Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Siapa Kalian?


__ADS_3

" Dulu aku pergi dan melihatmu menyiksa dirimu sendiri, hatiku sangat sakit karena itu jika suamiku ingin mencari pelampiasan lakukanlah padaku," pinta Quenby sambil memegang tangan Fico dan diarahkan ke leher Quenby.


" Kalau suamiku sangat mencintaiku jangan sakiti tubuhmu karena aku tidak bisa melihat suamiku terluka," sambung Quenby dengan mata berkaca - kaca.


Fico membuka matanya dan menatap mata Quenby dengan tatapan sendu membuat Fico menghembuskan nafasnya perlahan sambil menarik tangannya karena dirinya tidak bisa melakukannya.


Grep


" Sayang aku mohon, lawanlah jiwa psychophat mu aku percaya suamiku bisa melawannya," mohon Quenby.


Fico berusaha melawan jiwa psychophat nya dan setelah beberapa saat matanya kembali berubah membuat Quenby tersenyum bahagia karena warna mata suaminya kembali seperti sebelumnya.


" Sayang, apakah lebih baik kita berpisah?" tanya Fico dan entah kenapa ketika mengatakan hal itu hatinya sangat sakit.


duarr


duarr


Bagai petir di siang hari itu yang dirasakan oleh Quenby membuat Quenby bangun dan menatap wajah tampan suaminya dengan tatapan sendu.

__ADS_1


" Apakah suamiku menyesal menikah denganku? Apakah selama ini suamiku yang mengatakan mencintaiku adalah bohong?" tanya Quenby dan tidak berapa lama air matanya keluar.


Grep


" Justru aku merasa kamu pasti sangat menyesal menikah denganku karena aku adalah seorang psychophat. Jangan pernah kamu meragukan aku karena dari awal kita bertemu aku sudah jatuh cinta padamu hingga akhirnya kita menikah perasaanku padamu tidak akan pernah hilang." jawab Fico sambil memeluk tubuh mungil istrinya.


Quenby mendorong perlahan tubuh Fico membuat Fico melepaskan pelukannya kemudian Fico menghapus air mata Quenby dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.


Quenby mengangkat jari telunjuk dan jari tengah kanannya sambil menatap wajah tampan Fico membuat Fico mengerutkan keningnya karena tidak tahu apa yang dilakukan oleh istrinya.


" Aku nyonya Quenby Romero Fico Saverio seumur hidupku tidak akan pernah menyesal menikah dengan suamiku yang sangat aku cintai Romero Fico Saverio. Aku sangat mencintaimu apa adanya dan aku tidak perduli jika seandainya suamiku ingin menyiksaku atau pun mem bu nuh ku..." ucapan Quenby terpotong oleh Fico.


" Jangan diteruskan karena aku tidak mungkin melakukan itu dengan orang yang aku cintai," ucap Fico sambil ikut duduk di ranjang samping istrinya.


Grep


" Maafkan aku sayang, jujur ketika mengatakan hal itu hatiku sangat sakit," jawab Fico sambil membalas pelukan istrinya.


" Sayang, jika ada orang membutuhkan pertolongan bantulah orang itu jika seandainya seorang wanita suruh lah sopir yang menolong wanita itu dan jangan terlalu dengan wanita karena aku cemburu," ucap Quenby.

__ADS_1


Cup


" Baik sayang, aku akan ingat dengan pesan mu," jawab Fico kemudian mengecup bibir istrinya dengan lembut yang sudah menjadi candunya.


" Sekarang kita tidur yuk, aku sangat mengantuk," ajak Quenby.


" Ayo sayang," jawab Fico


Quenby dan Fico sama - sama berbaring di ranjang sambil berpelukan pandangan mata mereka terkunci sambil tersenyum bahagia kemudian Fico menatap bibir istrinya kemudian mengecup bibir Quenby lagi.


cup


" I Love You," ucap Fico


" I Love You Too," jawab Quenby


Fico dan Quenby sama - sama memejamkan matanya dan tidak berapa lama mereka tertidur dengan pulas sambil berpelukan.


Sebenarnya Fico ingin melakukan hubungan suami istri ketika mengecup bibir istrinya namun dirinya ingat tidak mungkin melakukan itu karena itulah Fico langsung memejamkan matanya untuk menghilangkan has srat nya yang sudah mulai muncul.

__ADS_1


Di tempat yang berbeda segerombolan pria berseragam datang di mansion yang sangat luas sambil membawa pistol membuat gadis cantik tersebut ketakutan.


" Siapa kalian?" tanya gadis itu dengan tubuh gemetar.


__ADS_2