
" Tapi dad..." ucapan Nathan terpotong oleh daddy Thomas.
" Hukuman untuk pria tersebut sudah cukup membuat dirinya tersiksa," ucap daddy Thomas.
" Lihat pria itu tidak sadarkan diri," sambung daddy Thomas sambil menunjuk pria tersebut.
Nathan menatap pria itu dengan wajah datar kemudian menghembuskan nafasnya dengan kasar karena dirinya belum puas untuk menyiksanya. Nathan meletakkan ember yang masih ada setengah air kemudian Nathan berjalan ke arah kursi yang tadi diduduki.
" Aleandro, Maximus, Yohanes, Aska dan Robert lebih baik kalian ke rumah sakit temani mommy kalian biarkan daddy bersama Fico dan Nathan di sini," perintah daddy Thomas.
Daddy Thomas tidak ingin mereka mengikuti jejak dirinya cukup Nathan yang mengikuti sifatnya yang cenderung ke arah psycopath. Walau Aska dulunya seorang psycophath tapi jiwanya sudah lama tidur dan terakhir keluar ketika istrinya dilukai oleh seseorang.
" Baik dad," jawab mereka patuh.
Mereka pun pergi meninggalkan markas milik keluarga besar daddy Alvonso, sepeninggal mereka daddy Thomas memerintahkan Fico untuk menyiksa pria satunya namun baru saja Fico berdiri tubuh pria tersebut gemetaran.
Rasa penyesalan yang teramat sangat karena dirinya tidak menyangka kalau bisa di tangkap dan di siksa secara sa dis dan saking ketakutan pria tersebut mengeluarkan air seninya di celananya membuat Fico tersenyum devil.
Fico mengambil pisau lipat dari saku celananya yang selalu di bawanya kemudian berjalan dan mengambil ember yang tadi digunakan Nathan karena airnya masih ada setengah.
byur
Fico menyiram air yang sudah bercampur garam tersebut ke arah tombak sakti milik pria tersebut agar bau pesing nya bisa hilang kemudian Fico menarik kulit pria tersebut kemudian mengirisnya.
__ADS_1
Srettttttttt...
" Akhhhhhhhhhhh... sakit..." teriak pria tersebut ketika Fico mengiris kulitnya yang menempel di dagingnya.
" Berteriak lah dengan sangat kencang," ucap Fico sambil masih mengiris kulit pria tersebut.
" Aku tahu kamu pasti sangat kesakitan itu yang dirasakan istriku dan istri adik ipar ku di tambah dengan ulah kalian berdua aku kehilangan dua anak kami yang belum sempat kami lihat dan juga adik ipar kami meninggal. Rasa sakit ini tidak sebanding apa yang kamu rasakan," sambung Fico dengan pandangan mata berubah menjadi merah seperti sepasang mata iblis yang semula berwarna biru.
Teriakan kesakitan pria tersebut merupakan alunan melodi indah di telinga Fico hingga pria tersebut tidak sadarkan diri selain menahan rasa sakit pria tersebut kekurangan banyak darah membuat Fico menghentikannya kemudian berjalan ke arah sekretarisnya.
" Kenapa kau ingin membunuh istri dan ke dua anakku hah!!!" bentak Fico.
" Karena aku sangat mencintaimu sejak kita masih kecil hingga sekarang namun kak Fico tidak pernah sedikitpun memandangku padahal aku sudah berdandan sangat cantik." jawab sekretaris tersebut merasa tidak bersalah.
" Tapi aku tidak bisa menganggap kakak sebagai seorang kakak karena aku sangat mencintaimu hingga suatu ketika aku bertanya apakah kak Fico sudah menikah atau belum dan ternyata jawabannya sangat menyakiti hatiku yaitu kak Fico sudah menikah dan sangat mencintai istri kak Fico sejak itulah aku berencana untuk membunuh istri kak Fico," ucap sekretaris tersebut.
" Dasar wanita tidak tahu diri dan tidak tahu di untung, kamu itu aku tolong ketika suamimu sering memukul dirimu dan membantu memperkerjakan mu di perusahaan milikku tapi apa balasan yang kamu berikan untukku, hah!!!" bentak Fico dengan suara yang menggelegar memenuhi ruangan tersebut.
" Aku terpaksa menikah dengan pria breng sek itu karena aku di no dai oleh pria itu dan aku sangat bahagia ketika kak Fico menolongku namun ketika aku mengetahui kak Fico sudah menikah dan sangat mencintai istrinya aku menyewa seseorang untuk menabrak istrimu," jawab sekretaris tersebut tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.
Plak
Plak
__ADS_1
Plak
Plak
Bugh
Bugh
Fico menampar pipi kanan dan pipi kiri masing - masing sebanyak dua kali begitu pula memukul wajah sekretaris tersebut sebanyak dua kali, setiap tamparan dan pukulan yang di layangkan Fico membuat sekretaris tersebut berteriak kesakitan. Wajah yang awalnya sangat cantik kini lebam - lebam dan mengeluarkan darah segar dari hidung dan mulut sekretaris tersebut.
Bugh
" Akhhhhhhhhhhh..." teriak sekretaris kembali ketika Fico memukul wajahnya.
" Dasar breng sek gara - gara ulahmu, aku kehilangan ke dua anakku yang belum sempat aku lihat," umpat Fico sambil mengarahkan pisau lipat ke arah dada sekretaris tersebut.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :
__ADS_1