagi.


" Sudahlah jangan bahas itu." Ucap mommy Gloria dengan wajah memerah.


" Iya benar tidak usah di bahas, oh ya kamu minta bantuan apa Nathan?" Tanya mommy Laras mengalihkan pembicaraan.


" Ini tante, tolong cari informasi kehidupan Bela Ardiansyah." Ucap Nathan dengan wajah serius tidak seperti tadi.


" Bisa lihat fotonya?" Tanya mommy Laras


" Ada tante sebentar." Ucap Nathan sambil mengeluarkan ponselnya dari saku kemejanya.


" Aku tidak bawa laptop, aku pinjam ya laptopnya." Pinta mommy Laras.


" Silahkan pakai saja." Ucap daddy Thomas.


Mommy Laras mengambil laptopnya kemudian mengutak atik laptopnya bersamaan Nathan memberikan ponselnya yang berisi foto Bela, mommy Laras menerima ponsel milik Nathan dan diletakkan di sebelah keyboard sedangkan yang lainnya menunggu mommy Laras dengan sabar.


" Kenapa kamu ingin mengetahui kehidupan Bela Ardiansyah?' Tanya mommy Laras.


" Aku merawat anaknya ketika dia pergi meninggalkan temanku yang sedang sakit parah." Ucap Nathan menjelaskan.


" Bagaimana dengan nasib temanmu yang sekarang?" Tanya mommy Laras.


" Sebelum meninggal temanku meminta bantuanku untuk merawatnya hingga sekarang." Jawab Nathan


" Dan sekarang Bela Ardiansyah meminta anaknya." Tebak mommy Laras.

__ADS_1


" Betul sekali, selama bertahun - tahun aku merawatnya dan sekarang dia memintanya." Ucap Nathan yang sudah terlanjur menyayangi Dita.


__ADS_2