Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Mobil Berwarna Hitam


__ADS_3

" Oh ya aku ada ide supaya Nathan mau menceraikan wanita murahan itu." Ucap Bela sambil tersenyum licik.


Karena lelah Bela berbaring di ranjang dan tidak membutuhkan waktu lama dirinya sudah tertidur dengan pulas sedangkan di tempat yang berbeda tuan Saverio, Fico, Quenby, Robert dan Cantika sudah sampai di bandara.


" Daddy Saverio, kak Quenby dan kak Fico, kami mau ke restoran tiba - tiba perutku sangat lapar." Ucap Cantika sambil menarik tangan suaminya.


" Bukannya tadi sudah makan?" Tanya Quenby.


" Memang, tapi sekarang lapar lagi." Ucap Cantika berbohong.


" Sayang, aku masih kenyang." Ucap Robert


" Sebentar lagi kak Fico berangkat dan tentunya mereka ingin mengucapkan salam perpisahan." Bisik Cantika.


Robert hanya tersenyum dan mengerti ternyata memberikan waktu untuk mengobrol dan mereka pun pergi meninggalkan mereka bertiga.


" Fico, daddy mau pergi ke toilet dulu." Ucap tuan Saverio yang sengaja ingin meninggalkan mereka berdua.


" Baik dad." Jawab Fico yang mengerti kalau daddynya ingin memberikan mereka berdua untuk berbicara.


" Sayang, jika aku kangen bagaimana?" Tanya Quenby


" KIta kan bisa video call dan kalau kangen banget aku akan usahakan pulang ke negara ini untuk menemui mu." Ucap Fico sambil mengusap rambut Quenby dengan lembut.


Grep


" Kok aku berat ya berpisah denganmu." Ucap Quenby sambil memeluk Fico dengan erat.


" Akupun juga sama, sabar ya tiga bulan lagi kita menikah dan kita akan selalu bersama." Ucap Fico sambil membalas pelukan Quenby.


" Quenby." Panggil Fico


" Ya." Jawab Quenby singkat.


" Aku ingin kamu menjaga kehormatanmu untukku ya?" Pinta Fico.


"Ya aku akan menjaganya." Ucap Quenby dengan penuh keyakinan.


" Tapi jika seandainya kehormatanmu hilang karena sesuatu hal yang tidak bisa kamu cegah aku akan tetap menerimamu apa adanya." Ucap Fico sambil mendorong perlahan tubuh Quenby.


" Maksud kak Fico?" Tanya Quenby tidak mengerti sambil menatap wajah Fico.


" Maksudku misalnya sebagai contoh kamu diperko*a oleh seseorang atau lebih, kamu jangan bunuh diri karena aku akan tetap menerimamu apa adanya kecuali bila kamu sengaja melakukannya aku tidak akan bisa menerimanya." Ucap Fico dengan nada tegas.


" Kak Fico kok ngomongnya begitu sih?" Protes Quenby dengan nada kesal.

__ADS_1


" Aku juga tidak ingin itu terjadi apalagi kan aku bilang misalnya." Ucap Fico menjelaskan sambil mengusap rambut Quenby dengan lembut.


" Jika itu terjadi terus aku hamil apa yang akan kak Fico lakukan mau menerimaku apa adanya atau menyuruhku menggugurkannya?" Tanya Quenby.


" Kita akan mengurus bersama." Ucap Fico dengan penuh keyakinan sambil tersenyum.


Grep


" Aku sangat mencintaimu." Ucap Quenby sambil memeluk Fico dengan erat seakan takut untuk berpisah.


" Aku juga sangat mencintaimu, tunggulah tiga bulan lagi kita akan menikah." Jawab Fico sambil membalas pelukan Quenby.


" Sayang, jujur aku ingin sekali memakanmu." Bisik Fico yang merasakan tombak saktinya menyentuh privasi milik Quenby di tambah lagi dua gunung kembar milik Quenby yang menyentuh tubuhnya.


Walau bagaimanapun Fico adalah pria normal dan pernah merasakan apa itu hubungan suami istri tapi semenjak dirinya kenal dengan Quenby dirinya tidak lagi menyentuh wanita.


" Nunggu 3 bulan ya." Bisik Quenby sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Fico.


" Iya aku tahu, karena itulah aku pergi agak jauh darimu agar kita tidak melakukan itu." Ucap Fico/


" Kalau kita jauh apakah kak Fico akan melakukan dengan wanita lain?" Tanya Quenby sambil menatap mata Fico.


" Tidak, sejak aku mulai menyukaimu aku berjanji akan menjaga tubuhku untukmu. Dulu aku memang pria brengsek tapi sejak kenal denganmu aku ingin berubah menjadi pria baik untukmu." Jawab Fico.


