
" Itulah yang terjadi dad," ucap mommy Maya mengakhiri ceritanya.
" Kenapa kak Aleandro dan Yohanes tidak bilang sama daddy?" tanya daddy Nathan
" Mommy yang memintanya untuk tidak mengatakannya," jawab mommy Maya
" Mommy bilang tidak ingin mengatakan masalah ini sama daddy karena mommy tidak ingin daddy membuat mereka bangkrut lalu kenapa mommy menghubungi kak Aleandro dan Yohanes? Bukankah mommy tahu baik daddy dan keluarga besar daddy jika ada orang yang menyakiti salah satu keluarga besar kami maka orang itu mendapatkan hukuman, apakah mommy lupa? " tanya daddy Nathan yang kecewa dengan mommy Maya.
" Mommy tidak menghubungi kak Aleandro dan Yohanes mungkin pas mommy pergi bersama Aurora ke mansion kak Cantika untuk mengobrol dan tiba - tiba mommy mendapatkan telepon dari sekolah, mommy langsung berpamitan dan mereka bertanya ada apa? Mommy cerita secara singkat, mungkin kak Cantika dan Aurora menghubungi suaminya makanya tiba - tiba datang ke sekolah," jawab mommy Maya.
" Walau bagaimanapun mommy harus cerita karena mereka juga anak - anak daddy, apalagi mendengar cerita Sela dan Seli membuat darah daddy mendidih di tambah perkataan mereka yang menghina mommy," ucap daddy Nathan sambil menggenggam ke dua tangannya dengan erat.
" Maafkan mommy dad," ucap mommy Maya sambil memegang tangan daddy Nathan tapi daddy Nathan langsung menepis tangan mommy Maya.
" Jangan sentuh tangan daddy," ucap daddy Nathan sambil membalikkan badannya dan bersiap melangkahkan ke dua kakinya.
Grep
" Hiks.. hiks... daddy," isak mommy Maya sambil memeluk daddy Nathan dari arah belakang.
Daddy Nathan yang tidak tega mendengar isak kan mommy Maya langsung melepaskan pelukan istrinya kemudian membalikkan badannya dan menghapus air mata mommy Maya dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.
" Maaf kalau tadi daddy sempat kesal sama mommy," ucap daddy Nathan.
Grep
" Hiks... Hiks..." isak mommy Maya sambil memeluk suaminya namun dalam hatinya tersenyum.
( " Sebenarnya aku masih kesal sama istriku tapi aku tidak tega melihat istriku menangis karena entah kenapa hatiku terasa sakit jika mommy menangis," ucap daddy Nathan dalam hati sambil membalas pelukan istrinya ).
( " Maaf dad, mommy terpaksa menangis bombay supaya daddy tidak marah lagi," ucap mommy Maya dalam hati ).
" Ssstttt... sudah lupakan... kita melihat Sela dulu," ucap daddy Nathan mengalihkan pembicaraan
" Baik dad," jawab mommy Maya.
Mommy Maya dan daddy Nathan berjalan ke arah Sela dan Presdir Axel yang masih setia menunggu Sela sadar yang masih menggenggam tangan Sela tanpa terusik ke dua mertuanya yang sedang mengobrol.
" Axel, kamu makanlah setelah itu istirahatlah biar kami yang menjaga Sela," ucap mommy Maya yang melihat wajah lelah Presdir Axel.
" Axel belum lapar dan mengantuk mom," jawab Presdir Axel yang enggan meninggalkan Sela sendirian.
__ADS_1
" Wajahmu pucat, kalau kamu sakit nanti kamu tidak bisa menjaga istrimu," ucap mommy Maya.
" Benar apa yang dikatakan mommy, kamu pergilah ke kantin biar mommy dan daddy yang menjaga Sela," ucap daddy Nathan
" Baik dad, mom." jawab Presdir Axel patuh karena apa yang di katakan ke dua mertuanya memang benar adanya.
Presdir Axel melepaskan tangannya yang menggenggam Sela namun Sela menahan tangan Presdir Axel membuat Presdir Axel menatap sepasang mata Sela yang masih setia memejamkan matanya.
" Ada apa Axel?" tanya mommy Maya
" Tanganku digenggam erat mom sama Sela," jawab Presdir Axel.
" Masa sih?' tanya mommy Maya dan daddy Nathan serempak
Presdir Axel mencoba melepaskan tangan Sela bertepatan Sela perlahan membuka matanya dan menatap ke dua orang tuanya dan terakhir Presdir Axel.
