
Mommy Maya membalikkan badannya menatap ke lima saudara iparnya, mommy Maya menyatukan ke dua tangannya kemudian jari tengah kanan dan kiri yang paling di ujung di tahan sedangkan semua jari dan ke dua telapak tangan digerakkan secara berulang - ulang sambil tersenyum menyeringai membuat ke lima saudara iparnya menahan senyum karena mereka mengerti arti senyuman mommy Maya.
Ke lima wanita tersebut langsung mendekati suaminya kemudian membisikkan sesuatu ke telinga suaminya masing - masing membuat ke lima pria tampan menelan salivanya serempak kemudian menatap ke arah daddy Nathan sedangkan daddy Nathan hanya bisa mengangkat ke dua bahunya tanda dirinya juga tidak berdaya dengan ancaman istrinya.
Ke lima para suami yang terdiri dari Aleandro, Maximus, Fico, Yohanes dan Robert saling berdiskusi setelah beberapa saat Aleandro menatap ke arah istrinya kemudian menatap ke adik - adik kembarnya dan adik iparnya.
"Apa kalian masih kuat untuk bertarung?" tanya Aleandro.
"Kuat," jawab mereka serempak.
"Ya sudah kalau begitu kita pergi," ucap Aleandro pasrah.
"Daddy, mommy, paman - paman dan tante - tante, Delon ikut," ucap Delon
"Aku juga," sambung Jimmy, Lemos, Sela, Presdir Axel, Seli dan Presdir Albert serempak.
"Baiklah ayo kita pergi yang lainnya pergi ke rumah sakit dan tidak ada penolakan," ucap Aleandro dengan nada tegas.
"Ok," jawab mereka serempak.
Mereka pun langsung berangkat ke markas Mafia Golden Rose jalan xxxxx No. delapan puluh satu untuk membasmi para anggota mafia terutama ketuanya yang bernama tuan Shin Thing.
Singkat cerita mereka sudah sampai di markas Mafia Golden Rose kedatangan keluarga besar daddy Alvonso dengan di bantu keluarga besar daddy Thomas di tambah keluarga besar daddy Paulinus membuat anggota Mafia Golden Rose banyak yang meninggal hingga Katarina bertemu dengan ketua Mafia Golden Rose.
"Apa kabar tuan Shin Thing," panggil Katarina dengan tatapan penuh kebencian.
"Siapa kamu? Aku tidak mengenalmu kenapa menatapku dengan penuh kebencian?" tanya tuan Shin Thing dengan nada bingung,
"Dia siapa kak?" tanya seorang pria yang tiba - tiba datang.
"Kakak juga tidak tahu," jawab tuan Shin Thing.
Katarina mengalihkan pandangan ke arah pria yang baru saja datang dan matanya membulat sempurna karena dirinya tahu siapa pria tersebut.
"Kalian kakak adik?" tanya Katarina tanpa memperdulikan pertanyaan tuan Shin Thing.
"Tentu saja, kamu siapa?" tanya tuan Shin Thing.
("*Si*l kenapa dalam kehidupanku aku sangat bodoh kalau mereka ternyata adalah kakak beradik. Kakaknya meracuni ke dua kakek nenekku sedangkan adiknya meracuni ke dua orang tuaku lalu setelah adiknya menikah dan mempunyai anak maka anaknya meracuniku. Keluarga yang sangat kompak meracuni semua orang - orang yang aku sayangi bahkan meracuniku. Sebelum adiknya menikah dan mempunyai anak mereka berdua harus ma ti ditangan ku," ucap Katarina dalam hati*).
__ADS_1
"Apakah kalian mengenal keluarga Lee?" tanya Katarina.
Deg
Jantung ke dua pria tersebut berdetak kencang bukan karena jatuh cinta melainkan ucapan Katarina yang membuat ke dua pria tersebut terkejut.
"Kamu siapa?" tanya tuan Shin Thing penasaran.
"Aku adalah salah satu cucu keluarga Lee di mana kakek dan nenekku kamu bunuh," ucap Katarina.
"Apa maksudmu Katarina? Aku juga salah satu cicit keluarga Lee," ucap mommy Maya yang berada di sebelah Katarina.
"Memang siapa nama keluargamu?" tanya tuan Shin Thing penasaran.
