Ranjang Sang Mafia

Ranjang Sang Mafia
Apakah kamu mencintai putriku?


__ADS_3

"Axel, apakah kamu mencintai putriku?"tanya daddy Nathan setelah beberapa saat terdiam.


"Tentu saja aku sangat mencintai Sela," jawab Presdir Axel dengan nada yakin.


"Artinya kamu mau bertanggung jawab untuk menikah dengan Sela?"tanya daddy Nathan.


"Tentu saja aku bersedia untuk menikahi Sela," jawab Presdir Axel.


" Baguslah kalau kamu mau bertanggung jawab atas pernikahan dengan Sela. Hanya saja daddy sangat berharap jika seandainya kamu sudah merasa bosan dengan putri kami Sela karena sudah menemukan seorang wanita yang lebih baik dari Sela, kami tidak akan marah ataupun dendam hanya saja daddy berharap kamu kembalikan Sela pada kami seperti ini tanpa ada luka di tubuh dan wajah."ucap daddy Nathan.


Deg


Jantung Presdir Axel berdebar kencang mendengar ucapan daddy Nathan dan dirinya merasa bersalah karena memiliki rencana jahat untuk menyakiti Sela dan Seli tapi perasaan itu segera ditepisnya.


"Baik tuan," jawab Presdir Axel.


"Mulai sekarang panggil lah daddy dan mommy seperti anak-anak kami memanggil kami," ucap daddy Thomas.


"Baik daddy," jawab Presdir Axel.


" Mommy, daddy."panggil Dita putri angkat daddy Thomas dan mommy Maya sambil menuruni anak tangga menuju ke arah ruang keluarga.


"Ada apa Dita?"tanya mommy Maya.


"Kok ramai, ada apa mom?"tanya Dita sambil duduk di sebelah Presdir Axel.


"Eh ada tamu, kenalkan namaku Dita," ucap Dita memperkenalkan diri ke arah Presdir Axel sambil mengulurkan 1 tangan kanannya.


"Axel," jawab Presdir Axel singkat tanpa membalas uluran tangan Dita.


"Kak Axel sangat tampan," puji Dita.


"Dita, Axel itu calon suaminya Sela dan sebentar lagi akan menikah," ucap mommy Maya.


"Kok Dita dilangkahi mom," protes Dita.


"Kamu sudah menemukan calonnya belum? Kalau sudah ada bawa ke sini dan kenalkan pada kami," jawab mommy Maya.


"Belum ada mom, bagaimana pria di sebelah Seli," ucap Dita tanpa punya rasa malu sedikitpun.

__ADS_1


"Albert calon suaminya Seli, carilah pria lain," ucap mommy Maya berusaha sabar menghadapi sikap Dita yang tidak punya rasa malu.


"Dita, masuklah ke kamar," ucap daddy Nathan yang mulai kesal dengan sikap Dita semaunya.


" Daddy dan mommy jahat, mentang - mentang Dita anak angkat jadi mommy dan daddy pilih kasih," ucap Dita kesal sambil berdiri dan berjalan ke arah anak tangga.


"Dita!!!!"Bentak daddy Nathan.


"Daddy, sudah," ucap mommy Maya sambil mengusap bahu suaminya.


"Selama ini kita mengurus Dita dan tidak pernah membeda-bedakan - bedakan anak kandung dan anak angkat tapi Dita selalu berkata kalau kita pilih kasih," ucap daddy Nathan.


"Mommy nanti akan mencoba menasehati Dita," ucap mommy Maya.


"Maafkan kami karena melihat kejadian seperti ini," ucap mommy Maya pada Presdir Axel dan Presdir Albert.


"Tidak apa - apa tante," jawab Presdir Albert


" Tidak apa - apa mommy," jawab " Presdir Axel bersamaan


"Panggil kami mommy dan daddy seperti anak - anak kami memanggil," ucap mommy Maya.


"Baik mommy."jawab Presdir Albert.


"Aku pulang saja dad," jawab Presdir Axel dan Presdir Albert serempak.


" Mansion ini sangat jauh dan berada dekat hutan banyak binatang buas dan di jalan sepi dan tanpa kita duga sama sekali ada musuh yang datang menyerang tiba-tiba," ucap daddy Nathan menjelaskan.


"Benar kata daddy, kalian berdua istirahatlah," sambung mama Maya


"Baik mom, dad," jawab Presdir Axel dan Presdir Albert serempak.


" Sela dan Seli temani Presdir Axel dan Presdir Albert," perintah mommy Maya.