" Mommy, daddy," Panggil Sela dengan nada lirih.
" Sela. kamu sudah sadar sayang," ucap mommy Maya dan daddy Nathan serempak sambil menatap ke arah Sela
" Sayang kamu sudah sadar?" tanya Presdir Axel secara bersamaan
" Dia siapa mom, dad?" tanya Sela sambil menunjuk ke arah Presdir Axel dan melepaskan genggaman tangan suaminya.
Bagai petir di siang hari itu yang dirasakan oleh Presdir Axel sedangkan ke dua orang tuanya sangat terkejut dengan perkataan Sela membuat daddy Nathan menekan tombol yang dekat di kepala ranjang Sela.
" Dia Axel, suamimu," jawab mommy Maya
" Suamiku?" tanya ulang Sela
" Iya, apakah kamu lupa?" tanya mommy Maya
" Aku.... akhhhh.... kepalaku sakit mom... mommy dan daddy usir pria itu," pinta Sela sambil memegangi kepalanya
" Axel lebih baik kamu menunggu di luar biar mommy dan daddy yang akan bicara dengan Sela.
" Tapi mom..." ucapan Presdir Axel terpotong oleh daddy Nathan.
" Benar yang dikatakan mommy, lebih baik kamu makan dan istirahat biar mommy dan daddy yang menjaga Sela," ucap daddy Nathan.
Presdir Axel menghembuskan nafasnya dengan perlahan sungguh hatinya sangat terluka ketika istrinya tidak ingat dengan dirinya namun ketika istrinya memegangi kepalanya membuat Presdir Axel terpaksa pergi meninggalkan ruangan ICU bersamaan kedatangan dokter dan perawat. Setelah beberapa saat kemudian dokter tersebut sudah selesai mengecek kondisi Sela.
__ADS_1
" Putri tuan dan nyonya sebagian memorinya hilang dan hanya ingat ketika dirinya lulus kuliah setelah itu Sela tidak lagi," ucap dokter tersebut.
" Bagaimana putri kami bisa ingat semuanya dok?" tanya daddy Nathan.
" Pergi ke tempat yang biasa di kunjungi dan ceritakan sesuatu yang bisa mengingat semuanya," jawab dokter tersebut.
" Baik dok," jawab mommy Maya
" Tapi jika kepalanya terasa sakit langsung berhenti bercerita agar kepalanya tidak lagi pusing," perintah dokter tersebut.
" Baik dok, kami akan ingat dengan pesan dokter," ucap mommy Maya
" Kalau begitu saya pamit dulu dan sebentar lagi putri tuan dan nyonya akan dipindahkan ke ruang perawatan," ucap dokter tersebut.
" Baik dok dan terima kasih atas bantuannya," ucap mommy Maya.
" Sama - sama nyonya, permisi," pamit dokter tersebut sambil menundukkan kepalannya kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut.
" Sela, apakah ada yang sakit?" tanya mommy Maya
" Tidak ada mom, hanya kepala Sela terasa pusing," jawab Sela.
" Syukurlah mommy senang sekali," jawan mommy Maya
" Sela, lain kali jangan lakukan hal yang membahayakan," ucap daddy Nathan
" Membahayakan apa dad?" tanya Sela
" Menjadikan mobilmu sebagai tameng agar mobil yang kami tumpangi tidak di tabrak truk," jawab daddy Nathan
" Benar apa yang dikatakan daddy dan bukan itu saja jangan jadikan tubuhmu sebagai tameng," sambung mommy Maya
" Lihatlah sekarang semua tubuhmu dibalut sama perban seperti mumi," ucap daddy Nathan
" Iya dad, mom," jawab Sela
( " Maaf dad, mom, Sela akan tetap melakukannya karena Sela sangat sayang dengan mommy dan daddy karena itu Sela akan melakukan apapun termasuk mengorbankan nyawa Sela," sambung Sela dalam hati )
Tidak berapa lama pintu ruangan ICU di buka lebar kemudian mendorong brangkar di mana Sela berbaring menuju ke ruang perawatan di mana Seli sedang istirahat di ruang perawatan. Ketika ruang perawatan terbuka lebar dan mendorong brangkar bersamaan Fico, Aska, Lemos dan Seli serempak membuka matanya.
" Sela," panggil Fico, Aska dan Lemos serempak sambil menguap
__ADS_1
" Kak Sela," panggil Seli sambil ikut menguap