Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Seminggu Kemudian


__ADS_3

Tidak terasa waktu berlalu dengan cepatnya hubungan Presdir Axel dengan Sela berjalan seperti pada umumnya antara atasan dengan bawahan walau dalam hati kecil mereka tersiksa.


Presdir Axel yang sudah kecanduan dengan bibir Sela dan ingin memeluk tubuh Sela untuk menghirup parfum yang membuat dirinya tenang dan nyaman membuat Presdir Axel sangat tersiksa karena harus menahan itu semua sedangkan Sela yang merasakan nyaman dan aman di peluk presdir Axel tapi berusaha perasaan itu di tepisnya.


Untuk hubungan Seli dengan Presdir Albert, sejak Seli mengatakan jika dirinya ingin menikah di tambah Cintya pergi keluar kota membuat mereka tidak bertemu walau dalam hati presdir Albert sangat merindukan Seli gadis yang sangat berbeda dengan gadis lainnya yang selalu berpura - pura ramah dan pura - pura perhatian sedangkan Seli apa adanya tidak berpura - pura.


" Delon, Jimmy, Lemos dan Sela nanti jam 8 malam ingat datang ke Restoran Seafood Alta," ucap mommy Maya berusaha mengingatkan ke empat anak kembarnya.


" Iya mom," jawab mereka serempak kecuali Seli dengan wajah yang di tekuk.


" Seli jangan pasang wajah jelek nanti calon suaminya tidak suka lagi," goda Delon


" Cieeeeee... yang mau dijodohkan," sambung Jimmy


" Kak Delon dan kak Jimmy jangan rese deh," ucap Seli dengan wajah di tekuk


" Delon, Jimmy dan Lemos kapan kalian akan membawa calon menantu buat mommy dan daddy?" tanya mommy Maya.


" Uhuk.... Uhuk.... Uhuk...." Ke tiga pemuda tampan langsung batuk bersamaan.


" Pffftttt.... Hahahaha...." Tawa lepas Sela dan Seli serempak.


" Tawa terus sampai sepuasnya, aku doakan semoga calon suaminya jelek, gendut seperti gajah bengkak dan sudah tua," ucap Lemos.


Peletak                    Peletak


" Aduh... Aduh..." ucap Lemos ketika ke dua kakak kembarnya kepalanya di jitak.


" Ngomong sembarangan," omel Delon


" Tahu nih, memangnya kamu mau punya adik ipar jelek, gendut seperti gajah bengkak dan sudah tua?" tanya Lemos dengan mata mendelik.


" Huwaaaa.... Aku ngga mau calon suamiku jelek, gendut seperti gajah bengkak dan sudah tua," ucap Seli sambil menangis kejer seperti anak kecil.


" Kamu jangan dengerin kak Lemos, kak Lemos hanya bercanda," ucap Sela sambil menghapus air mata adik kembarnya dengan menggunakan ke dua jarinya.


" Benar kata kakak kembar mu Sela kalau kak Lemos hanya bercanda orangnya sangat tampan kok," ucap mommy Maya.


" Kok mommy tahu?" tanya Seli sambil menatap mommy Maya.


" Tahu donk kan tante Kelly mengirim fotonya," ucap mommy Maya.


" Lihat donk mom," pinta Seli penasaran.

__ADS_1


" Tidak boleh, kamu boleh lihatnya pas ketemu saja," tolak mommy Maya.


" Kalau begitu Sela yang lihat mom," pinta Sela.


" Yang dijodohkan kan adikmu kenapa kamu yang penasaran?" tanya Lemos sambil menaikkan salah satu alisnya.


" Kan aku ingin tahu saja kak seperti apa wajah calon adik ipar ku," ucap Sela kepo.


" Sudah... Sudah sekarang kalian makan nanti terlambat," ucap daddy Nathan yang sejak tadi terdiam mendengarkan percakapan istri dan ke lima anak kembarnya.


" Baik dad," jawab mereka serempak.


Salah satu dari mereka berdoa terlebih dahulu barulah mereka makan bersama tanpa ada yang bicara hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum dan seperti biasa Sela dan Seli mencuci piring - piring dan gelas - gelas kotor.


Walau ada pelayan yang bisa melakukannya tapi Sela dan Seli selalu mengerjakannya para pelayan akan melakukannya jika Sela dan Seli tidak sempat mencuci piring - piring dan gelas - gelas kotor.


" Daddy, Sela berangkat dulu," pamit Sela sambil mengulurkan tangan kanannya.