"Aku cucu dari Samuel Alexander Lee," ucap Katarina.
"Kalau aku cicit dari Nikolaus Caesar Richard Lee," sambung mommy Maya.
"Berarti kita ada hubungan saudara," ucap Katarina dan mommy Maya serempak.
"Tidak mungkin Samuel Alexander Lee dan Nikolaus Caesar Richard Lee sudah ma ti di kasih racun jadi mana mungkin masih ada keturunan," ucap tuan Shin Thing tidak percaya.
"Sudah aku tebak kalau kamu pria paling jahat yang telah menghabisi keturunan keluarga kami hingga nenek ku menitip putranya ke sepasang suami istri yang baru saja bayinya meninggal," sambung Katarina sambil bersiap melemparkan dua kartu domino ke arah mereka berdua.
Whush Whush
Tuan Shin Thing dan adiknya yang bernama tuan Shine Thing yang melihat Katarina ingin melempar kartu domino ke arah mereka berdua dengan mudah menghindarinya.
"Seribu kartu domino yang kamu lempar dengan mudah kami hindari," ucap tuan Shin Thing dan tuan Shine Thing serempak.
"Si*l mereka dengan mudah membaca gerakan ku," umpat Katarina sambil mengeluarkan dua selendang.
"Selendang mu aku pinjam, kakak melawan tuan Shine Thing dan aku satunya," ucap mommy Maya.
"Kamu bisa menggunakan selendang?' tanya Katarina sambil memberikan selendang warna biru muda sedangkan dirinya warna kuning.
"Bisa, dulu aku sempat latihan bela diri menggunakan selendang," jawab mommy Maya.
Whush Whush
__ADS_1
Mommy Maya dan Katarina menggunakan selendangnya sebagai senjatanya dan lagi - lagi ke dua pria tersebut bisa menghindar dan merekapun bertarung sedangkan para iparnya hanya menatap mereka berempat sedang bertarung.
"Seru juga ya jadi ingat film jaman dulu," ucap Cantika istri Aleandro.
"Iya benar, aku jadi ingat ketika aku menontonnya sambil makan popcorn," ucap Claudia.
"Aku tidak menyangka dan baru tahu kalau kak Katarina dan kak Maya bisa menggunakan selendang untuk bertarung," ucap Quenby sambil membuka tasnya untuk mengambil cemilan dan mulai mengemil sambil menatap ke arah mereka yang sedang bertarung.
"Bagi dong," pinta Aurora pada kakak iparnya yang bernama Quenby.
"Boleh," jawab Quenby.
"Aku juga mau," jawab mereka serempak kecuali dokter Kasandra.
"Ambil di dalam tasku," ucap Quenby dengan nada santai.
Mereka pun mengambil snack kemudian mengemil sambil menatap pertarungan yang seru hanya dokter Kasandra yang menatap ke sekeliling ruangannya mengingat mereka berada di markas musuh.
Dokter Kasandra memegang tongkat yang sudah ditekan tuasnya hingga dokter Kasandra melihat ada dua pria yang mengarahkan pistolnya ke arah Katarina dan mommy Maya.
Bugh Bugh
Dokter Kasandra yang melihat mommy Maya dan Katarina dalam bahaya langsung memukul ke dua tangan pria tersebut dengan menggunakan tongkat hingga ke dua pistol tersebut terjatuh kemudian dengan gerakkan lincah dokter Kasandra melawan ke dua pria tersebut.
Uhuk Uhuk Uhuk
Uhuk Uhuk Uhuk
Uhuk Uhuk Uhuk
Uhuk Uhuk Uhuk
Uhuk Uhuk Uhuk
Cantika istri Aleandro, Claudia, Quenby, Aurora dan Cantika istri Robert serempak batuk karena mereka sangat terkejut ketika melihat dokter Kasandra menyerang dua penjahat.
Cantika istri Aleandro mengambil benda kecil yang di simpannya di tas kecil kemudian langsung menarik tuasnya hingga membentuk tongkat lalu membantu dokter Kasandra yang sedang bertarung melawan ke dua pria tersebut.
"Lebih baik kita membantu mereka," usul Claudia.
__ADS_1
"Aku setuju, kak Claudia dan aku membantu Kak Kasandra dan kak Cantika sedangkan kalian membantu kak Katarina dan Maya," ucap Quenby.