Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Tiga Gadis


__ADS_3

"Tapi kok kakak merasa ke tiga gadis itu bukan gadis - gadis baik - baik," ucap Delon spontan.


"Mungkin itu hanya perasaan kakak," jawab Lemos.


"Mungkin," jawab Delon.


"Mau ikut ke sana kak?" tanya Lemos.


"Ayolah dari pada kakak sendirian soalnya Sela dan Seli lagi asyik mengobrol dengan suaminya masing - masing," ucap Delon.


Delon dan Lemos ke arah ke tiga gadis tersebut untuk berkenalan hingga salah satu gadis tersebut ijin pergi meninggalkan tempat tersebut untuk pergi ke toilet dan tanpa curiga sedikitpun Delon dan Lemos menganggukkan kepalanya.


Gadis tersebut berjalan ke arah ruangan pantry untuk menemui seorang pelayan dan membisikkan sesuatu sambil memberikan beberapa lembar uang dan pelayan itu pun menganggukkan kepalanya tanda setuju dan gadis itu pun pergi meninggalkan ruangan pantry tersebut menuju ke tempat pesta.


Gadis itu pun kembali ke dua temannya sambil tersenyum membuat ke dua temannya ikut membalas senyumannya mereka kembali mengobrol hingga tidak berapa lama seorang pelayan datang sambil membawa lima gelas yang berisi anggur dan menawarkan ke mereka.


Delon, Lemos dan ke tiga gadis tersebut menerima gelas yang berisi anggur dari pelayan tersebut kemudian bersulang.


Prang


Ketika Delon hendak meminumnya seorang gadis tidak sengaja menabrak tangan Delon hingga gelas yang di pegang oleh Delon jatuh ke lantai dan langsung pecah membuat Delon menatap tajam ke arah gadis tersebut namun matanya membulat sempurna pasalnya gadis yang dibencinya ternyata yang menabraknya siapa lagi kalau bukan Delisa.


"Kamu lagi kamu lagi," omel Delon sambil membersihkan jasnya yang basah terkena cipratan anggur.


"Maaf aku tidak sengaja karena aku lagi mencari sahabatku," ucap Delisa merasa bersalah.


"Sudahlah kak, bersihkan jas kakak di toilet," ucap Lemos sambil menatap kesal ke arah Delisa begitu pula ke tiga gadis tersebut.


Delon mendengus sambil menatap tajam ke arah Delisa membuat Delisa menundukkan kepalanya. Delon berjalan ke arah kamar mandi sambil menyenggol bahu Delisa membuat Delisa mundur dan bahunya terasa sakit.


Delisa hanya bisa menghembuskan nafasnya perlahan kemudian pergi untuk mencari sahabatnya yang bernama Soraya sedangkan Lemos mengobrol dengan ke tiga gadis tersebut sambil sekali - kali meminum anggur tersebut begitu pula dengan ke tiga gadis tersebut.


Setengah jam kemudian Delon sudah selesai dari kamar mandi dan berjalan mendekati adik kembarnya yang masih mengobrol dengan ke tiga gadis tersebut namun mata Lemos tidak pernah lepas menatap ke salah satu gadis tersebut.

__ADS_1


Namun ketika mereka asyik mengobrol tiba - tiba tubuh Lemos terasa panas membuat Lemos membisikkan sesuatu ke kakak kembarnya.


("Kak kok tubuhku terasa panas ya?" tanya Lemos sambil menarik dasinya yang terasa seperti tercekik).


("Masa sih?Kakak tidak merasa panas," bisik Delon mengikuti adik kembarnya yang juga berbisik).


("Benar kak panas, tubuhku terasa seperti terbakar," bisik Lemos kembali).


("Kalau begitu kita ke kamar saja," Usul Delon sambil masih berbisik).


"Ayo kak," jawab Lemos sambil melepaskan dasinya.


"Ada apa kak?" tanya ke tiga gadis tersebut serempak pura - pura tidak tahu.


"Lemos lagi tidak enak badan, kami pamit mau ke kamar," ucap Delon.


"Aku temani ya kak," ucap salah satu gadis tersebut


"Ada apa kak?" tanya Presdir Axel ketika melihat wajah Lemos memerah seperti menahan sesuatu dan dirinya tahu kenapa Lemos seperti itu karena dirinya juga pernah mengalaminya.