"Baik mom," jawab Sela dan Seli serempak


Presdir Axel dan Presdir Albert berdiri diikuti oleh Sela dan Seli menuju ke kamar tamu yang kebetulan bersebelahan dengan kamar Sela dan Seli.


Ceklek

__ADS_1


Grep


Sela membuka kamar tamu dengan lebar kemudian mencari tombol saklar namun sebelum menyentuh saklar untuk menyalakan lampu Presdir Axel memeluk tubuh Sela kemudian menutup pintu kamar dengan rapat.


"Presdir Axel apa yang Presdir Axel lakukan?" tanya Sela sambil berusaha melepaskan pelukan Presdir Axel.


"Aku ingin seperti yang kita lakukan di hotel," bisik Presdir Axel.


Entah mengapa Presdir Axel sangat ketagihan dengan tubuh Sela dan ingin melakukan lagi dan lagi. Tanpa menunggu jawaban, Presdir Axel menekan tombol saklar kemudian ruangan tersebut otomatis terang benderang kemudian menarik tangan Sela menuju ke arah ranjang.


Presdir Axel mendorong tubuh Sela hingga terlentang kemudian mencium bibir Sela yang sudah menjadi candunya.Tidak berapa lama Sela kehabisan nafas membuat Sela memukul bahu Presdir Axel dan Presdir Axel melepaskan ciumannya dan pindah ke leher Sela.


Presdir Axel memberikan tanda kepemilikan sambil tangan kanannya menarik jubah milik Sela hingga terlihat jelas di tubuh polos Sela, Presdir Axel menarik celana resletingnya kemudian mengeluarkan tombak saktinya kemudian dimasukkan ke dalam goa yang paling dalam milik Sela membuat Presdir Axel dan Sela mengeluarkan suara merdu.


Hingga setengah jam kemudian keluarlah lahar dari tombak saktinya setelah beberapa saat Presdir Axel menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping. Presdir Axel memandang ke arah langit - langit seperti sesuatu membuat Sela menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


"Aku ingin pergi ke kamar," ucap Sela sambil merapikan pakaiannya kemudian turun dari ranjang.


"Pergilah," usir Presdir Axel dengan nada dingin.


" Masih ada waktu untuk berpikir jadi aku minta sekali lagi untuk berfikir menikahi ku. Aku tidak akan marah atau pun membenci jika Presdir Axel menikah dengan wanita lain," ucap Sela.


"Artinya kamu tidak mencintaiku?"tanya Presdir Axel.


" Jujur aku sangat mencintai Presdir Axel dengan setulus hatiku," jawab Sela.


"Jika memang benar mencintaiku setulus hati mengapa kamu memintaku untuk berfikir karena biasanya wanita akan menuntut untuk dinikahi dan akan marah ketika mengetahui orang yang dicintainya akan menikah dengan wanita lain," ucap Presdir Axel.


'' Kebahagiaan seorang wanita adalah melihat orang yang kita cintai bahagia menikah dengan orang lain tetapi ketika kita mengetahui ternyata orang yang kita cintai ternyata tidak bahagia menikah dengan kita hatiku lebih sakit. Karena itu aku merelakan dirimu menikah dengan wanita lain meski hati sangat sakit dan terluka," ucap Sela sambil tersenyum dengan mata berkaca - kaca.


Sela berjalan ke arah pintu kamar tamu kemudian berjalan dengan perlahan-lahan karena bagian privasinya seperti ada yang mengganjalnya sedangkan Presdir Axel hanya diam sambil menatap kepergian Sela hingga Sela membuka kamar tamu dan menutupnya.


"Aku sangat mencintaimu tapi dendam ku pada ayahmu membuatku bingung, apakah aku ingin menjalankan rencana ku sejak dulu yaitu menghancurkan keluargamu atau melupakan semua rasa dendam ku," ucap Presdir Axel sambil menarik rambutnya dengan kasar.


Cinta dan dendam membuat Presdir Axel bimbang karena lelah presdir Axel memejamkan mata dan tidak berapa lama dirinya terbangun dengan pulas.


Tanpa sepengetahuan Presdir Axel, Sela mendengar ucapan Presdir Axel membuat Sela memejamkan matanya menahan rasa sesak di hatinya. Setelah rasa sesaknya hilang Sela berjalan ke arah samping di mana kamarnya berada.


Di tempat yang sama hanya beda ruangan Seli membuka kamar tamu dengan lebar agar presdir Albert masuk ke dalam kamar tamu.

__ADS_1


"Ini kamarnya dan selamat istirahat," ucap Seli.


"Aku ingin bicara denganmu bolehkah?"tanya presdir Albert penuh harap.


__ADS_2