" Sayang, aku berangkat dulu." Ucap Fico.


" Hati - hati." Jawab Quenby.


Quenby mencium punggung tangan tuan Saverio kemudian memeluk Fico, air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya keluar juga.


" Hiks.... Hiks... aku sangat mencintaimu." Ucap Quenby sambil terisak.


" Aku juga sangat mencintaimu." Jawab Fico sambil membalas pelukan Quenby.


" Quenby sayang, daddy akan menjaga Fico jika Fico nakal daddy akan menjewer Fico." Ucap tuan Saverio yang sangat setuju hubungan Quenby dengan Fico putranya karena putranya berubah  menjadi sering tersenyum sejak kenal dengan Quenby.


" Terima kasih dad." Jawab Quenby


Setelah beberapa saat kemudian Quenby melepaskan pelukannya begitu pula dengan Fico, Fico menghapus air mata Quenby kemudian memeluknya kembali.


" Jaga dirimu baik - baik dan setia lah selalu." Bisik Fico.


" Aku akan selalu menjagaku baik - baik dan akan selalu setia begitu pula dengan kak Fico jaga diri kak Fico baik - baik dan setia lah padaku." Bisik Quenby.


Setelah beberapa saat tuan Saverio dan Fico masuk ke dalam, Quenby memeluk Cantika dari arah samping sambil melambaikan tangannya ke arah Fico dengan derai an air mata sedangkan Fico membalas lambaian tangan Quenby dan ingin rasanya memeluk Quenby agar Quenby tidak menangis lagi entah kenapa hatinya sangat sakit melihat Quenby menangis tapi itu tidak mungkin karena jika terlalu dekat dengan Quenby dirinya sangat takut untuk tidak bisa menahan hasra*nya karena bagaimanapun dirinya pria normal mempunyai hasr*t yang sangat tinggi terlebih dirinya pernah merasakannya.

__ADS_1


" Ayo kak kita pulang." Ajak Cantika setelah tuan Saverio dan Fico hilang dari pandangannya sambil memberikan tissue ke Quenby.


" Ayo." Jawab Quenby sambil menghapus air matanya dengan tissue.


Mereka bertiga berjalan ke arah parkiran mobil, Robert meminta istrinya yang bernama Cantika untuk menemani kakak kembarnya dan dirinya duduk di kursi pengemudi tanpa di temani oleh istrinya. Hingga setengah jam kemudian mobil mereka diikuti oleh mobil berwarna hitam Robert melirik sekilas mobil itu mengikuti mereka membuat Robert mempercepat laju mobilnya.


" Sayang, kenapa ngebut?" Tanya Cantika.


"  Kalian lihat dari spion mobil, ada mobil hitam mengikuti kita." Ucap Robert.


" Aku akan menghubungi kak Aleandro." Ucap Cantika.


" Kalau aku akan menghubungi daddy." Sambung Quenby.


" Ok." Jawab Robert singkat.


Quenby dan Cantika mengambil ponselnya yang di simpan di dalam tas kemudian menghubungi daddy Thomas dan Aleandro, sambungan daddy Thomas langsung di angkat pada deringan pertama.


" Ada apa Quenby?" Tanya daddy Thomas tanpa basa basi.


" Daddy, mobil kami diikuti." Ucap Quenby.


" Apa?? Baik tetap nyalakan ponselmu biar daddy melacak gps mu." Ucap daddy Thomas.


" Aleandro, Maximus, Yonathan dan Aska bantu bantu saudara kalian biar daddy dan mommy yang menjaga Maya." Perintah daddy Thomas.


" Baik dad." Jawab mereka serempak.


" Kak Aleandro." Panggil Cantika ketika sambungan Aleandro tersambung.


" Ada apa dek?" Tanya Aleandro sambil melangkahkan kakinya dengan cepat diikuti oleh saudara - saudara kembarnya.


" Mobil kami diikuti." Ucap Cantika.


" Iya tadi daddy telepon ini kami ke sana." Ucap Aleandro.


Cittttttt


Robert terpaksa mengerem mobil secara mendadak karena mobil di depannya berhenti membuat Quenby dan Cantika membentur kursi mobil yang di depannya.


" Kenapa mendadak mengerem mobil?" Protes Quenby sambil mengelus keningnya yang terasa sakit.


" Iya, keningku sakit." Ucap Cantika sambil ikut mengelus keningnya yang terasa sakit.


" Maaf aku terpaksa karena mobil yang di depan mendadak berhenti." Ucap Robert sambil menunjuk ke arah depan.

__ADS_1


__ADS_2