"Tidak tahu tiba - tiba Lemos merasa panas," jawab Delon.


"Aku temani ya kak," ucap gadis tersebut mengulangi perkataannya.


"Ada apa kak?" tanya Presdir Albert yang juga tiba - tiba datang bersama istrinya yang bernama Seli.


"Tidak tahu tiba - tiba Lemos merasa panas," jawab Delon mengulangi kembali jawabannya.


"Aku temani ya kak," ucap gadis tersebut mengulangi perkataannya lagi dengan wajah masih penuh harap sambil menahan kesal karena dari tadi mengulangi perkataannya.


"Tidak usah lebih baik sama kami saja," tolak Presdir Axel sambil menatap tajam ke arah gadis tersebut.


"Tapi..." ucapan gadis tersebut terpotong oleh Presdir Albert.

__ADS_1


"Kak Lemos adalah kakak kami biar kami yang mengurusnya," jawab Presdir Albert dengan nada dingin dan datar sambil menarik tangan kanan Lemos begitu pula dengan Presdir Axel yang juga menarik tangan kiri Lemos agar pergi dari tempat tersebut dengan diikuti oleh Delon, Sela dan Seli.


"Memang kenapa kalau aku menemaninya?" tanya gadis itu dengan tatapan kesal begitu pula dengan ke dua gadis tersebut yang mengikuti langkah mereka.


"Tidak perlu, urus saja urusanmu," jawab Sela dan Seli dengan wajah sinis sambil menghalangi ke tiga gadis tersebut dengan nada ketus.


"Kak Delon antar kak Lemos ke kamar bersama kak Albert dan kak Axel," pinta Sela.


"Ok," jawab Delon singkat yang tidak suka ribut dengan perempuan terlebih dirinya memikirkan adik kembarnya yang bernama Lemos.


Delon, Lemos, Presdir Axel dan Presdir Albert pergi meninggalkan tempat tersebut sedangkan Sela dan Seli menatap ke arah ke tiga gadis tersebut dengan tatapan kesal.


"Kenapa kalian berdua ikut campur?" tanya salah satu gadis tersebut dengan nada kesal.


"Kak Lemos adalah kakak kembar kami jadi kami sebagai adiknya berhak ikut campur," jawab Seli.


"Kamu pergilah kalau tidak kami tidak segan - segan untuk memukulmu," ancam Sela.


"Jika terjadi sesuatu dengan kakak kembar kami maka kami tidak segan - mencari kalian dan memberikan pelajaran yang tidak pernah kalian bayangkan," ancam Seli.


Ke tiga gadis tersebut hanya bisa menahan amarahnya sambil memberikan kode kemudian pergi meninggalkan Sela dan Seli membuat Sela dan Seli menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


Sela dan Seli membalikkan badannya dan berjalan menuju ke arah lift dan tanpa diketahui oleh Sela dan Seli kalau ke tiga gadis tersebut ternyata mengikutinya hingga Sela dan Seli masuk ke dalam lift.


"Mereka berada di lantai atas kita ikuti mereka dan memberikan pelajaran ke dua gadis si alan itu," ucap salah satu gadis tersebut.


"Kita naik apa? Soalnya mereka menggunakan lift," ucap gadis ke dua.


"Kita naik tangga saja dengan berlari," ucap gadis ke tiga sambil berlari menuju ke arah anak tangga dengan diikuti oleh ke dua gadis tersebut.


Ting


Pintu lift terbuka Sela dan Seli keluar dari kotak persegi empat tersebut dan berjalan di lorong yang sangat sepi karena semua yang menempati kamar di lantai tersebut sedang menikmati pesta reuni tersebut kecuali kamar Delon dan Lemos.

__ADS_1


Di mana Lemos di suruh mandi air dingin oleh Presdir Albert dan Presdir Axel sedangkan Delon hanya menatapnya dengan bingung kenapa adik kembarnya di suruh mandi air dingin.


"Berhenti!!!" teriak ke tiga gadis tersebut serempak ke arah Sela dan Seli yang masih berjalan di lorong yang sepi itu dengan nafas memburu karena habis berlari.


__ADS_2