" Hati - hati sayang," ucap daddy Nathan sambil membalas uluran tangan putrinya.


" Terima kasih dad," Jawab Sela sambil mencium punggung tangan daddy Nathan.


" Mommy, Sela berangkat dulu," pamit Sela sambil mengulurkan tangan kanannya.


" Baik mom," jawab Sela sambil menerima dua paper bag tersebut.


" Kok bawa dua kotak makanan?" tanya Lemos kepo


" Kepo," ledek Sela.


" Awas ya," ucap Lemos dengan nada kesal


Sela menjulurkan lidahnya membuat Lemos kesal dengan adik kembarnya kemudian Sela mencium punggung tangan mommy Maya kemudian berlanjut ke tiga kakak kembarnya yang bernama Delon, Jimmy dan Lemos secara bergantian.


Setelah selesai bersalaman Sela pergi ke kantor begitu pula dengan Delon, Jimmy dan Lemos sedangkan Seli tidak berangkat mengajar karena nanti malam dirinya akan dijodohkan dengan salah satu anggota keluarga daddy Alvonso.


" Sebentar lagi datang salon untuk perawatan tubuh dan wajah supaya kalau ketemu wajahmu semakin bertambah cantik," ucap mommy Maya.


" Baik mom," jawab Seli pasrah.


POV SELA


Singkat cerita kini Sela berada di ruangan presdir Axel sebenarnya Sela ada ruangan tersendiri namun entah kenapa presdir Axel memintanya satu ruangan dengan alasan ingin melihat kinerja Sela dan Sela yang masih polos menuruti permintaan presdir Axel apa lagi dirinya bisa mencuri pandang.

__ADS_1


" Kamu bawa dua paper bag isinya apa?" tanya presdir Axel kepo.


" Kepo," ucap Sela tanpa sadar.


Presdir Axel menatap tajam ke arah Sela membuat Sela tersadar kalau di depannya Presdir Axel bukan kakak kembarnya yang nyebelin siapa lagi kalau bukan Lemos membuat Sela menutup mulutnya dengan menggunakan ke dua tangannya.


" Maaf Presdir Axel, isinya kotak makanan dan pakaian ganti," ucap Sela kemudian senyum pepsodent.


" Senyummu jelek,' ucap presdir Axel.


" Masa sih jelek? Kata orang senyumku manis semanis orangnya," ucap Sela narcis.


" Baru tahu kalau sekretaris ku bisa narcis seperti ini," cibir presdir Axel.


" Baru tahu ya? Ish... Ish...Kasihan..." ucap Sela sambil jari telunjuk kanannya digoyangkan ke kanan dan ke kiri secara berulang - ulang.


" Aku lihat makin ke sini kamu makin berani ya meledekku?" tanya Presdir Axel sambil menatap tajam.


" Maaf, aku terbiasa bercanda dengan ke tiga kakak kembarku dan adik kembarku," ucap Sela sambil menundukkan kepalanya.


" Jangan di ulangi aku tidak suka," ucap Presdir Axel yang bertentangan dengan kata hatinya.


" Baik Presdir Axel dan sekali lagi maaf," ucap Sela yang masih menundukkan kepalanya.


" Jadwalku hari ini apa?" tanya Presdir Axel dengan nada dingin dan datar berusaha mengalihkan pembicaraan karena dirinya tidak tega melihat wajah sedih Sela.


" Jam 9 pagi ada pertemuan dengan perusahaan PT CBA Company, jam 2 siang ada meeting dengan dewan direksi dan jam 7 malam ada acara ulang tahun pernikahan tuan Alberto," ucap Sela.


" Kamu temani aku ke acara ulang tahun pernikahan tuan Alberto," perintah tuan Axel.


" Maaf Presdir Axel aku tidak bisa," ucap Sela


" Kenapa tidak bisa?" tanya presdir Axel sambil menaikkan salah satu alis matanya.


" Karena nanti malam ada acara keluarga," ucap Sela


" Memang jam berapa acara keluarga?" tanya presdir Axel


" Jam 8 malam," jawab Sela


" Temani aku dulu ke acara pestanya nanti jam 7.30 kita pulang dan aku akan mengantarmu jadi mobilmu kamu tinggal saja di kantor," perintah presdir Axel.


" Tapi presdir..." ucapan Sela terpotong oleh presdir Axel

__ADS_1


" Tidak ada penolakan," ucap presdir Axel sambil menatap tajam.


__ADS_2